Salah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Galau, Cerpen Kehidupan
Lolos moderasi pada: 15 January 2016

Apakah kalian percaya akan adanya Tuhan? Hahahaha…. lelucon macam apa itu? Tuhan? Aku tak percaya itu semua. Bukan tak percaya, tapi berhenti untuk percaya. Aku tak lagi menganggap Something yang orang-orang sebut dengan Tuhan itu ada. Karena apa? Bukankah Tuhan itu sesuatu yang memberi keadilan, lalu apakah aku memiliki keadilan? Tidak!!

Ujian? Apakah Tuhan akan memberi hambanya ujian melebihi batasnya? Tidak! Tapi kenapa Tuhan memberiku ujian melewati batasan kemampuanku? Aku benci mengungkap sesuatu yang sudah terkubur rapat dalam ingatan, tapi tak mungkin akan terus ku kubur dalam sesuatu bernama memori, bukan? Kenapa kalian memintaku kembali ke masa lalu? Tidak! Aku tak akan pernah kembali pada sesuatu yang membuatku hancur. Kehancuran yang membuatku tak bisa bangkit lagi, bahkan untuk sekedar merubah posisiku barang sejenak saja aku tak mampu. Apalagi bangkit berdiri seperti dulu.

“Nev… madam Lyn memanggilmu.”
“Ah, Rina. Maaf aku melamun.”

Ku langkahkan kaki jenjangku menuju ruangan Madam Lyn. Suara musik disco benar-benar memekakkan telingaku meskipun setiap malam aku mendengarnya, tetap saja telingaku terasa sakit. Dan yang paling membuatku kesal adalah para lelaki hidung belang yang sengaja menyentuh bagian vital tubuhku. Namun ku hiraukan saja, toh mereka tak akan berhenti jika aku memberontak. Jadi lebih baik ku biarkan saja daripada membuang emosi dan tenagaku.

Cklek!

“Masuk Neville!” ujar seseorang dari dalam ruangannya.
Tampak seorang wanita yang tampak muda di usianya yang menginjak kepala lima sedang menyesap wine dari gelas kristalnya.
“Ada apa Madam?” tanyaku agak sopan.
“Besok malam. 120 juta. Hotel xxx.” jawab madam Lyn tanpa basa-basi.
“Berapa persen bagianku?”
“Seperti biasa. 60%. Sisanya tentu saja bagianku. Cukup 2 jam saja Nev!” jawab madam Lyn sambil menyeringai.
“Ku terima!” jawabku tegas.

Ku pandangi bangunan dengan arsitektur Romawi kuno di depanku dengan tatapan hampa. Entah kenapa kakiku malah mendekat ke arah bangunan yang memiliki banyak tanda salib di dinding dan atapnya itu. Tidak! di sana ada sesuatu yang ku benci. Samar ku dengar suara nyanyian dari sana yang malah membuatku makin mendekat. Sial, tidak. Tuhan tak akan menerima pel*cur murahan sepertiku. Tiba-tiba seseorang menepuk pundakku yang membuatku sedikit terkejut.

“Mari sama-sama!” ajak orang itu.
“Apa Tuhan masih mau menerimaku?” tanyaku gugup.
“Tuhan tak pernah menguji umatnya melebihi batasannya.” Ucapan itu, ucapan yang sering aku keluhkan. Apakah aku salah telah membenci Tuhan?

Cerpen Karangan: C.Y. Dhiiy
Facebook: Akatsuki Dhiiy
Namaku C.Y. Dhiiy Yhanz. Umurku masih 13 tahun. Maaf apabila cerpen di atas terlalu dewasa.

Cerpen Salah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Bersama Nya Sedikit Lebih Lama

Oleh:
Hari seperti biasa di ruang kantor baru ku, maklum kantor ku baru pindah tempat dari ruko yang kecil nan sumpek. Hari ini adalah hari pertama untuk kedua staf baru

Sahabat Slamanya

Oleh:
Senja yang dulu indah sekarang seakan tak berarti lagi pada seorang gadis yang sedang merenung karena telah kehilangan sahabat-sahabatnya yang slalu menemani suka maupun duka. Dulu sewaktu aku duduk

Past of Moment

Oleh:
“Huacchh..” terpaksa aku harus menguap dan secepat mungkin aku menutupnya. jam menunjukkan pukul 04.00 pm. kupandang suasana di luar yang dapat ditembus oleh kaca tepat di samping tempat dudukku.

Senyum

Oleh:
Di batas desa yang indah aku berhenti sebentar. Ku lihat jalan setapak dengan pandangku, mula-mula turun kemudian naik, mendaki lereng sebuah bukit penuh tegalan singkong. Aku memandang ke langit

Reuni

Oleh:
Kalimat apa yang pertama kali melintas dalam benak kita saat mendengar atau membaca kata reuni? Sudah pasti jawabannya adalah berkumpul dengan teman-teman sekolah yang sudah sekian tahun tidak berjumpa.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *