Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Tinta Merah

Darah mengalir dengan perlahan dari luka yang terbuka. Kau tersenyum padaku seakan menjahit mili demi mili luka ini. Perih menjalar ke urat sarafku menyadarkan otakku, aku mulai memutar lagi rekaman tadi, apa yang terjadi...

Bumbu Sate Mbah Ijah

Embun pagi masih menyelimuti kotaku tercinta ini. Matahari juga masih enggan menampakkan sinar kokohnya. Aku juga masih enggan untuk bangun. Tetapi, dari dalam kamar aku mendengar suara kelontangan di dapur. Segera aku beranjak...

Ini Berlian… Bukan Sampah

Makanan. Satu hal yang sebelumnya sangat jarang kuperhatikan. Padahal, makanan adalah bagian yang cukup penting untuk kelangsungan hidupku. Sampai akhirnya, Aku mengerti apa itu makanan. Sesuatu yang sangat berarti bagaikan...

Aku Bukan Seperti Ayahku

Banyak orang bilang, air cucuran atap jatuhnya ke pelimbangan juga. Sifat orangtua selalu menurun pada anaknya. Namun Andy menyangkal itu semua. Ia mencoba meyakinkan, dan membuktikan bahwa dirinya tidak memiliki sifat buruk...

Eyang Uti

Aku masih mengingatnya ketika beliau mulai menyisiri rambut-rambut keriting tebalku. Beliau dengan lembutnya menyuruhku duduk di depan meja rias. Aku menurut, sambil memperhatikan setiap langkah jari lentikknya. Beliau menurunkan...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

Leave a Reply