Salah Persepsi

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Kehidupan
Lolos moderasi pada: 2 July 2013

Malam itu pas ronda yang di adakan di lingkungan untuk mengisi kegiatan warga, seperti biasanya banyak orang berkumpul di pos ronda yang di buat permanen, mereka bercanda serta bercerita tentang pengalaman mereka yang sudah tua sedangkan mereka yang masih muda duduk sambil mendengarkan serta kadang bermain domino. Seperti biasanya jami dan waji ikut berkumpul di tempat tersebut mereka berdua termasuk anak muda yang rajin ikut kegiatan masyarakat yang di adakan dari pada melakukan hal-hal yang tidak baik seperti kebanyakan anak muda kebanyakan. Lain lagi dengan deni dan joni yang selalu keluyuran malam dan selalu berkumpul dengan temman–teman yang lainya di pertigaan yang biasa di gunakan untuk berkumpul oleh para anak muda sekitar, mereka berdua masih sekolah di smu jadi banyak memiliki teman di tempat yang lainya. Joni dan deni datang ke tempat pos ronda mengunakan motor rx king yang masih mulus dan semua orang di situ sudah tahu semua dengan tingkah mereka berdua yang selalu bengal dan bikin onar tapi hanya kenakalan biasa tanpa merugikan orang lain. Jami dan waji langsung memangil deni untuk berbicara sebentar dan jauh dari yang lainya dia mengatakan bahwa di tempat wati ada yang sedang main dan jam segini belum juga pulang padahal seorang lelaki bermain ke tempat wanita dan sudah malam hari begini sekitar jam 11 malam tidak baik di lihat oleh orang banyak.

Seperti biasanya deni dan joni di suruh oleh yang lebih besar untuk mendatangi orang tersebut untuk memberi tahu bahwa mereka sudah waktunya pulang dan aturan di lingkungan sini begitu. Mereka bertiga segera pergi ke tempat wati untuk menyabangi badrun yang biasa main ketempatnya wati, setelah sampai di depan rumah wati, deni menyuruh joni untuk memangil badrun yang sedang berada di dalam setelah joni mengetuk pintu dan bertemu dengan badrun langsung di ajak keluar menemui deni yang berada di samping rumah tapi badrun malah marah-marah dan tidak terima di perlakukan seperti itu oleh joni mungkin badrun kira joni badannya lebih kecil darinya serta tidak berani denganya setelah melihat deni badrun tidak berani apa-apa dan terus pamitan untuk pulang sebelum pulang dia berkata tidak enak di dengar oleh telinga tanpa di suruh lagi joni yang dari tadi sudah terpancing emosi langsung melayangkan tinju ke muka badrun dan langsung terjungkal ke tanah serta berdarah bibirnya. Wati yang melihat dari dalam langsung berteriak dan seisi rumah langsung keluar semua dan marah–marah kepada meereka bertiga dan mengatakan bahwa mereka selalu membuat onar dan mengangu orang lain. Setelah seisi rumah keluar mereka bertiga langsung pergi dan kembali ke tempat pos ronda tanpa memperdulikan perkataan dari keluarga wati.

Pagi harinya ketika ibunya deni pergi ke warung untuk membeli sayuran dia bertemu dengan neneknya wati yang mengatakan bahwa semalam deni bikin keributan dan mengangu orang lain yang sedang apel. Sedangkan ibunya deni diam saja dan berpikir bahwa deni telah mempermalukan keluarga mereka sendiri. Sampai di rumah deni sedang melihat tv di ruang santai sambil tiduran dan langsung di marahi oleh ibunya bahwa semalam telah berbuat onar di tetanga, setelah mendapatkan cerita dari ibunya deni langsung menjelaskan bahwa yang semalam itu bukan dirinya melainkan joni temanya yang juga masih sepupunya yang sering di rumahnya juga, semua orang mengangap semua itu ulahnya deni sebab semua anak di situ pasti temannya deni dan mereka semua juga mmengangap deni pemimpinnya, keluarganya wati juga mengira bahwa semua itu karena deni cemburu ke pada badrun yang lain kampung sering bertandang ke tempat wati dan deni di kira suka terhadap wati. Padahal deni sendiri sudah memiliki kekasih yang lebih cantik dari wati dan sifat dan perilakunya juga lebih baik darinya. Ia teman sekolahnya sewaktu smu di kota yang lain sedangkan orang–orang di situ tidak tahu sebab tempatnya jauh dan tidak pernah beermain kerumahnya deni. Ia bernama selfi sekarang masih melanjutkan ke perguruan tinggi sedangkan deni hanya membantu orang tuanya di rumah saja kadang juga pergi ke jakarta untuk bekerja dan tidak pernah lama.

Setelah kejadian itu badrun jarang bermain ketempatnya wati. Suatu malam dia bermain ke tempat wati bersama teman-temanya dan bicara mereka sangat keras dan terdengar dari luar ketika itu semua anak sedang berada di rumahnya joni yang tidak terlalu jauh dari rumah wati. Joni sangat kesal dan mengajak anak–anak di situ untuk mendatangi tempat tersebut untuk menyuruhnya pulang lagipula waktu sudah malam dan mengangu orang lain. Bukanya menerima dengan baik malah mengajak keributan dengan joni dan di situ terjadi pertengkaran mulut sedangkan deni yang berada di luar segera mendatangi mereka untuk melerai tapi tetap saja dan malah menjadi keributan baku hatam mungkin saja karena dia bersama teman-temannya dan merasa berani belum sampai terjadi yang lebih parah pak rt setempat datang karena laporan dari keluarga wati yang mengatakan bahwa deni bersama kawan–kawannya bikin rusuh di tempatnya setelah pak rt datang bukanya memberikan peringatan kepada warga lain yang bikin keributan malah memarahi joni dan teman-temannya karena sudah dari dulu ada laporan yang menyatakan bahwa deni dan teman–temannya selalu berbuat ulah itu juga bukan dari kelurga wati seorang melainkan dari yang lainya.

Deni dan teman yang lain maksudnya baik untuk melindungi warga dari pandangan buruk warga yang lain tentang wilayah tersebut yang di angap masa bodoh dan sebagai pemuda juga mempuyai tanggung jawab dari perbuatan yang tidak di inginkan mungkin saja pendapat orang lain berbeda dan caranya juga salah dan menyebabkan orang lain merasa terganggu dengan tindakan mereka semua yang mengandalkaan kekerasan mungkin sebagai pemuda tempat tersebut merasa tersingung dengan kelakuan badrun yang bertandang ke tempat wanita dengan seenaknya sendiri dan tidak memperhatikan tata tertib yang berlaku di masyarakat. Semua oranng di lingkungan tersebut juga merasa terganggu tapi mereka masa bodoh dan tidak mau menegur karena takut di angap mencampuri urusan orang lain. Padahal hidup di desa harus memperhatikan masyarakat sekitar dan tidak seenaknya sendiri. Setelah kejadian malam tersebut paginya terjadi kabar yang sangat tidak mengenakan bagi deni dan kawan-kawan, tapi mereka semua masa bodoh dan tidak ambil pusing dan sejak itu masa bodoh dengan lingkungan tersebut niatnya baik malah menjadi orang yang di angap meresahkan masyarakat.

Setelah kejadian tersebut pernah suatu waktu burhan merasa tidak terima dengan perlakuan tito yang meledek wati di sekolah dan dia mendengar penuturan dari wati sewaktu bermain ketempatnya dan pada suatu malam ketika tito berada di rumah di datangi oleh burhan beserta teman–teman yang lain, malam itu tito di ajak keluar dan hendak di bawa pergi dari tempat tersebut hendak di beri pelajaran dan malam itu terjadi keributan di jalan depan rumah tito dan tetangganya mendengar sesuatu dan keluar begitu nmelihat tito sedang di keroyok dan di kerumuni orang banyak pak saun tetangga tito langsung mengusir burhan bersama teman-temannya untuk pergi dan tidak membuat keributan di tempat orang lain dan membawa orang–orang. Setelah pak saun marah–marah mereka semua pergi dari depan rumah tito mungkin saja hal tersebut di ketahui oleh tema –teman tito bersama deni dan kawan kawannya bisa terjadi perkelahian di tempat tersebut. Setelah mereka diusir akhirnya mereka pergi juga dan malam itu tidak terjadi perkelahian di antara mereka. Besok paginya teman-teman tito sangat menyayangkan sekali atas kejadian tadi malam dan berniat untuk memberi pelajaran kepada burhan beserta kawan–kawannya jika terjadi hal seperti itu lagi. Sudah berulang kali seperti itu burhan selalu membuat keributan di tempat orang lain.

Suatu harti diadakan pertandingan sepak bola antar rw yang diadakan oleh karang taruna kebetulan tim rw tito bertemu dengan tim rw burhan itu sudah menjadi kebiasan setiap masuk semifinal maupun final berulang kali sering bertemu apalagi sekarang ada ketidak cocokan di antara sebagian pemuda. Saat itu pertandingan sedang di mulai dan kawan milik kirman penjaga gawang rw yang sama dengan tito di angap kemasukan oleh rw lawan atau milik burhan beserta kawan-kawanya padahal itu mengenai gawang tersebut dan kembali lagi kedepan tapi pihak lawan merasa telah menciptakan gol ke gawang kirman. Penyerang pihak lawan tidak terima dan hendak memukul kirman tapi teman–teman yang berasal dari rw lain datang seperti deni dan joni memeluk pnyerang tersebut dari belakang dan yang sebelah depannya memukul mukanya hingga terjungkal dan roboh. Setelah roboh semua penonton yang berada di luar segera datang dan ikut memukuli penyerang tersebut hingga babak belur sedangkan teman-temannya yang lain tidak ada yang mendekat mungkin saja takut dengan masa yang begitu banyak memukuli satu orang tersebut. Di luar lapangan burhan sedang mengejar tito yang berada sendirian dan hendak memukulinya beserta teman-temannya begitu melihatnya teman-teman tito yang sedang memukuli teman burhan segera berhamburan sebagian untuk mengejar burhan kembali tapi begitu melihat orang banyak hendak mengejarnya dia berlari dan bersembunyi entah kemana mungkin saja jika bisa tertangkap nasibnya akan sama seperti temanya yang sedang di pukuli ramai-ramai di tengah lapangan hingga tidak bisa bergerak sama sekali dan langsung di bawa ke puskemas sore itu. Setelah malam semua penonton dan pemain bubar ke rumah masing–masing untuk beristirtahat tapi lain dengan orang yang di pukuli sore itu hingga tidak bisa berjalan dan matanya bengkak.

Malam harinya dari dusun lain datang menghampiri ke rumah kirman untuk mencari kirman mereka kebanyakan orang tua yang membawa senjata tajam. Mereka ingin minta pertangung jawaban dari orang tua kirman karena anaknya telah melukai orang lain hingga di bawa ke puskemas padahal orang tua tersebut tidak tahu menahu apa permasalahan serta kejadian yang telah menyebabkan anaknya seperti itu. Dalam pencarian malam tersebut tidak kertemu dan besok harinya kades setempat menyarankan untuk di perudingkan secara damai saja di rumahnya. Malam itu juga semua orang tua yang anaknya telah terlibat di pertengkaran tersebut. Malam itu juga di rumah pak kades banyak orang yang berkumpul baik yang di dalam maupun di luar. Setelah semua yang terlibat telah beerkumpul pak kades memulai musyawarah untuk mendamaikan mereka semua untuk pertama kali meminta kepada pihak kelurga korban untuk mengungkapkan permasalahan serta tuntutan bagi pihak yang telah menganiaya anaknya hingga tidak bisa berjalan dan matanya bengkak. Pertama kirman yang di tuntut karena kejadian pertama dengannya tapi ada juga yang ikut memukuli seperti aris dan iwan yang sama–sama tidak suka dengan kelakuan anak-anak rw burhan yang sedikit–sedikit ribut. Mereka bertiga di tuntut untuk membiayai pengobatan ali anak yang di pukuli mereka bertiga hingga menjadi begitu. Tapi mereka bertiga tetap tidak mau menganti biaya perawatan terutama iwan dan aris bersikeras menolak menganti biaya pengobatan, mereka berdua mempuyai alasan bahwa itu semua perkelahian jika bukan ali yang babak belur mungkin bisa aris atau iwan lagipula itu juga urusan anak muda mengapa orang tua perlu ikut campur segala dan belum tentu anaknya yang di bela juga benar. Setelah terjadi perdebatan yang panjang di rumah pak kadus seno. Akhirnya ayah kirman mau menganti biaya perawatan ali tapi aris dan iwan tidak mau tahu jika nanti di jalan bertemu kembali dengan ali, sebelum sidang di tutup aris dan iwan dari pada di suruh menganti biaya pengobatan ali lebih baik berkelahi kembali dan siapa yang menang tapi semua orang tua pihak dari rw kirman melarang terjadi perkelahian lagi..

Cerpen Karangan: Hermawan

Tips dari admin: cukup banyak kesalahan pengetikan di cerpen ini, untuk cerpen cerpen ke depan sebelum di kirim sebaiknya di baca kembali terlebih dahulu dan di perbaiki dulu kesalahan kesalahan dalam pengetikan dan penggunaan tanda bacanya

Cerpen Salah Persepsi merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Mukena Untuk Ibu

Oleh:
“selamat beraktifitas dan tetap semangat” aku mengakhiri siaranku di salah satu stasiun radio swasta di kota Bogor. Ku tancapkan sisa-sisa semangatku sore itu, sutera jingga di langit barat terpintal

The Beautiful Name

Oleh:
Pagi menyapa dengan senyuman mentari yang menghangatkan meskipun pagi ini masih sedikit basah oleh embun dari sisa hujan semalam. Udara pagi ini begitu sejuk membuatku tak henti-hentinya memenuhi setiap

Ajian Burung Cinta Kasih

Oleh:
Fajar menyinsing, mengiring hembusan angin senai-senai menusuk tulang, Jumat 1980 di Kota Bengkulu. Kicauan Burung Murai bersahutan di atas Pohon Mahoni, yang oleh penduduk setempat disebut Pohon Kenina. Di

Gadis Keturunan Karaeng

Oleh:
Lagi-lagi Faisal akan dijodohkan dengan anak pengusaha terkenal dari Makassar. Dini, seorang pengarang buku yang cukup ternama dan memiliki garis keturunan karaeng. Hubungan keluarga Faisal dengan keluarga itu cukup

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *