Semua Hanya Untuk Dinikmati Bukan Dimiliki

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Kehidupan, Cerpen Nasihat, Cerpen Renungan
Lolos moderasi pada: 11 November 2021

“Hidupku terasa berat”, sahabatku mengeluh kepadaku.
“Emang ada masalah apa?”, tanyaku.
“Hartaku habis, aku tidak lagi menjabat, isteri menjauh”, ia menceritakan masalahnya kepadaku.
“Kenapa kamu bersedih?, bukankah semua itu bukan milikmu”, jawabku.
“Maksudmu?” dia bertanya kembali.
“Coba kamu renungkan, ketika lahir, kamu tidak diberi bekal apapun dan kelak kita mati juga tidak bawa apapun”, aku mencoba menceramahinya.
“Tapi selama hidup, aku bekerja dengan giat sehingga mendapatkan harta, bukankah itu milikku?”, tanyanya sambil menyanggah.
“Daripada kamu suntuk kayak gini, ayo kita nonton konser”, ajakku untuk menghiburnya.

Kami pergi menonton konser, disaat konser aku lihat dia begitu menikmati pertunjukan seni itu.
“Apakah kamu menikmati?” tanyaku.
“Iya, Kawan, terima kasih. pertunjukan itu menghiburku”, jawabnya.
“Apakah kamu memiliki pertunjukan itu?” tanyaku.
“ya, tidak lah, itu kan karya mereka”, jawabnya.
“Begitu pula lah harta, kamu tidak memilikinya, kamu hanya menikmati saja, jangan merasa memiliki, ketika yang menciptakan mengambilnya, mengapa kamu bersedih”, kataku. Dia tertegun, dan mulai memahami ceramahku.
“Makanya jangan bersedih katika kehilangan harta, hadapi saja dengan sabar dan bersyukur, kamu akan mendapat rahmatnya yang lebih besar”, kataku.

“Apakah harta yang kamu dapati dengan cara yang benar?” tanyaku.
“Aku bekerja dengan cara halal”, jawabnya.
“Apakah kamu pernah bersedekah?” tanyaku.
“Belum”, jawabnya.
“Nah, mungkin itu permasalahannya”, kataku.
“Masa sih?” tanyanya.
“Menurutmu Koruptor, harus dihukum gak?” tanyaku
“Harus dihukum berat, Bro” jawabnya
“Mana yang lebih berat, Korupsi harta negara atau hak anak yatim?” tanyaku
“Apa hubungannya dengan hidupku?” tanyanya
“Kalau korupsi harta negara, negara masih bisa mencari yang lain, tapi kalau kamu korupsi hak anak yatim, kamu adalah orang yang lebih kejam dari koruptor” kataku.
“Karena anak yatim tidak dapat mencari jalan lain, dan wajar kamu diberi cobaan oleh Tuhan karena saat kaya lupa menyalurkan hak mereka” aku menjelaskan hukum bersedekah.

“Kenapa kamu kehilangan jabatan?” tanyaku.
“Pimpinanku tidak menyukaiku” jawabnya.
“Mengapa dia tidak menyukaimu?” tanyaku.
“Mana aku tahu, karena aku tidak tahu isi hatinya, padahal aku sudah bekerja optimal” jawabnya.
“Coba kamu tanya kepada yang tahu isi hatinya” kataku
“siapa?” tanyanya
“Tuhan” jawabku.
Dia hanya terdiam dan tidak bisa menjawab lagi.

“Ketika kamu menjabat, kamu hanya merubah gaya hidupmu, tetapi kamu tidak mampu merubah kehidupan orang-orang di lingkunganmu, itulah kesalahanmu sehingga Tuhan mengambil amanah-Nya melalui pimpinanmu meski kamu tidak tahu isi hati dia”. aku menasehatinya dan dia membenarkan dan akan memperbaikinya.

“Kenapa Istrimu menjauh?” tanyaku.
“Karena aku tidak punya apa-apa lagi” jawabnya
“Apakah isterimu wanita yang setia?” tanyaku
“iya, dia setia kepadaku” jawabnya
“Tapi mengapa kamu merasa dia menjauh?” tanyaku lagi
“Aku tidak tahu” jawabnya.
“Karena selama ini kamu silaukan dia dengan harta dan tahta sehingga ketika kedua itu tidak kamu miliki, isterimu merasa kegelapan” kataku
“Maksudnya?” tanyanya
“Selama ini kamu selalu memberi apa yang dia pinta dengan alasan untuk membahagiakannya” kataku.
“Iya benar, terus gimana seharusnya?” jawabnya
“Ajarkan ia hanya untuk menikmati saja, jangan doktrin dia untuk memiliki semuanya karena di muka bumi ini hanyalah titipan saja” kataku.

“Tanggalkan semua bebanmu untuk sesaat, berpasrah kepada Tuhan dan berusahalah sesuai ajaran-Nya” pesanku kepadanya.

Cerpen Karangan: Riyandi Mallay

Cerpen ini dimoderasi oleh Moderator N Cerpenmu pada 11 November 2021 dan dipublikasikan di situs Cerpenmu.com

Cerpen Semua Hanya Untuk Dinikmati Bukan Dimiliki merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pikaichi

Oleh:
“Jadi benar, nama vas bunga ini fikaichi nona sela?” “Bukan pak! Namanya PIKAICHI! Bukan FIKAICHI!” “Diam! Saya tidak peduli vas ini di sebut apa..! Yang penting sekarang akui kejahatan

Penantian Sheila

Oleh:
Sebuah taman tempat pasangan remaja berkumpul di pojok senja. Di bawah pohon-pohon cemara berhias lampu-lampu kecil yang berkerlip bergantian dan lampu-lampu dengan tiang berukir bergaya Venesia. Sebuah air mancur

Cinta Yang Rumit

Oleh:
Namaku ani, sejak kecil aku di ajarkan untuk patuh pada aturan dalam keluarga. Papa ku terbiasa oleh aturan militer, begitu juga kami di rumah pun kami selalu di awasi.

Hadiah Paling Berharga untuk Ali

Oleh:
Sabtu yang cerah. Ali tampak begitu riang. Bagaimana tidak, hari ini ia mendapat ranking pertama di sekolah. Seminggu yang lalu, Ibu telah berjanji akan mengajaknya ke toko buku dan

Senyummu Mengalihkan Duniaku

Oleh:
Aku tidak pernah bisa berbuat dengan benar jika tugas dan kesibukan menghampiriku. Yang aku tahu, hanya bagaimana caranya aku bisa menyelesaikan pekerjaanku ini. Tapi pagi menjelang siang itu adalah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *