Realita Samy dan Beni

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Kehidupan
Lolos moderasi pada: 17 October 2020

“Bos, hari ini kita berhasil ngedarin 2 kg s*bu bos”, ucap Beni.
“Bagus, besok harus lebih lagi”, ucap Samy.

Samy adalah bandar nark*ba di jaringan nasional, ia sudah mengetahui seluk beluk pengedaran nark*ba di kalangan mana pun. Sementara Beni adalah sosok yang selalu menemani Samy untuk melancarkan aksinya yang tak lain adalah sahabat Samy dan pengedar nark*ba. Lucunya, aksi ini bukanlah semata-mata untuk meraup keuntungan yang sebanyak-banyaknya melainkan hanya untuk bersenang-senang dan ingin merusak masa depan semua orang dengan aksinya itu karena sakit hati mereka tidak pernah merasakan apa yang namanya kasih sayang dan keluarga.

Samy dan Beni telah melancarkan aksi ini selama 7 tahun, mereka pun sudah beberapa kali keluar masuk sel tahanan. Namun itu semua tidak membuat mereka sadar akan perbuatannya, mereka malah semakin gencar melakukan aksi tercelanya itu. Perbuatan mereka ini didasari karena sejak kecil mereka tidak merasakan kasih sayang orangtua, mereka hidup sendiri tanpa keluarga sejak kecil. Sejak beranjak remaja, Beni dan Samy bertemu dengan seorang bandar nark*ba bernama Gatot. Dari Gatot lah bakat mereka dalam mengedarkan nark*ba tersalurkan, namun sayang ketika Gatot diburu polisi ia tewas karena terkena tembakan ketika berusaha kabur dari kejaran polisi. Dan saat ini Samy dan Beni lah yang meneruskan perjuangan Gatot yang buruk itu.

Hari ini adalah hari dimana Samy dan Beni melancarkan aksinya, mereka berencana untuk mengedarkan nark*ba di pedesaan yang jauh dari keramaian. Target yang dituju adalah remaja-remaja yang tidak pernah mengenyam pendidikan. Awalnya Samy dan Beni hanya memberikan sedikit s*bu kepada remaja-remaja tersebut tanpa harus membayar, namun remaja tersebut ketagihan dan sampai sekarang selalu mengonsumsi barang haram tersebut. Samy dan Beni sangat senang sekali karena aksi mereka ini selalu berhasil.

Setelah mereka mengedarkan barang haram tersebut di pedesaan, kali ini mereka berencana mengedarkan nark*ba di sebuah komplek perumahan elit. Sasaran yang mereka tuju adalah para orang-orang penting, biasanya mereka adalah seorang pejabat atau pengusaha sukses. Dan lagi-lagi mereka berhasil membujuk para orang penting itu untuk memakai barang haram tersebut.

Seharian ini mereka sudah mengedarkan banyak sabu, pil ekst*si dan jenis-jenis nark*ba lainnya kepada para targetnya. Dan kini saatnya mereka untuk bersenang-senang dan berfoya-foya di sebuah diskotik hasil dari pekerjaan bejatnya itu. Mereka meminum-minuman alkohol dan bermain-main dengan para wanita malam. Sama sekali mereka tidak pernah berpikir apa akibat buruknya nanti terhadap mereka. Mereka pun mengabiskan waktu untuk bersenang-senang seharian penuh. Tak ada hal lain yang terpikir di benak mereka selain untuk bersenang-senang.

Samy dan Beni sangat puas menghabiskan waktu semalaman bersama para wanita malam dan kini saatnya mereka untuk pulang. Mereka tinggal di sebuah apartemen mewah. Dan disitulah banyak barang-barang haram yang terkumpul. Namun sepertinya stok mereka mulai berkurang, dan saat itu pula Samy dan Beni harus mengambil barang haram tersebut di sebuah tempat yang cukup jauh. Mereka harus mengambilnya kepada pengedar nark*ba paling berpengaruh di hidup mereka setelah Gatot, yaitu Gareng. Gareng biasa menyalurkan nark*ba-nark*ba kepada para juniornya di sebuah tempat yang amat terpencil yaitu di sebuah perkampungan yang jarang dijamah orang banyak.

Mau tidak mau Samy dan Beni pun harus pergi ke perkampungan terpencil untuk mengambil barang haram sekaligus menyerahkan hasil pekerjaannya kemarin. Mereka harus melewati jalan yang terjal dan penuh bahaya, karena wajah mereka telah banyak diketahui oleh para oknum atau aparat militer yang saat ini masih mengejar mereka.

Jam 8 pagi Samy dan Beni berangkat menuju perkampungan terpencil itu menggunakan mobil butut hasil curian mereka. Peralatan bak perang pun telah disiapkan oleh mereka untuk mewaspadai bila ada aparat militer yang mengetahui mereka. Karena jika mereka diketahui keberadaannya oleh aparat militer tersebut, maka mereka akan dikejar sampai di dapatkan. Dan kali ini mereka tidak mau hal buruk dua tahun lalu terjadi kembali yang membuatnya di tahan dengan banyak luka yang di derita. Namun mereka berhasil kabur saat baru ditahan selama tiga bulan, dan kali ini mereka sedang diburu oleh aparat militer tersebut.

Dua jam perjalanan, tak ada hal yang membuat mereka untuk memberhentikan mobil. Namun beberapa menit kemudian, ketika mereka akan berbelok di tikungan tiba-tiba ada sosok kucing yang sedang tertidur dan karena kucing itu lah Samy dan Beni hampir celaka. Untung saja Samy membanting setir dan mengerem dengan cepat, karena walaupun mereka bukan orang baik-baik tetapi mereka cinta akan hewan. Tidak ada di dalam hati mereka untuk menabrak si kucing dalam keadaan apapun. Dan sangat kebetulan sekali jalanan sedang sepi karena mereka melalui jalan yang jarang di lewati orang agar perjalanan mereka lancar. Namun jalan inilah yang membuat mereka di tangkap dua tahun lalu. Tetapi daritadi belum ada tanda-tanda bahwa mereka sedang dibuntuti oleh seseorang. Samy dan Beni pun merasa aman dan lega.
Di tengah perjalanan, Gareng pun menghubungi Samy dan Beni.

“Hallo, kalian sekarang ada dimana?”
“Kita masih ada di jalan bos, kita baru ada di seperempat jalan, kayaknya 4 jam-an lagi kita baru sampe bos”, jawab Samy.
“Apa-apaan 4 jam lagi, kalian mau bohongi saya hah?”
“Bukan gitu bos, kita kesiangan bos jadi kita berangkatnya agak telat.”
“Ya udah saya tunggu sampai kalian datang ke sini”.
“Siap bos!”.

Samy pun semakin menambah kecepatan kendaraannya agar lebih cepat untuk bisa ke tempat bosnya si Gareng itu. Ketika perjalanan Samy dan Beni tinggal dua jam lagi, tiba-tiba ban mobil mereka kempes. Terpaksa mereka harus memasang ban cadangan dengan cepat, mereka tidak ingin terlambat sampai ke tempat tujuan. Samy dan Beni sangat kesal dengan kejadian yang tidak terduga tersebut.

Samy dan Beny sampai di tempat tujuan sekitar jam 5 sore. Mereka langsung menuju ke rumah yang cukup tua dan tak terurus yang tak lain adalah tempat persembunyian Gareng bos mereka. Samy dan Beni sama sekali tidak melihat batang hidung bos mereka, yang ada hanyalah suara katak yang kencang dan jangkrik. Tidak ada tanda-tanda seseorang yang berada disana, Samy dan Beni menganggap bahwa Gareng telah meninggalkan tempat tersebut karena mereka telah telat dua jam.

Samy dan Beni sangat kesal dan geram karena mereka telah berjam-jam di perjalanan hanya untuk pergi ke tempat sepi ini. Mereka memutuskan untuk pergi kembali ke kota, namun mereka merasa kelelahan. Samy dan Beni pun mencoba untuk beristirahat terlebih dahulu di tempat tua itu, tetapi belum juga mereka beristirahat tiba-tiba ada yang menelepon Samy.

“Hallo, dengan siapa?”, tanya Samy.
“Masa kamu tidak kenal denganku, aku adalah teman lamamu bung!”, jawab wanita misterius itu.
“Teman lama? Memangnya kamu siapa?”
“Buka saja pintu rumahmu, aku ada di luar bung!”.

Seketika Samy dan Beni pun mengetahui siapa yang telah menghubunginya, dan mereka mencoba untuk kabur namun usaha mereka sia-sia karena telah dikepung sedikitnya oleh 50 aparat militer. Samy dan Beni tidak bisa melawan aparat militer itu karena peralatan perang mereka masih berada di bagasi mobil. Akhirnya Samy dan Beni pun bisa kembali tertangkap setelah dua tahun menjadi buronan. Sebelumnya, Gareng telah tertangkap saat kemarin siang. Dan yang menyuruh Samy dan Beni untuk pergi ke tempat terpencil ini tak lain adalah wanita tadi. Wanita itu adalah pimpinan aparat militer yang tugasnya untuk menangkap para pengedar berat nark*ba.

Samy dan Beni pun dibawa ke pengadilan dan mereka diberi hukuman seumur hidup mereka untuk berada di sel tahanan. Sel tahanan yang mereka tempati adalah sel yang sangat sempit dan tidak nyaman, dan telah diberi keamanan agar mereka tidak dapat kabur kembali.

20 tahun telah dilewati Samy dan Beni di sel tahanan yang penuh sesak. Dan dengan waktu itu pula mereka mencari cara untuk bisa keluar dan kabur dari sel tahanan yang seperti neraka itu. Berbagai cara selama 20 tahun mereka lakukan untuk keluar dari sel tahanan itu, dan akhirnya mereka telah mengetahui bagaimana caranya untuk kabur tanpa diketahui oleh aparat yang selalu menunggu dan mengawasinya.

Tepat tengah malam, Samy dan Beni melancarkan aksinya untuk kabur dari sel tahanan itu dengan penuh hati-hati. Untuk mengucapkan selamat tinggal kepada para tahanan, mereka pun meninggalkan 5 kg s*bu dan ekst*si di tempat itu agar para tahanan bisa menikmati sisa hidupnya di sel tahanan dengan senang.

Samy dan Beni pun kembali melancarkan aksinya setelah kabur dari sel tahanan yang telah mereka tempati selama 20 tahun, entah apa cara yang dilakukan mereka sehingga bisa keluar dari tempat yang seperti neraka itu. Samy dan Beni kembali mengedarkan barang haram kepada banyak targetnya di usia mereka yang kini menginjaki 73 dan 69 tahun demi kepuasan dan kesenangan semata untuk menghancurkan masa depan semua orang.

Cerpen Karangan: Erfransdo
Blog / Facebook: erfransvgb.blogspot.com / Erfrans Do
Sometimes those who fail are because they decide to give up when they are close to the point of success.

Cerpen Realita Samy dan Beni merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Taman Surga

Oleh:
Di balik sebuah jalan kehidupan yang terkadang kelam dan terang, kini aku berada di tepian jurang tanpa dasar yang ku sebut dengan sebuah jalan pilihan. Sebuah jalan pilihan dalam

Pedagang Kecil

Oleh:
“Naik lagi?” tanyanya dengan nada tinggi penuh penasaran, juga kekesalan. “Yah, hampir segala bahan baku dimonopoli para cukong (tengkulak besar, pen). Permainan harga pada akhirnya dianggap wajar. Hukum rimba

Bintang Fajarku

Oleh:
Zainab terjaga dari tidurnya akibat serbuan nyamuk-nyamuk nakal yang kelaparan. Padahal tubuhnya sudah kurus kering tetapi anehnya setiap malam nyamuk-nyamuk itu masih saja mengincar darahnya. Mungkin darah yang mengalir

Miss Taksi

Oleh:
Sebuah taksi berhenti di depan rumah megah di tengah kota. Sebuah rumah dengan tembok yang tinggi, dihiasi lampu taman di atasnya. Sudah pasti itu milik seorang pejabat atau pengusaha

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *