Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Rizki dan Cita-Cita

Butiran air bening menghiasi pagi-pagi rizki sang anak pesantren, sekaligus anak yang terpandang rajin di pesantren darul ihsan, semua teman-temannya senang bergaul dengannya setiap malam puncak di pesantren tersebut rizki...

Jingga di Ujung Senja

“Nja, senjanya! The most perfect one!” “Hah? Mana? Huuh, nggak ah nggak. Biasa aja. Jingganya kayak kemarin. Nggak ada yang spesial.” “Duh, kamu! Kamu mau senja yang gimana, sih?” “Sederhana kok, senja yang...

Abu Abu Setelah Biru

Aku terdiam di sudut ruangan menyandarkan tubuhku yang kurasakan amat lelah. Lututku ku tekuk kemudian ku peluk. Pandanganku kosong. Aku sibuk menikmati suasana hati yang bergemuruh. Teringat semua ucapan Mama yang berhasil...

Gubuk

Senandung angin mengusik celah kayu jendela, menerobos masuk menusuk tulang renta seorang perempuan yang tebaring di samping anaknya. Rembulan malam tidak sedang menangis, seakan memandang dua orang itu dengan penuh iba....

Setitik Cahaya

Tatkala langit membiru perlahan, kelak sang raja mulai kembali ke daerah peristirahatannya setelah ia menguasai siang dengan berkahnya. Entah merasa lelah, bosan atau pun mendapat tugas di belahan lainnya. Hembusan sejuk...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

Leave a Reply