Satu Kelapa Dua Cinta

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Kehidupan
Lolos moderasi pada: 3 October 2020

Hamparan pasir putih tersibak gelombang tinggi Pantai Selatan. Bukit Srandil hijau menjulang. Sepasang camar menukik berkejaran. Fandi dan Fanny bergandengan tangan berbasahan menyusuri bibir pantai. Fandi bercelana pantai bertelanjang dada, badannya yang tegap kehitaman, berkilat karena bermandikan keringat. Kaca Mata hitam menutupi sorot tajam mata elangnya. Fanny mengenakan Sweat Biru selutut dibalut dengan kain pantai ungu berpadu dengan singlet kuning. Rambutnya yang panjang menjutai dibiarkan berkibar diterpa angin pantai. Gadis mungil berhidung mancung ini menutup matanya yang berbulu lentik dengan kaca mata hitam sporty.

Kedua pasangan sejoli yang baru jadian seminggu yang lalu ini. Sedang merayakan jalinan cintanya dengan menikmati permainan ombak laut yang tinggi berkejaran. Fandi Playboy Flamboyan di sekolahnya sungguh tersanjung ditembak Fanny gadis cantik adik kelasnya. Fandi memang ganteng penuh pesona. Gaya fashionnya berbeda dengan cowok sekelasnya. Lengan bajunya digulung menonjolkan kekar lengannya, kerah bajunya dibiarkan jabrik ke atas, kancing baju dibuka dua, sehingga dada bidangnya kelihatan. Cewek mana yang tidak klepek-klepek untuk mendapatkan cintanya.

Fanny seakan tidak mau melepaskan genggamannya terhadap Fandi. Kadang Fandi menggoda menyibakkan air laut ke muka Fanny, kemudian berlari menjauh. Fanny mengejar dengan nafas terengah. Fandi semakin mempermainkan kekasihnya. Meledek, menyibak air, bahkan lidahnya menjulur menjengkelkan Fanny.

Sejoli jika dimabuk cinta, tak peduli terik matahari, tak peduli pasir putih lengket di tubuhnya. Keduanya bercanda, seakan dunia milik berdua. Dasar Kampret Alas Krumput, emang penulis lu anggap ngontrak.

Bayangan matahari berjarak tiga tombak disisi timur. Tanda hari menjelang sore. jejeran pohon nyiur tinggi membelah langit. Rumput hijau menghampar dibawahnya. Masih bertelanjang dada Fandi merabahkan badannya beralaskan kain pantai. Kepalanya disandarkan di pangkal batang kelapa. Lima langkah depannya Fanny berjalan seperti macan lapar, pinggulnya bergoyang bak model di catwalk, sambil kedua tangannya memegang kelapa muda berukuran besar, dua sedotan minuman nancap di atasnya. Fandi segara bangkit dari rebahannya, duduk bersila. Keduanya bersamaan menyedot segarnya air kelapa muda. Kedua kening sejoli ini beradu, Mata elangnya tajam Fandi saling bertatapan dengan mata berbulu lentik Fanny. Medan magnet cinta berbeda kutub saling menggetarkan, manarik satu sama lain. Seiring dengan pergeseran hidung yang saling bersentuhan, pegangan keduanya terhadap kelapa muda terlepas. Butir kelapa muda menggelinding ke arah pantai tertelan ganasnya ombak laut selatan. Surya kemerahan tertelan bukit Srandil, Fandi menyium lembut kening Fanny, turun ke hidung mancung Fanny, hingga mendarat di bibir mungil yang sensual. Keduanya berpagut mesra, Fanny terengah, tubuhnya bergetar hebat detak jantungnya meloncat-loncat naik turun. Tubuh mungil Fanny serasa terbang melayang, terbuai oleh permainan cinta sang Playboy Kampret Alas Krumput. Boro-boro penulis pernah mencium cewek cantik, Pegang tangan aja gak berani. Sial

Hujan deras mengguyur, langit hitam keabu-abuan, Kilatan petir dan gelegar bersautan. Suasana kantin Mbak Dasem sore itu agak sepi, hanya ada beberapa pengunjung yang menikmati bakso Mbak Dasem yang cukup terkenal di kawasan Buntu. Selain harganya sesuai dengan kantong anak asrama, juga bisa kasbon dulu. Biasanya anak-anak akan melunasi setelah dapat kirimin wesel dari orangtuanya. Fandy duduk di pojokan kantin, ditemani secangkir wedang asem hangat. Bibirnya mem-bentoel, asapnya dihembuskan menyerupai awan bolong, sirna tertiup kipas angin berdebu dan berkarat hitam. Tampak dikejauhan seorang gadis berpayung kuning masih memakai seragam SMA bersandal jepit berjalan menuju kantin Mbak Dasem. Setelah melipat payungnya berbegas masuk duduk mengampiri Fandi, tanganya membetot beberapa helai tissue untuk mengelap air hujan yang nyiprat di wajahnya.

Kedatangan Rani gadis hitam manis, berambut sedikit ikal diikat bak ekor kuda. Kaca mata minus mengiasi wajahnya yang cantik. Sesuai dengan janjian dengan Fandi saat masih di sekolah.
“Mau minum apa Ran?”
“Teh manis hangat saja mas” sahut Rani sambil mengelap kacamatanya yang mengembun.
Tak lama mbak dasem datang dengan membawa segelas teh hangat dan sepiring mendoan yang baru diangkat dari penggorengan dan beberapa butir cabai hijau nan pedas. Mendoan adalah camilan kas Banyumas yang legendaris. Tempe tipis berselimut tepung terigu, yang digoreng tidak terlalu matang. Menikmati mendoan sambil menggigit cabe duh sensasi rasanya nancep ke ubun-ubun.

“Ran, bantuan apa yang kau harapkan dariku?” Tanya Fandi sambil mulutnya menikmati mendoan hangat.
“Mas belakangan ini ada cowok yang mengejar-ngejar aku, aku risih dan tidak suka”. Terang Rani. Sambil merapikan anak rambutnya yang menjuntai di pipinya.
“Lho, normal kan kamu cantik dikejar-kejar cowok, kalau dikejar kambing bandot baru aneh”. Timpal Fandi seenak jidatnya. Dalam hati Fandi mengagumi kecantikan Rani. Apalagi melihat gunung kembar yang membusung dibalik seragam SMA jungkies Rani. Fandi menelan air liurnya sendiri. Dasar Kampret Alas Krumput. Fanny mau lu kemanain?
“Mas Fandi mau kan menolong saya?” Tanya rani sedikit genit.
“Tolong apaan. Gebukin dia? Sebut aja namanya siapa? Mau langsung rumah sakit atau kuburan?” Play Boy Alas Krumput sok jagoan. Prett
“Jangan dong mas, ntar kita masuk penjara”. Rengek Rani.
“Masuk penjara malah asik, asal sama kamu” Gombalan kelas kampung mulai diobral. Dasar Bandot
“Mas, mau gak jadi pacar pura-puraku. Biar si Rudi gak mengejarku lagi”. Pinta Rani.
“Pacar beneran baru mau” sergah Fandi.
“Idih… Kan Mas Fandi sudah punya Fanny?” jawab Rani genit manja. Kampret Alas Krumput, belum lama ditembak Fanny, ini di depan hidung mesumnya ada gadis imut centil. Sungguh beruntung nih bandot.

Hawa dingin Berhembus halus di Bukit Baturraden. Kawasan hutan lindung dengan pesona Pancuran Tujuh. Tempat wisata ini dapat ditempuh kurang sejam dari Purwokerto. Dengan motor RX King kesayangan Fandi, Rani terbonceng mesra dengan melingkarkan kedua tangannya di pinggang Fandi. Badannya menempel erat di punggung Fandi. Gesekan benda kenyal memacu Fandi untuk segara tiba di Baturraden. Aliran darah mesum Kampret merasuki jiwanya. Pesona kecantikan alam Baturraden tidak penting bagi Fandi. Kecantikan dan kemolekan tubuh Rani yang membuat dia kelojotan tidak karuan. Pohon-pohon besar nan rimbun, kicau burung hanya pemanis suasana syahdu. Kedua pasangan bohongan ini terlibat cinta terlarang. Entahlah penulis kehabisan kata-kata untuk mengungkapkan kegilaan sepasang kampret binal ini. Biarlah rumput liar dan dedaunan kering yang mengungkap kisahnya.

Hari berganti bulan, bulan berganti tahun. Hingga akhirnya si playboy Alas Krumput dinyatakan lulus. Dua tahun terlibat asmara panas SATU “KELAPA” DUA CINTA. Dia pergi meninggalkan gombalan mendayu sukma. Merananya dua gadis kehilangan mahkota.

Cerpen Karangan: Anan Sukanan
Facebook: facebook.com/skennanda

Cerpen Satu Kelapa Dua Cinta merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


The Great Actions

Oleh:
Namaku Soffie Anggraini, aku sekarang duduk di bangku SMA. Aku mempunyai teman cowok, namanya Doni. Ganteng juga sih! Banyak yang nge-fans sama dia, termasuk aku. Tapi kayaknya setahuku, satu

I Love You, Kaka

Oleh:
Cindy menghembuskan napas, mencoba menetralisir degup jantung yang sedari tadi membuatnya gugup. Perlahan, dia menaiki satu per satu anak tangga. Semakin dia melangkah, degup jantungnya semakin kencang. Ingin rasanya

Ketika Hati Bicara

Oleh:
Matahari mulai menampakkan wajahnya di ufuk timur. Awan-awan putih bergeser mengikuti gerak angin. Alunan angin menggoyangkan ranting-ranting pohon, ke kanan, ke kiri. Hembusan udara pagi menerpa wajah Dinda yang

Hujan Di Bulan November

Oleh:
Hujan amat deras mengguyur kota bandung, tak menyisakan berkas berkas pengasihan kepada penduduk yang hendak beraktivitas. Rere yang menatap butiran-butiran hujan dari jendela kamarnya menjadi pilu, sembari mendengar berita

Perasaan Tertarik?

Oleh:
Mungkin aku merupakan tipe perempuan yang mudah tertarik kepada sesuatu. Tapi aku tidak bodoh. Aku tau perbedaan antara rasa tertarik dan rasa… apa ya? Cinta? Entahlah. Bukankah banyak yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *