Selalu Bersama

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sejati, Cerpen Kehidupan, Cerpen Romantis
Lolos moderasi pada: 11 May 2018

Disaat angin berhembus dari laut bersamaan dengan matahari yang meninggalkan peraduannya. Menyinari separuh permukaan bumi, meneteskan butiran-butiran embun yang jatuh dari langit, warna hijau berseri menghiasi tanah yang membentang luas tak terhingga. Berdiri sebuah rumah sederhana yang terbuat dari kayu pohon jati berkualitas rendahan yang sewaktu-waktu akan roboh ditiup angin maupun dimakan usia. Di sanalah sepasang suami istri bernama Zaini dan Azzahra menjalankan kehidupan di sisa usianya.

Pada musim kemarau, mereka terbangun melihat kebun yang tak menghasilkan apapun. Padahal hanya kebun itulah yang menjadi sumber kebutuhan mereka sehari-hari. Sedih dan rasa putus asa menyelimuti suasana hati mereka.

“Azzahra, tolong buatkan aku segelas teh hangat” pinta Zaini
Dengan langkah gemulai Azzahra membawa segelas teh hangat yang diinginkan. Segera Zaini meminum teh itu sebelum kehangatannya memudar.
“kok, rasanya begini?” bertanya dan memandang Azzahra dengan tatapan sedingin es.
“kita saat ini kehabisan gula dan bahan dapur lainnya” jawabnya dengan lembut.
Ditatapnya lagi Azzahra, gadis berusia dua puluh empat tahun yang dinikahinya satu tahun lalu, meski bibirnya tak semerah buah naga, juga kulit dan rambutnya yang tak seputih salju dan lembutnya sutra. Tetapi, Zaini sangat mencintai Azzahra begitu pula dirinya. Meskipun kemiskinan menjerat mereka berdua, Azzahra rela menyisakan hidupnya bersama Zaini hingga ajal menjemput. Dengan rasa ikhlas Zaini meminum teh buatan istrinya tersebut.

Karena malam telah menyelimuti, Azzahra beranjak dari tempat duduknya dan meminta izin untuk beristirahat terlebih dahulu.
Zaini terduduk membisu memandang gelasnya yang telah kosong, hingga sat ini Zaini merasa bahwa menit-menit yang berlalu pada saat itu adalah menit-menit terpanjang dalam hidupnya.

Detik-detik berjalan dengan sangat lambat, jedanya bagaikan seumur hidup. Terlintas di pikirannya hidup berbahagia selamanya. Melihat ketabahan dan senyuman Azzahra membuat Zaini semakin bersemangat melawan kerasnya dunia. Suka, duka dan cinta ikhlas dijalani. Meski hasilnya akan terkubur di dalam tanah pada suatu hari nanti.

Cerpen Karangan: Adi Syaiful Iman
Blog / Facebook: LoAding Adi

Cerpen Selalu Bersama merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Si Anak Jalang

Oleh:
Embun pagi ini masih begitu terasa. Sayup-sayup kokokan ayam itu perlahan-lahan mengecil dan akhirnya menghilang. Mataharipun baru sedikit menampakkan sinarnya yang begitu terang dan berarti bagi kehidupan. Terlihat sesosok

Puting Beliung

Oleh:
Dia melihat awan yang mulai kelabu, kadang dia memperhatikan jalan yang dia tapaki, tapi sesekali juga dia menengadah lagi. Dia penasaran kenapa hari ini mendung begitu lama, tapi tidak

Inspirasi Buta

Oleh:
Kakiku terus kuangkat dan kuletakkan serta berpindah tempat dengan gerakan yang paling cepat. Berbutir-butir bening basah menempel di keningku, aku melepaskan dan mengambil udara di sekelilingku. Tanganku tak kuasa

Si Anak Kolong

Oleh:
Aku adalah seorang anak kolong… sebutan yang diberikan kepadaku karena aku selalu berpindah sekolah. Menurutku memang menarik punya kawan baru, rumah baru, guru baru dan tempat bermain baru, tetapi

Hidupku Tak Sepahit Jamu Ibuku

Oleh:
Tak ada yang istimewa dalam hidup Rofan. Dia adalah anak kedua dari empat bersaudara. Dia mempunyai seorang kakak perempuan, satu adik cewek dan satu adik cowok. Kakak perempuannya sudah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *