Sebuah Rahasia

Judul Cerpen Sebuah Rahasia
Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Kehidupan
Lolos moderasi pada: 18 May 2013

Banyak hal yang mengherankan di dunia ini. Segala sesuatu entah terjadi secara alamiah atau mungkin sengaja di buat seperti itu. Ini sebenarnya adalah rahasia yang bukan rahasia, faktanya kami tidak menyembunyikan sesuatu dari mereka, hanya saja sesuatu itu menjadi rahasia karena kami berbeda dan bisa di bilang bukan suatu kepantasan. Tapi justru perbedaan itu malah menjadi momok spesial dalam diri kami, menjadi sebuah hal berharga yang sedikit di jaga keasihannya.
Ini semua yang pernah kami lalui selama 2 pekan bahkan mencapai 1 bulan lamanya di hunian, kami pikir itu sangat singkat, karena hal yang menyenangkan itu kini sudah tidak ada lagi.

Pertemuan awal memang teramat biasa saja, saling pandang dengan tatapan biasa, saling kenal dengan perkenalan yang sewajar-wajarnya, karena sekali lagi kami memang berbeda. Status kami berbeda, dunia kami berbeda, segalanya berbeda.
Sedikit ku tersenyum sebab dengan sedikit rasa ketidakpercayaan akan apa yang terjadi saat itu.

Di pekan ke 2, semuanya jadi tak biasa, kami bisa saling mengerti satu sama lain, terkadang saling tatap dengan tatapan penuh arti, saling kenal dengan segala latar belakang masing-masing, tak terkecuali status keluarga. Kami mulai cocok dengan percakapan yang perlahan mengarah pada sesuatu pertanyaan besar, “Benar atau salah?”. Mempersatukan persepsi, status, bahkan dunia kami yang jauh berbeda, kami coba dekatkan dan satukan dalam suatu ikatan yang disebut ‘Cinta’.

Sesekali apa yang kami lakukan semuanya terasa hambar, sempat ragu tapi itu hanya sepintas. Pekan ke 3 telah menunjukkan bahwa kami seolah-olah manusia yang tidak merasa salah, semua terjadi begitu saja, kami selalu berdua kemanapun kaki melangkah, tak ingin jauh, tanpa memikirkan hal lain, yang penting adalah kami segalanya dan selalu bersama kemanapun itu.

Selanjutnya di pekan ke 4, hal itu yang tumbuh dengan segala resikonya, dengan segala konsekuensinya, dengan segala atmosfernya, aromanya, rasanya, kesenangannya, keindahannya, segala yang terasa benar dan sangat spesial itu tumbuh dan kian mengakar dalam jiwa kami, dalam hati kami, dalam nurani dan otak kami. Entah apa yang kami pikirkan, entah tertindih oleh rasa itu atau bagaimana?.

Suatu momen menunjukkan bahwa kami bukan manusia yang lagi taat akan segala sesuatu, taat akan aturan tuhan, taat akan etika bercinta, taat akan keluarga, taat terhadap prinsip sebagai orang baik, kami seakan tidak takut dosa, bahkan kami tidak sama sekali was-was pada orang-orang yang suatu saat akan tersakiti oleh tingkah laku kami. Tapi, momentum penting itu menghapus jati diriku sebagai manusia, bibirnya yang manis, gincunya merayu, lekukan tubuhnya yang menggoda, pelukannya erat, kecupan mesranya, desahannya, semua itu masih melekat erat dibenakku. karenanya itu menjadi hal biasa yang sering dia jajah kepadaku mewarnai 3 pekan terakhir di hunian. Kami rasa di sanalah godaan setan terindah yang kami nikmati sebagai saudaranya. Sedikit tersenyum angkuh waktu ku ingat hal itu. Tapi…

Saat ini kami sudah tidak lagi seperti waktu itu, kami terpisah jauh, aku telah kembali pada keluarga yang ku sayangi, istri dan juga satu orang anak, dia telah kembali pada kekasihnya yang sejak lama sudah menjadi tunangannya. Semuanya hilang terhapus waktu. Semua itu telah menjadi kenangan belaka yang tersimpan di kepalaku dan dia. Ku bilang…
“Kita telah terpisah sejak awal, kita memang tidak bersatu sejak awal bertemu, kita juga bukan sebuah ikatan, yang mengikat jati diri kita selama 4 pekan di sana hanyalah bumbu-bumbu penyedap rasa dalam indahnya hidup, semua itu hanya bunga-bunga melati yang mekar di musim penghujan dan kian gugur di musim kemarau panjang.”
Sampai pada hari ini memori itu tersimpan apik dalam keabadian. Cinta itu selamanya akan menjadi sebuah rahasia hidup di dunia ini, meski suatu saat akan terbongkar di alam mahsyar nanti.

Cerpen Karangan: Riky Fernandes
Blog: rikyfernandes.mywapblog.com
Facebook: Riky Fernandes

Cerita Sebuah Rahasia merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Bingkisan Untuk Mang Diran

Oleh:
DUA potong sarung dan dua stel baju sejenis kampret putih itu, terlepas dari genggaman tangan Narti. Jatuh begitu saja di atas tanah merah, tepat di depan rumah kontrakan yang

Sebatang Kara

Oleh:
20 tahun yang silam, mak wati hidup di tengah tengah keluarga besarnya. Tapi, semenjak suaminya yang seorang pensiunan sarsan meninggal, satu persatu anggota keluarganya mulai meninggalkan rumah yang masih

Sebuah Buku Pengantar Masa Depan

Oleh:
Aku ingat saat sebuah mobil mewah berhenti di depan rumahku. Mobil itu merupakan pemilik dari salah satu warga perumahan yang dianggap sebagai orang yang memiliki perusahaan terbesar di Indonesia.

Arang

Oleh:
Pagi ini aku sudah mandi dan sudah mengganti baju santai ke baju resmi. Baju yang biasa aku pakai untuk mengajar. Kemeja lengan panjang warna abu-abu polos dan celana kain

Harsh World

Oleh:
Pagi ini aku terbangun seperti biasa, aku membuka tirai jendela dan melihat keluar “Huufh!! Sepertinya cuaca hari ini bagus” “Kakak cepat bangun, makanan sudah siap” terdengar suara gadis memanggilku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *