Polosnya Keinginan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Kehidupan, Cerpen Kisah Nyata
Lolos moderasi pada: 9 July 2016

Kertas-kertas biodata untuk anak-anak baru di Sekolah Dasar telah dibagikan, layaknya format biodata untuk anak di usianya, biasanya hanya berisi hal-hal kecil seperti nama, tanggal lahir, hobi dan cita-cita. Hal ini hanya sebagai pemanasan dan pengenalan guru-guru terhadap anak didik barunya.

Namun entah mengapa satu anak ini begitu bersemangat dan tak sabar untuk mengisi lembaran tersebut. Anak ini bernama Rizal. Sejak awal kegiatan, Rizal selalu terlihat lebih dominan, lebih bersemangat dibanding anak lainnya yang justru malu dan takut -bersembunyi di balik badan orangtuanya yang menemani.

Baris demi baris Rizal membaca dengan seksama, meski baru kelas 1 SD, ia nampak fasih dan lancar membaca, “Nama .. Mochamad … Syah .. Ri ..zal, terus tanggal lahir .. 28 .. No .. vem .. ber”.

Sampailah ia pada kolom tentang cita-cita, Rizal pun tanpa ragu mengisi kolom tersebut dengan mantap. Semua kolom telah terisi, kini tinggal Rizal yang harus menunggu anak lainnya selesai mengisi, yang justru masih dibantu orangtuanya.

“OK sekarang siapa yang sudah selesai?” Sang Guru bertanya pada semua murid.

Sempat ada keheningan sejenak, namun itu semua tak berangsur lama ketika Rizal mengangkat tangannya sambil mengibar-ngibarkan kertas biodata tersebut, “SAYA BUUUU!!!”.

Kegaduhan mulai mencuat seketika, reaksi orang sekitar yang melihat tingkah Rizal dengan polos berteriak-teriak, mulai dari para orangtua yang tertawa dan gemas, sampai anak murid lainnya yang tertawa terbahak-bahak sambil menunjuk Rizal seolah sedang melihat hal yang seru.

“Oke kalau begitu kamu maju ke depan sini” Ucap Sang Guru sembari untuk meredakan suasana yang nampak mencair. Rizal pun keluar dari tempat duduknya, mengambil langkah menuju depan kelas.

“Sini coba mana lihat kertasnya” Sang Guru mengambil kertas tersebut.

Sang Guru lalu membaca kertas tersebut, sambil memegang pundak Rizal, Sang Guru berujar, “Ya kalau begitu sekarang Rizal memperkenalkan diri ke semuanya, juga ditambahkan dengan hobi dan cita-citanya ya”.

Suasana semakin hening dan tidak segaduh sebelumnya, Rizal memegang kembali kertas tersebut dari pegangan Sang Guru. Rizal melihat keadaan di depannya, terlihat anak murid lain yang seusianya, dan juga para orangtua yang senyam-senyum.

“Hai…” Sontak seisi ruangan gaduh kembali, reaksi orangtua yang notabenenya adalah para ibu-ibu muda, terlihat menempelkan tangan ke pipinya sambil tersenyum, begitu menggemaskannya Rizal.

“Nama aku Mochamad Syah Rizal … Aku lahir pada tanggal 28 November tahun 1998 .. Hobi aku main komputer sama belajar..” Ucap Rizal dengan riang, semakin mengundang semua orang untuk tertawa.

Sang Guru menyadari ada yang kurang, yaitu tentang cita-citanya, Rizal belum menyebutkan cita-citanya, “Cita-cita Rizal apa?”.

Rizal tersenyum sumbringah, lalu mengangkat kepalan tangan ke atas, “Saya mau jadi Presiden!”.

“Kenapa kok mau jadi Presiden?” Tanya salah satu orangtua kepada Rizal.

Tanpa berpikir lama Rizal menjawab, “Karena Ijal mau merubah Indonesia menjadi Negara yang paling hebat seDunia.. Tapi sebelum jadi Presiden, Ijal mau bikin seneng mamah .. Papah .. Kakak .. Ade .. Semuanya yang Izal sayang pokoknya”.

Tidak terkecuali Sang Guru, semua orang tidak henti-hentinya memasang ekspresi senyum sambil menggelengkan kepala, “Begitu polosnya anak ini”.

Semua orang yang ada di ruangan bertepuk tangan, Rizal hanya tersenyum bangga dengan apa yang telah dilakukannya. Melihat kejadian tersebut, Sang Guru merasa penasaran dengan orangtua Rizal, Ia belum melihatnya dari tadi.

“Di sini mana mamahnya Ijal?” Sang Guru bertanya pada kerumunan orangtua, namun tidak ada jawaban. Mereka justru hanya saling melirik satu sama lain, mereka juga penasaran. Sang Guru lalu memasang ekspresi bingung ke arah Rizal, namun Rizal hanya tetap tersenyum sambil geleng-geleng kepala.

Cerpen Karangan: Mochamad Syah Rizal
Blog: http://rizalzalleblog.blogspot.com
Fb: Mochamad Syah Rizal (Rizalzalle)

Cerpen Polosnya Keinginan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tanya

Oleh:
Namanya Nadya. Baginya waktu begitu cepat berlalu, menggoreskan tinta-tinta pembelajaran yang tak akan sirna. Sampai tiba waktu baginya untuk memilih jalannya dan bertanya pada dunia. Memang umurnya masih lima

Musafir Sebutir Kerikil

Oleh:
“Apa yang terjadi jika kulempar kerikil ini ke seberang jalan?” “Apa yang bisa diharapkan dari sebutir kerikil?” “Begitu ya.” Lengan diayunkan. Mata jauh dipandang. Melesat. “Tunggu!”. Tangan mencoba menggapai.

Penggila

Oleh:
Lelaki itu duduk tak tenang pada batu cadas yang keras, sekeras deru debam kendaraan yang lalu lalang pada mulusnya Pantura yang tak pernah lengang. Sinar mentari pagi yang mulai

Gang Setan

Oleh:
Semua terdengar memiliki irama ditelingaku. Setiap lantunan detik dari waktu yang terus berjalan ada bisikan dari pasir dijalanan yang tak disadari adanya. Arakan awan membawa lukisan sederhana dari biru

Jalanan Hitam Putih

Oleh:
Aku duduk di bawah pohon jambu ini, sambil melihat ke arah utara. Di sana, mereka sedang bermain dan berlari tak tentu arah. Ya, sekarang kami sedang jam olah raga.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *