Ridho Di Tangan Suami

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Kehidupan, Cerpen Keluarga, Cerpen Penyesalan
Lolos moderasi pada: 14 November 2017

Hari yang menyenangkan bagi Sudirman, karena dia baru saja mendapkan bonus dari atasanya di tempat dia bekerja. Sudirman bekerja di sebuah Industri bagian suku cadang bidang otomotif. Setelah jam kerja berakhir, dia pulang dengan perasaan senang dan tidak sabar untuk segera menemui anak dan istrinya. Sebelum dia sampai di rumah, dia sempat membeli beberapa cemilan untuk dinikmati bersama. Setelah sampai di rumah, seperti biasa anak dan istrinya sempat mencium tangan seorang kepala keluarga dan disambut hangat oleh keluarganya. Karena waktu sudah menjelang malam, saatnya mereka bergegas menuju kamarnya masing-masing.

Saat dia akan memejamkan mata, tiba-tiba istrinya pun bertanya, “Mas, aku ingin berbicara penting” dengan seriusnya. Sudirman pun menjawab, “Memangnya ada apa ya sampai kamu berbicara seperti itu?” sambil terheran. Istrinya pun menjawab, “Aku ingin merantau mas” sambil tersenyum. Sudirman pun terkejut, ternyata istrinya ingin menjadi seorang TKW di Luar Negeri. Kaarena merasa penasaran Sudirman pun bertanya, “Sebenarya apa alasan kamu untuk memutuskan untuk merantau ke negeri orang, apa gajiku tidak cukup?” Tanya Sudirman pada istrinya. Istrinya menjawab, “Tidak mas, gaji mas tidaklah cukup buat kehidupan kita. Saya sudah capek mas hidup serba kekurangan saya ingin seperti orang-orang bisa memberi perhiasan mewah!!” dengan tegasnya. Kemudian Sudirman menjawab, “Mas tetap tidak akan Izinkan!” dengan rasa khawatir.

Semenjak saat itu mereka pun pisah ranjang. Sudirman tidur di ruang tamu sedangkan istrinya tidur di kamar. Anak-anak mereka merasa heran atas tingkah laku kedua orangtuanya, saat mereka bertanya kepada Sudirman dia menjawab bahwa dia dan istrinya sedang bergantian jaga di luar untuk melindungi mereka.

Suatu hari di malam yang gelap, Sudirman pun tidur dengan lelap. Tiba-tiba istrinya pun keluar dari kamar dengan pakaian lengkap beserta barang pribadi pergi mengendap-ngendap ke luar rumah, Ternyata dia ditunggu oleh seseorang yang akan menjemputnya pergi menuju bandara untuk pemberangkatan sebagai TKW di Luar Negeri.

Setelah bangun dari tidurnya, Sudirman pergi menuju kamar untuk membangunkan istrinya melaksanakan shalat subuh. Ternyata dia tidak ada di kamar, dan dia melihat sebuah surat di kasur. Sudirma pun terkejut, melihat isi surat tersebut. Ternyata istrinya pergi melarikan diri untuk mewujutkan niatnya sebagai TKW. Dia hanya bisa menangis dan pasrah kapada Tuhan agar istrinya diberi keselamatan.

Satu tahun telah dilalui oleh Sudirman dan anak-anaknya namun dia belum sempat mendegar kabar tentang keberadaan istrinya. Kemudian dia memutuskan untuk fokus merawat anak-anaknya terlebih dahulu. Sebelum berangkat kerja dia sempat sarapan pagi terlebih dahulu. Sambil menikmati sarapan, dia menyalakan sebuah channel di televisi. Lalu dia melihat sebuah berita tentang TKW yang akan dihukum mati karena dituduh membunuh majikanya. Sudirman pun terkejutnya, ternyata istrinya yang akan dihukum mati. Dia hanya bisa menangis dan berharap kepada Tuhan dan pemerintah pusat agar bisa menolong istrinya.

Sedangkan di sisi yang lain, istrinya pun menagis akan nasibnya. Kemudian dia teringat keluarganya di rumah kemudian dalam hati dia berkata, “Andaikan dia mematuhi perkataan suaminya, mungkin ini semua tidak akan terjadi” ujarnya.

Cerpen Karangan: Fidki Sya’ban
Facebook: Fidki Syaban

Cerpen Ridho Di Tangan Suami merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Empat Kata Terindah (Part 2)

Oleh:
Hari ini adalah pengumumam hasil casting. Karena Bu Natasya sedang sibuk dengan cafenya, beliau meminta Naura untuk menemani Anisa. Lagi pula hari ini tak ada jadwal syuting untuk Naura.

Izinkan Aku Menangis dalam Senyummu

Oleh:
Langit begitu muram, membakar awan hingga tampak merah menganga. Menyulut hingga dasar hatiku, membakat rongga-rongga dada hingga jantungku. Membuat hatiku murka pada Kekuatan Abadi yang memaksa bapakku kembali ke

Medul dan Nedul (Part 1)

Oleh:
Sahabat itu harus seperti teh manis. Ada yang menjadi gula. Dan ada yang menjadi bubuk teh. keduanya harus saling melengkapi untuk menjadi teh yang baik. Terkadang salah satu diantaranya

Dan Biarkanlah

Oleh:
“Kenapa semua ini terjadi padanya? Kenapa dia bisa seperti ini? Siapa yang tega melakukan ini padanya?” “Aku tau kok apa yang kau rasakan.” Rena mencoba menenangkan Davin yang tak

Keluarga Bahagia

Oleh:
Namaku Sania, nama lengkapku Sania Minata Ruani. Aku tinggal di kompleks perumahan Indah Purnama. Aku tinggal di sebuah rumah berukuran sedang, bersama dengan keluargaku. Ada Ayahku, Bundaku, Adikku dan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *