Sebuah Asa

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Kehidupan, Cerpen Keluarga, Cerpen Perjuangan
Lolos moderasi pada: 22 September 2013

Aku terlahir dari keluarga yang sangat sederhana dan tak mempunyai banyak materi, sedari kecil orang tuaku selalu mengajarkan kepadaku apa arti bersyukur, dan dari situlah aku selalu berusaha menghargai apa yang telah aku miliki dan aku selalu mencoba selalu mengucap syukur meskipun terkadang aku sulit untuk mengatakannya.

Sekitar umur 8 tahun aku yang seharusnya menjadi anak bungsu akhirnya mempunyai adik karena ibuku “kebobolan” untungnya saja ibuku melahirkan normal meskipun ketika ibuku melahirnkan usianya sudah paruh baya dan memang menurut pandangan dokter sudah sangat rawan melahirkan di usia yang menjelang senja, adikku lahir dan mulai mengirup udara bumi pada tanggal 10 november 1995, adikku sangat cantik, bayi perempuan kulitnya putih kemerahan dan matanya yang masih terkatup belum sanggup tuk melihat dunia, semenjak ia keluar dari rahim ibukku ia hanya menangis sambil menendang-nendang kaki mungilnya… dan ketika adikku mulai di bersihkan dan di chek ternyata adikku lahir tidak sempurna… astaghfirullah… kaki adikku cacat.. telapak kakinya tidak seperti kaki normal orang kebanyakan, ada rasa sedih yang menyelimuti hatiku, kakak-kakakku, terlebih ibuku yang sudah pasti mengarapkan anaknya terlahir normal karena tak ada bayaran rasa sakit yang membahagiakan saat melahirkan selain seorang ibu yang melahirkan itu melihat anaknya terlahir sehat dan sempurnya, tapi itu sudah kehendak Allah SWT sebagai manusia yang hanya menerima pemberian-Nya hanya bisa bersyukur meskipun sulit.

Tahun pun beranjak adikku tumbuh menjadi balita yang pintar dan sangat menggemaskan tubuhnya yang gemuk padat, rambutnya yang pirang hingga kami kakak-kakaknya tambah menyayangi kehadirannya di tengah keluarga besar kami, aku 6 bersaudara dan aku anak kelima, meskipun di awal aku kecewa harus mempunyai adik lagi terlebih ada juga rasa malu karena kondisi ibu sudah sangat kurang pantas untuk memiliki lagi bayi, tapi lama kelamaan aku sangat menikmati peran baru dalam hidupku yaitu menjadi seorang kakak, dan sejak saat itu aku mulai berjanji akan selalu menyayangi dan melindungi adik mungilku nan lucu itu.

saat aku lulus sekolah aku mulai mencari pekerjaan untuk membantu kebutuhan keluargaku yang sudah tak bisa lagi mengandalkan penghasilan dari abahku yang sudah mulai renta, dan aku bersyukur aku bisa mendapatkan pekerjaan yang penghasilanya bisa sedikit membantu sekalipun hanya bisa untuk menutupi spp adikku, aku sadar aku hanya manusia biasa yang terkadang lelah dengan tantanngan hidup yang cukup sulit, aku juga mengalami pelajaran hidup dari pengalamanku aku tak lepas dari masa-masa pencarian jati diri, tapi bersyukur aku memang sempat mengenal dunia anak muda yang suka hura-hura, tapi tak berlangsung lama, karena aku sangat menyadari siapa aku dan apa tujuan aku hidup.

salah satu kalimat yang membuat aku tak pernah ingin berhenti untuk semangat adalah tentang cita-cita dalam hidupku, aku kepingin hidupku bisa berarti untuk orang lain. ya itu adalah mimpiku yang terindah yang masih terukir dalam hatiku hingga kini, aku akan terus berusaha sampai aku sudah tak sanggup utuk bernafas, aku tak mau gagal… tolong aku ya Allah.

26 mei 2013…
Lama sekali aku tak membuka dairy ini.. Tak terasa air mataku mengalir hangat di pipi membaca sepenggal cerita yang aku tulis ini. Kini dalam hatiku aku berbisik.”aku bangga menjadi aku”
Ya…!!! Saat ini hujan turun tak kunjung reda sejak dari jam 1 siang tadi.. Aku masih duduk di dalam bis sepulang dari kampus tempat aku menuntut ilmu mengejar cita cita ku. Dari dalam bis aku melihat hujan yang membasahi jalan dan membuat kaca jendela lembab berembun.. Yang kufikirkan aku sangat bersyukur atas segala nikmat Allah SWT yang masih memberikan padaku kesempatan yang selalu aku cari..

Mimpiku banyak sekali
Meskipun aku tau semua itu sulit namun kini kakiku sudah mulai melangkah dan perjalanan ku masih sangat jauh tentunya…

Adikku yang manis masih belajar menuntut ilmu di sebuah sekolah yang sangat jauh dari rumah dan aku selalu tak pernah berhenti berharap agar dia bisa menjadi anak yang berguna..
Teruslah semangat adinda .. Nyimah akan jagain kamu sampai kamu bisa

Cerpen Karangan: Simah Ayu Lestari
Facebook: Sizter Cimones Ayyu

Cerpen Sebuah Asa merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Allah Give More

Oleh:
Aisyah Nurunnisa adalah anak yang memiliki kekurangan pada fisiknya walaupun dia memiliki kekurangan namun dia mampu menghadapi berbagai lika-liku hidup dengan yakin kepada Allah bahwa Allah sangat menyayanginya. Dengan

Kasih Sayang Seorang Ayah

Oleh:
Hai namaku Aisyah, aku hidup bersama ayahku. Ibu ku sudah meninggal saat ibuku melahirkanku. Aku tak sempat untuk melihat wajahnya. Tapi foto-foto ibulah yang membuat ku menjadi semangat. Ayah

Senyum Terindah Darimu

Oleh:
Senyum itu, bukan sekedar ku menggapai bintang. Bukan sebatas ku berpijak dalam awan. Juga bukan hanya hiasan saat ku lihat hujan. Walau sekilas pelangi, tapi sangat berharga bagiku tuk

Remaja Penyemir Sepatu

Oleh:
Di suatu siang yang amat terik, terdapat anak laki-laki yang sedang termenung di halte bus. Ia membawa kotak semir sepatu. Anak itu bernama Paijo. Ia adalah seorang anak yatim

Bersama Hujan

Oleh:
Rintik itu hadir kembali, rintik yang selalu membawa hatiku ke dalam jurang kebencian, mengingatkanku akan sebuah kekelaman. Aku benci hujan, iya itu benar. Hujan telah merenggut bahagiaku, bukan hanya

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *