Baca Juga Cerpen Lain’nya:

06.15.30

Minggu, 17.30 WIB. “Keputusan Astrid sudah bulat! Apapun yang ayah dan ibu bilang gak akan mengubah pendirian Astrid untuk kuliah di Yogya!!!” bentak Astrid ketus kepada kedua orangtuanya. Sore itu memang sedang terjadi...

Pemuda dan Belatinya

Pada musim yang tak menentu, terlihat seorang pemuda pengelana waktu yang selalu ditemani dengan gitar antiknya. Berkelana menyusuri tiap jengkal cahaya semesta, tiap bait langkah yang terinjak meninggalkan beribu pertanyaan...

Jalanan itu Rumahku

Pim pim piiimmm. Suara gaduh yang biasa terdengar di jalan-jalan kota. Debu, asap, polusi semua bercampur aduk. Suasana menjadi pengap dan sangat panas. Sampah-sampah masih terlihat di pinggir-pinggiran jalan. Lampu merah...

Sideng

Lagi-lagi aku heran menyikapi sifat rekan yang satu ini. Hidupnya seperti sok suci, padahal kelakuannya durjana. Bekerja di salah satu instansi pemerintah, senangnya mendholimi orang lain. Kayaknya tidak ada kebaikan orang...

Pohon Mangga Mbah Karto

Mbah Karto siapa yang tak kenal kakek ini di desa Mayasari. Demikian orang-orang di desa menyebutnya. Di usianya yang ke 85 tahun Beliau masih sehat dan semangat untuk beraktivitas membantu masyarakat di desanya. Tak sungkan...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

Leave a Reply