Secercah Harapanku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Kehidupan, Cerpen Keluarga
Lolos moderasi pada: 29 November 2013

“kamu ingat, 13 tahun yang lalu tepat nya saat kamu berusia 4 tahun, waktu itu kamu menangis dan terus menangis karena sakit, dan dokter bilang di otak kamu ada gejala kanker. Pada waktu itu usia ku baru 8 tahun tapi aku tahu yang terjadi, papa sangat syok hingga akhirnya dia meninggal karena serangan jantung, dan kamu tahu apa yang terjadi dengan mama? Mama mengalami depresi berat dan akhirnya bunuh diri. Sejak saat itu aku dan kamu di asuh oleh nenek, harta peninggalan papa di gunakan untuk biaya kamu ke dokter dan sekolahku. Tepat saat aku lulus smp nenek meninggal karena diabetes, saat itu aku sangat terpukul tapi kamu bilang pada ku kamu akan selalu bersama ku padahal waktu itu kamu baru kelas 6 sd tapi kamu seoalah lebih dewasa dari aku,..” ku dengar tangisan kak bella seperti tidak kuat melanjutkan cerita nya

Sejak saat itu aku bersemangat sekali demi kamu, lulus smp aku bekerja di sebuah toko, aku bekerja siang dan malam agar kita bisa makan, agar kamu bisa sekolah dan bisa membeli obat. Suatu hari ketika aku mengantar mu ke rumah sakit, aku bertemu seorang dokter aku menceritakan apa yang aku alami dan dia menangis mendengar cerita ku, dia mengajaku dan kamu kerumah nya yang begitu besar seperti istana. Hingga sekarang masih ingat kan kamu dia mengangkat kita menjadi putri putrinya, dia begitu sayang pada kita karena dia tidak memiliki anak sama sekali, istrinya meninggal dan dia hnya sebatang kara.

Waktu pun berjalan amat cepat. Saat aku melanjutkan kuliah s1 farmasi menginjak semester 5 dia pergi dan untuk yang ke 3 kali nya aku di tinggal orang yang benar benar mengasihi ku. Hanya tinggal kamu dan aku. Aku kembali dilema saat itu kuliah ku terbengkelai karena aku harus mengurus mu keluar masuk rumah sakit, membiayai sekolah mu dan mengurus klinik miliknya. Tapi mengapa kini kamu berbaring di sini? Apakah kamu juga akan meninggalkan ku seperti mama, papa, nenek dan ayah? Lalu aku? Apakah aku harus sendiri di dunia ini, ku dengar kak bella menangis di samping ku tertidur,

Oh kakak ku aku bisa mendengar mu tapi aku tidak bisa menjawab dengan tutur ku, aku lemah tak mampu membuka mata, mungkin hanya air mata yang menetes ini yang mampu menggambarkan betapa aku ingin tetap di sampingmu kak aku masih ingat semua aku ingat akan semua perjuangan mu hingga saat ini. Waktu hujan deras kau menggendong ku berteduh, saat aku sakit kau mengantar ku kamu memohon agar dokter memeriksa ku walaupun kamu tidak punya uang, aku ingat kak. Ingin rasanya ku peluk engkau saat ini dan aku katakan banyak terimakasih untuk mu

Ku dengar suara langkah kaki, mungkin kak bella yang keluar dari ruangan ini, karena tidak kuat menahan arir mata nya, tapi seperti ada langkah kaki lain membuat ku bertanya tanya dalam hati
Hai siska, apa kabbar?”
Suara itu, seperti aku kenal.. Oh itu suara mega orang yang sedikit ku benci di kelas karena dia dekat dengan kak jo, guru seni musik sekaligus guru yang paling aku sukai, ah kenapa dia disinni bikin ku bad mod aja
“aku tahu mungkin selama ini kita tidak terlalu akrab, tapi asal kamu tahu aku inginn sekali menjadi teman mu, sahabat mu, dan orang yang selalu di dekat mu. Tapi kamu selalu nganggap aku musuh karena kedekatan ku dengan kak jo yang tidak lain adalah kakak sepupu ku” lanjut nya bicara pada ku.
Apa? Mega dan kak jo sepupu? Tapi kak jo selalu mengistimewakan mega di kelas musik. Aku masih terbayang saat mega tersenyum pada kak jo di hadapan ku, tapi tak pernah aku tahu mereka sepupu. Aku masih membencimu mega karena kau begitu akrab dengan kak jo
“aku ingin belajar banyak hal sama kamu, tentang hidup dan arti dari setiap detik waktu untuk mu, makanya aku berharap kamu akn bangun dan berkata pada ku bahwa kita berteman,”
Ya ampun mega yang selama ini ku benci ternyata sangat perhatian dan lembut pada ku, maafkan aku mega, aku janji jika aku bisa kembali aku akan berteman dengan mu. Aku pun mrasa sangat bersalah. Dulu aku pernah membentak mu, aku ingat bagaimana jahat nya aku menjahili kamu di sekolah, karena walaupun aku mengidap kanker otak aku tidak pernah bersikap seperti orang penyakitan, aku ingat bagaimana aku selalu membuat mu kesal, aku sungguh minta maaf mega

Beberapa waktu kemudian kembali ku dengar langkah kaki, aku berharap kali ini kak jo yang datang menjenguk ku
“bagaimana caranya agar kamu tahu bahwa kau lebih dari indah di dalam hati ini, lewat lagu ini ku ingin kamu mengerti aku sayang kamu, ku ingin bersama mu… (nikita willy: lebih dari indah)”
Ahhh suara nyanyian itu, dion teman, sahabat dan apapun itu. Aku sangat hafal lagu itu dan suara itu. Saat istirahat di sekolah aku sering menyanyikan lagu itu bersama dion tentunya khusus untuk kak jo
“masih ingat lagu itu? Itu kan lagu yang sering kanu nyanyiin kalau ada kak jo, sekarang lagu itu aku nyanyiin buat kamu, spesial mewakili perasaan ku pada kamu, aku tahu ini gak sweet kan buat kamu. Kalau nembak di rumah sakit? Makannya kamu bangun aku akan ungkapin semua dengan lebih romanntis seperti impian mu,”
Apa? Dioon nembak aku? Tapi aku ingin nya kak jo. Kenapa kamu dion? Kamu tahu kan betapa aku menyukai kak jo kenapa kamu bilang itu pada ku.
“siska aku sayang sama kamu sejak dulu. Aku rela jika kamu bersama kak jo jika itu membuat mu bahagia asal kamu bangun, kamu bisa bangun nyanyikan lagu ini dan raih impian mu menjadi seorang penyanyi yang terkenal, kamu bisa siska…!!!”
Dion aku baru sadar ternyata kamu lebih menyayangi ku dari aku menyayangi kak jo. Aku pasti akan berusaha bangun untuk kalian.. Ya allah ternyata ada banyak orang yang menyayangi ku, yang tak pernah aku sadari

Aku mencoba melawan semua rasa sakit ini, aku mencoba membuka mata dan menggerak kan seluruh anggota tubuh ku, tapi rasa kaku ini terus menghalangi ku
“siska.. Aku tahu kamu hanya tidur, tapi tidak benar benar tidur, kamu bisa mendengar ku aku tahu itu dari air mata mu yang terus menetes ketika orang orang satu per satu datang kemari menjenguk mu, maaf aku yang terakhir..”
Kak jo.. Suara itu benar benar suara kak jo.
“lagu yang kamu nyanyikan waktu perpisahan di sekolah itu adalah lagu yang paling cocok untuk suara kamu. Sangat indah tapi bukan kah itu hanya sebuah kata berpisah di sekolah. Bukan perpisahan selamanya?” puji nya pada ku
Terima kasih kak jo. Aku akan berusaha bangkit untuk mu, kak bella. Dion. Mega dan semua teman aku masih ingat lagu detik terakhir yang aku nyanyikan belum sempat selesai dan aku sudah terjatuh lemah tak kuat melawan penyakit ku, aku juga masih ingat saat kita latihan kak jo

Saat langit begitu cerah aku dan dion latihan vokal bersama kamu kak jo guru seni musik sekaligus guru kesayangan ku di sekolah, aku memang biasa menyanyi dalam sebuah acara kali ini aku akan menyanyi untuk acara perpisahan sekolah minggu depan. Ku ingat saat itu masih sangat jelas
“hmm gimana sudah siap latihan?” kak jo bertanya pada ku
“kau begitu sempurna, di mata ku kau begitu indah, kau membuat diriku akan selalu memujamu… (andra n the back bone: sempurna)”
“kelihatannya bukan itu lagunya tapi detik terakhir, ayo cepet ulangi”
“dari awal atau cuma reff?”
“dari awal dong.. Oh iya dion mana?”
“di sini kak” suara dion tergesa gesa menyusul kami
“usap air mata mu, dekap erat tubuh ku tatap aku sepuas hati mu,
Nikmati detik demi detik yang mungkin kita tak bisa rasakan lagi
Hirup aroma tubuh yang yang mungkin tak bisa lagi tenangkan lagi gundah mu…. (lyla: detik terakhir)”
“okke udah bagus cuma dion penghayatannya di tambahin ya,”
“siap kak,”

2 jam latihan bersama kak jo dan dion rasanya seperti hanya satu menit, cepat sekali.
1 minggu pun berlalu, kini waktunya memberikan perform yang terbaik, meskipun sedikit ku rasakan sakit kepala tapi aku tetap berusaha yang terbaik, bernyanyi bersama dion memang bukan hal yang baru tapi menyanyi di latih kak jo baru kali ini aku rasakan, aku bernyanyi menikmati lagu ini. Ku lihat kak bella duduk di hadapan ku, air mata nya menetes melihat ku bernyanyi, aku hanya membalas nya dengan senyum
Tiba tiba ku rasakan sakit yang begitu luar biasa di tengah lagu yang aku nyanyikan hingga aku tidak tahu apa yang selanjutnya terjadi
Ku rasakan tubuh ku terbaring di sebuah ranjang dari aromanya aku hafal sekali ini adalah ruang icu di rumah sakit hingga sekarang entah berapa lamanya

“sis, aku tahu kalau selama ini kamu menyukai ku, tapi apakah benar benar kau menyukai ku atau hanya sekedar mengagumi ku karena aku yang melatih mu menyanyi di sma?”
Kak jo tahu aku mnyukai nya? Tapi benar yang kamu katakan kak, aku tidak tahu apakah aku benar benar menyukaimu atau hanya sekedar mengagumi mu karena kamu yang melatih ku menyanyi di sma? Karena aku merasa sejiwa dengan mu.
“aku tahu aku disini harus membuat mu semangat hidup, tapi aku harus mengatakan kalau aku menyayangi mu sebagai adikku tidak lebih, dan sebenar nya aku adalah kekasih kakak mu, bella. Saat dia tahu kamu menyukai ku dia melarang ku mengatakan ini, bahkan dia menyuruh ku untuk mencintai mu, tapi aku tidak bisa, aku yakin siska kamu sudah dewasa kamu tahu kalau apa yang kita ingin kan tidak harus kita miliki, maafkan aku jika aku membuat mu terluka.”
Apa? Kak jo dan kak bella? Dada ku terasa sangat sesak air mata mewakili perasaan ku terjatuh begitu saja aku ingin bangun dan bertanya pada kak bella tentang semua ini, aku ingin bangunnn.
“apakah kamu marah siska? Bahkan aku lebih memilih kamu marah dari pada kamu diam terbaring disinni”
Aku berusaha sekuat tenaga ku untuk bangun, ya allah bantu aku, berikan aku hidup lagi untuk semua orang yang menyayangiku, perlahan ku gerakkan jemari ku sakit sekali menahan rasa nyeri pada tangan yang mungkin sudah cukup lama terdiam,
“dokkterr.. Dokterr…!!!” suara teriakan kak jo memanggil dokter.
Tak lama ku rasakan dokter memeriksa seluruh anggota tubuh ku, ku mulai membuka mata perlahan, tak begitu jelas ku lihat kak bella tersenyum, wajah nya pucat dan mata nya terlihat seperti orang yang menangis berhari hari, ingin aku memeluk nya tapi tangan ku masih begitu lemah. Aku berusaha lagi membuka mata lebih lebar ada dion, mega, kak jo dan beberapa teman kelas ku yang tersenyum melihat ku, jadi semua yang aku dengar tidak salah, mereka memang di sinni
“luar biasa tubuh ya kembali normal sesuai fungsi semua, bahkan mungkin kanker dalam tubuh nya bisa berkurang” kata dokter yang dari tadi memeriksa ku
“siska.. Kamu berhasil, nanti agar lebih jelas saya cek darah kamu dulu, untuk sementara jangan banyak bergerak pelan pelan saja ya” ucap nya pada ku sembari pergi bersama suster
Kak bella menatap ku dengan penuh kegirangan, wajah nya yang pucat mulai teralihaat segar
“terima kasih, kamu masih disini tidak meninggalkan kakak,” matanya mulai berkaca kaca
“seperti yang ku bilang, aku akan selalu disini buat kakak, apapun yang terjadi, aku akan berjuang untuk hidup lagi pula banyak urusan ku sama kakak yang belum kelar seperti kak jo” ucap ku memeluk kak bella
Kak bella hanya diam sesaat menatap kak jo dan kembali menatap ku
“kakak gak ada apa apa kok sama kak jo”
“yang bohong, yang jujur, yang tulus, aku tahu kak”
“siska maafin kakak, aku sudah berusaha sekuat hati ku sekuat kemampuan ku untuk melawan perasaan ini. Tapi aku sudah bersama jo sebelum kamu mengenal nya, awal nya kakak pengen cerita pengen ngenalin kamu tapi kamu sudah lebih dulu bercerita kalau kamu menyukai nya, kakak sudah berusaha menjauhi nya untuk kamu dan sekarang kakak sudah tidak ada apa apa siska, aku mohon maafin kakak” kak bella kembali menangis di hadapan ku
“kakak itu jahat, kakak keterlaluan, kakak gak pernah mikirin perasaan orang lain” jawab ku masih sedikit lemmah
“kamu itu bicara apa? Kalau bukan karena kamu kakak mu mungkin sudah menikah dengan ku paling tidak kami sudah bertunangan” sahut kak jo
“kak jo juga gak punya perasaan, kenapa kalian lebih mementing kan aku dari pada perasaan kalian, aku rela kalau kak jo bersama kak bella, kalian 2 orang yang aku sayangi, tapi kenapa kalian malah menjadikan aku alasan untuk rasa kalian? Aku merasa seperti orang yang paling jahat kalian tega sekali pada ku. Lagi pula siapa yang bilang aku mencintai kak jo, aku hanya mengaguminya dan dia memang kebih baik jadi kakak ku, dan yang aku cintai adalah dion, sahabat yang begitu dekat dengan ku, dan aku sadar perasaan ini datang tanpa aku sadari”
“apa? Kamu serius dengan ucapan mu siska?” kata dion seperti bingung
“ya, aku serius, terima kasih dion aku tahu cinta mu begitu tulus, aku bisa merasakan dan itu membuat ku semangat untuk kembali, mega maaf kan aku yang selalu sadis pada kamu selama ini aku terbawa emosi sehingga aku membenci mu maaf mega”
“aku tidak pernah membenci mu, dan aku paham sikap mu siska”
“terima kasih mega” ucap ku memeluk nya
Mereka seperti terkejut dengan pernyataan ku yang sesungguh nya baru aku sadari waktu aku koma dan berbaring di rumah sakit sekitar 2 bulan dan mendengar semua ungkapan mereka, oh aku menyesal kenapa baru aku sadari tentang semua ini.

Beberapa bulan setelah aku sembuh kak jo melamar kak bella dan akhirnya mereka menikah setelah kak bella lulus s1 farmasi nya. Aku dan dion melanjutkan kulian di universitas yang sama dia mengambil hukum dan aku memilih fakultas bahasa indonesia bersama mega yang kini jadi sahabat ku. Walaupun aku masih sering keluar masuk tapi kata dokter kanker di otak ku sudah turun jadi stadium 2 memang seperti mustahil tapi memang allah memberi ku waktu untuk jadi lebih baik lagi. Di samping kuliah aku menyanyi di sebuah cafe yang cukup terkenal, karena menyanyi sudah seperti jiwa ku yang tak mungkin bisa ku lepas begitu saja, sementara dion lebih memilih mengarang lagu untuku.

Beberapa tahun kemudian, aku memiliki keponakan joki namanya, dia mirip sekali dengan kak jo. Tak lama aku menikah dengan dion, walaupun kanker ku tidak sembuh total tapi dion masih menerima ku, aku bahagia di samping nya, bahagia bersama nya dan bahagia memilikinya. Hingga akhir nafas ku aku meninggalkan 2 anak kembar dengan dion. Allah memberi ku waktu hanya sampai pada aku melahirkan bukan aku membesarkan anak ku. Terima kasih atas waktu itu, aku bahagia memiliki kak bella, kak jo, joki yang udah mulai besar, dion dan anak anak ku. Aku yakin kalian akan bahagia sama seperti ku yang selalu berdoa untuk kalian, hingga kalian datang kesini menemani ku. Cinta ku untuk kalian

Cerpen Karangan: Winda Wahdania
Facebook: Whienndawach/eria Winda Wahdania

Cerpen Secercah Harapanku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Bersama Hujan

Oleh:
Rintik itu hadir kembali, rintik yang selalu membawa hatiku ke dalam jurang kebencian, mengingatkanku akan sebuah kekelaman. Aku benci hujan, iya itu benar. Hujan telah merenggut bahagiaku, bukan hanya

I Miss You

Oleh:
Senja. Siluet orange membuat sepasang mata ini enggan memalingkannya. Senja. Semilir angin sepoi-sepoi membuat hati ini damai. Di kota ini Aku selalu menunggu kabar seseorang nan jauh di sana.

Allegro

Oleh:
Bisa kuhitung dari awal pertemuan kita hingga saat ini. Kau yang tak pernah kusangka-sangka hadir begitu saja. Barangkali sejak pertama aku tidak pernah menyadari bahwa ternyata kau begitu hebat,

Love Story (Part 1)

Oleh:
Dita tak pernah melanggar aturan. Selalu tepat waktu. Dita adalah gadis rajin dan serius dalam melakukan apa saja. Bahkan kelewat serius sehingga ia dijuluki “Si culun” di kelasnya. Dan

Cinta Tak Semestinya

Oleh:
Sudah satu jam ini aku menunggunya. Namun ia belum datang juga. Hujan di luar sana kembali deras ,sesekali diiringi kilatan petir yang menggelegar. Aku semakin khawatir. Ku bergegas merogoh

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Secercah Harapanku”

  1. Anita says:

    Aku suka cerpen ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *