Setangkai Bunga Lusuh

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Kehidupan
Lolos moderasi pada: 27 August 2019

Ingatkah kamu, saat-saat itu?
Saat di mana rinai-rinai hujan turun membasuh bumi di pertengahan bulan Januari. Saat di mana kamu dihampiri oleh seorang lelaki yang membawa setangkai bunga untukmu. Lelaki itu rela menerjang hujan, melupakan semua sakitnya hanya demi menemui dirimu. Lelaki itu hanya ingin satu: menemuimu, memberikanmu bunga, dan memastikan apakah kamu mau jadi miliknya?

Tapi, saat itu kamu menolaknya. Menolak lelaki itu karena yang ia bawa adalah setangkai bunga lusuh. Setangkai bunga yang lusuh karena diterpa oleh hujan. Saat itu, kamu berekspektasi bahwa kamu menginginkan bunga yang cantik. Bukan bunga yang lusuh seperti itu. Kemudian kamu membentak-bentak lelaki itu dan berkata kepadanya seharusnya ia membawa setangkai bunga yang cantik, bukan setangkai bunga lusuh. Dan lelaki itu spontan melontarkan pembelaan. Ia bilang, bunga itu lusuh karena diterpa hujan karena ia berjalan kaki. Lalu, kamu menjawabnya dengan kata-kata menyakitkan: “Aku bahkan tidak menyesal menolakmu, karena kamu ke sini juga berjalan kaki. Tidak dengan mobil mewah atau motor keren. Kurasa, kamu benar-benar bukan levelku.”
Setelah itu, lelaki itu pun pergi meninggalkanmu dengan isak tangis yang turun bersamaan dengan turunnya hujan. Ia benar-benar tidak bisa menyembunyikan tangisannya pada saat itu. Hatinya benar-benar hancur saat itu.

Namun, tahukah kamu?
Padahal, lelaki itu sebenarnya memiliki hati yang tulus mencintaimu. Lelaki itu memang tidak memiliki mobil mewah atau motor keren, tapi ia selalu berusaha mendapatkannya. Dan untuk mendapatkan bunga yang waktu itu diberikan kepadamu, ia harus berjuang habis-habisan sebelumnya. Tapi sial seribu sial, bunga yang telah ia ambil dengan penuh perjuangan itu sia-sia tertimpa hehujanan.

Namun, tahukah kamu?
Padahal, lelaki itu sangat mencintai dirimu. Bahkan di setiap doa’nya, ia sebut namamu di sana. Bahkan dalam pikirannya, selalu ada bayang-bayang dirimu. Bahkan ia selalu berjanji pada dirinya sendiri, bahwa sampai kapanpun ia takkan pernah menyakitimu dan ia akan selalu membahagiakanmu jika berjodoh denganmu.

Dan, tanpa kamu tahu…
Sekarang, lelaki yang saat itu kamu tolak karena setangkai bunga lusuh sudah menjelma menjadi seseorang yang sukses. Ia memiliki lima rumah, beberapa kontrakan, dua tanah, tiga mobil, 2 motor ninja, dan telah menyimpan saham di banyak perusahaan. Ia juga telah menaik haji-kan orangtuanya.

Dan, tanpa kamu tahu…
Ia tetap mencintaimu walau beberapa menit yang lalu, Allah telah memeluk dirinya untuk selama-lamanya.

Cerpen Karangan: Creafids
Creafids, penulis remaja penggemar sepak bola dan penyuka sastra. Memiliki mimpi untuk menjadi finalis lomba Akademi Remaja Kreatif Indonesia 2017. Bisa lihat potret kehidupannya di instagram, @mrnr_18

Cerpen Setangkai Bunga Lusuh merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kembali Ke Pelukannya

Oleh:
“Rafa.. apa yang kamu lakukan?” Tanyaku saat aku melihat Rafa sedang bercumbu dengan wanita lain di dalam rumahnya. Aku benar-benar terkejut, karena yang ku tahu Rafa adalah seorang pemuda

Danau Biru Tua

Oleh:
Bawalah aku ke danau biru tua, atau setidaknya kau meberiku setetes air dari sana. Waktu, kau tau, waktu tak pernah bisa kau kendalikan. Pernahkah kau pergi ke masa lalumu?

Cinta Petak Umpet

Oleh:
Hai bintang, gimana kabar lo? sorry yah malam ini, gue lagi-lagi nggak bisa nunjukkin siapa pacar gue. Seperti malam-malam sebelumnya, gue cuma doyan ngasih janji. Nama gue Riski, cowok

Selembar Lontar Untuk Kakanda

Oleh:
“apa kabar Kanda? semoga Kanda dalam keadaan sehat dan selalu dalam lindungan Tuhan. Kanda, mungkin kini kau sedang merasa kebingungan karena mendapat selembar lontar ini. Atau bahkan, Kanda sedang

Insan dan Waktu

Oleh:
Alkisah, di suatu Lautan Kehidupan berjajarlah beberapa pulau. Pulau-pulau itu bernama Pulau Masa Lalu, Pulau Mimpi, dan Pulau Masa Depan. Ketiga pulau tersebut saling terpisah, namun berdampingan. Suatu hari

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *