Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Di Balik Ramuan untuk Anandaku

Aku menginginkan maafmu untuk setiap bait penghinaan yang terlantunkan. Bahkan selalu menanti walau tak sesempurna penantian Tuhan untuk umatNya berbicara syukur pada Nya. Bila aku bisa, aku akan berdiri dengan segenap getaran...

Jilbab Ummi

“An, sudah sampai.” Kata kakakku membangunkanku. “Oh, udah sampai rumah?” Tanyaku kebingungan. “Iya adikku.” Jawabnya. Ku turun dari mobil berwarna merah milik kakaku itu. Terlihat di depanku istana penuh sejarah....

Membersihkan Dosa dengan Deterjen

Sore hari dibalut dengan cahaya kuning. Kata orang desaku senja kala. Dimana langit berwarna jingga. Masih terasa dingin karena hujan menyisakkan rintik. Aku turun dari bis. Air mata yang dari tadi kutahan sejak mendengar...

Burung di Senja Hari

Ketika itu hari sudah mulai senja seperti biasa yang kulakukan hanyalah keluar rumah dan duduk di depan rumah karna disitu ada sebuah kursi yang sudah aggak tua dan lusuh kursi itu aggak panjang sehingga aku sesekali membaringkan...

Harus Kuat Sebagai Ulat

Seperti biasa, pada pagi buta Andi harus bersiap menuju sekolah dengan mengendarai sepeda butut kepunyaan ayahnya. Andi terlahir dari keluarga yang kurang berada, dimana dia harus mencari uang sendiri untuk keperluan sekolahnya....

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

Leave a Reply