Si Kakek Tua Berbadut

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Kehidupan
Lolos moderasi pada: 1 December 2021

Pada pagi yang sangat cerah, ketika aku dan temanku sedang berjalan-jalan, aku melihat dari kejauhan ada seseorang yang duduk ditepi jalan, aku pun menghampirinya. Ternyata seorang kakek tua yang sedang beristirahat dengan membawa kostum badut dan radio.

Entah mengapa aku merasa kasihan kepada kakek tua itu, sepertinya dia sangat kelelahan, mungkin karena keliling-keliling menghibur orang banyak. Sebotol air mineral pun aku berikan kepadanya, walaupun hanya sebatas air mineral kakek itu sangat senang, dan dia minum. Selesai dia minum aku dan teman-temanku pulang. “Kek, kami pulang dulu ya”. aku yang sedang berpamitan kepada si kakek itu. “Iya nak, hati-hati di jalan”. jawab si kakek.

Pada hari berikutnya aku dan temanku tidak sengaja lagi bertemu kakek tua Berbadut itu, sama kayak kemarin, kakek tua itu sedang duduk di tepi jalan dengan membawa kostum badut dan radio. Aku pun menghampirinya dan bertanya. “Kakek setiap hari di sini ya?”. tanyaku kepada kakek itu. “Iya nak, kakek setiap hari disini, kakek bekerja menjadi badut”. jawab si kakek. Rasa penasaranku pun muncul dan balik bertanya kepada si kakek. “Mengapa kakek memilih menjadi badut?”. “Karena kakek hanya bisa menjadi badut, kakek suka menghibur orang banyak, dari kecil kakek suka sekali dengan badut”. jawab si kakek. Dia pun melanjutkan pekerjaannya tersebut.

Sore harinya aku dan temanku tidak sengaja melihat kakek tua itu, aku pun mengikutinya. Si kakek tua itu berjalan pulang dengan membawa badutnya. Si kakek tua itu pun sampai di rumahnya, dengan diam-diam aku dan temanku terus mengikutinya. Kakek tua pun pulang dengan disambut istri dan cucunya. Dia hidup bersama istri dan cucunya di rumah yang sangat sederhana, tapi kakek itu kelihatan sangat bahagia.

Ternyata si kakek itu bekerja menjadi badut untuk cucunya, dia rela panas-panasan, kecapean demi mengobati cucunya yang sedang sakit. Kakek itu tidak pernah mengeluh, tidak pernah menyerah. Dia selalu bekerja keras demi cucunya yang dia sayang. Semangat kakek itu sangat kuat demi sebuah uang yang tidak seberapa itu.

Dan pada akhirnya si kakek tua itu bisa membayar pengobatan cucunya, dia setiap hari bekerja menjadi badut, dia mengumpulkan uang sedikit demi sedikit. Si kakek itu bertambah bahagia karena cucunya sembuh seperti sedia kala, mereka pun hidup bahagia walaupun di rumah yang sangat sederhana. “Yang penting cukup buat makan dan menghidupi keluarga”. kata kakek itu dengan nada senang.

Cerpen Karangan: Fifa Zunianti

Cerpen ini dimoderasi oleh Moderator N Cerpenmu pada 1 Desember 2021 dan dipublikasikan di situs Cerpenmu.com

Cerpen Si Kakek Tua Berbadut merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Banjir

Oleh:
Sore itu, kota Tuban terasa lebih sejuk. Bulan penghujan sudah mulai datang. Tanah persawahan sudah mulai lembab. Di tengah kesejukan sore itu, terdengar suara anak-anak yang sedang bermain sepak

Tahun Baru

Oleh:
Bintang-bintang itu terlihat indah di langit malam, kamu bertanya-tanya, apakah mungkin bintang-bintang itu berbicara satu sama lain? Jika memang iya, apa yang mereka bicarakan, mungkinkah mereka membicarakan para manusia

Sepotong Malam Untuk Cinta dan Tuhan

Oleh:
Jika hidup ini adalah misteri. Dimana sudah diciptakan sedemikian rupa bahkan jauh-jauh hari sebelum kita ada. Dengan detil tanpa cela dan rancangan super sempurna yang bahkan tak mampu dilampaui

Bayangan Dalam Risauku

Oleh:
“Ayah, kenapa kita tidak bisa mengulang masa lalu?” Seseorang yang dipanggil ayah itu menengok ke arah bocah kecil di pangkuannya, dengan beberapa kerutan di dahinya. “Kenapa kamu bertanya seperti

Tujuh Belas Terakhir

Oleh:
Aku tertatih-tatih mendekati meja makan lama sekali. Padahal hanya sejarak 3 m dari kamarku. Perlahan–lahan tapi aku rasa ini gerakan tercepatku untuk meraih gelas. Terus dan terus sampai aku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *