Tak Selamanya Mendung Itu Kelabu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Kehidupan
Lolos moderasi pada: 2 April 2014

Entah kenapa, hari ini kursor komputer ku me ‘open new tab’ picture seorang teman di homepage facebook. picture itu adalah capture gambar teman saya. isinya adalah wall selamat ulang tahun dari temannya yang sudah almarhumah. karena penasaran, aku search nama alm. tersebut. *niat. dan aku lihat lah previous postingannya. sampai nyaris 1 tahun yang lalu. *semakin niat.

Intinya, dia meninggal karena kecelakaan. kepergiannya yang mendadak membuat shock orang orang di sekelilingnya. ada beberapa wall dari (yang sepertinya) pacarnya. mengharukan sekali. ucapan ulang tahun 2011 dimana dia sudah bersamaNya. ucapan bela sungkawa saat saat dia sudah menghadapNya. bahkan status status alm. masih saya baca. Tiba tiba saya teringat kakak kelas saya, Alm. Laila yang meninggal mendadak karena penyakitnya. tiba tiba keingetan penulis favorit saya, Mba Nurul F Huda, meninggal karena penyakitnya. Membuat saya berfikir bahwa, Umur memang hanya Allah yang tahu. seandainya kita semua tahu, apapun yang ada di dunia ini hanya titipan. dan kepadaNya lah kita kembali. Setiap pertemuan berujung perpisahan. ada yang lahir ke bumi ada yang meninggalkan bumi. sesungguhnya semuanya selalu berpasangan.

Besok, salah satu rekan kerja saya akan mengakhiri kerjanya d kantor ini. secara pribadi, saya mengenalnya dekat. pribadinya unik. dan jarang sekali saya temukan dalam sejarah pertemanan saya. Dia pernah bersama saya liburan bareng ke Dufan. dia selalu ada untuk membantu saya dalam hal kerjaan. dia selalu menawarkan bantuan ketika saya merasa lagi ripuh.

Beberapa hari terakhir, dia bersama saya lemburan sampai jam 3 pagi untuk membantu merapihkan laporan saya yang akan dicetak pagi harinya. bagi saya, dia sangaaat baik 🙂 Yang jelas, aku pasti kehilangan. kita masuk bareng bareng dan ternyata, dia merdeka duluan 😀 seharusnya aku senang karena keputusan dia sekarang ini setidaknya membuat dia bahagia. Selamat menempuh di dunia baru dengan pilihanmu ya teteh. bahagia dunia akhirat. see you at finish line! :*

Cerpen Karangan: Budi Arja

Cerpen Tak Selamanya Mendung Itu Kelabu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Hujan Di Bulan November

Oleh:
Hujan amat deras mengguyur kota bandung, tak menyisakan berkas berkas pengasihan kepada penduduk yang hendak beraktivitas. Rere yang menatap butiran-butiran hujan dari jendela kamarnya menjadi pilu, sembari mendengar berita

Ibu

Oleh:
Bau khas tanah yang terkena hujan langsung menyapa ku saat aku keluar dari mobil, hujan rintik-rintik kecil cukup membasahi bajuku yang saat itu berwarna hitam hingga membuat lingkaran kecil

Suci, Hidup Tak Selayak Nama

Oleh:
Suci namanya. Seorang gadis mungil berparas ayu, berusia 23 tahun. Ia telah hidup sebatang kara di ibu kota sejak usianya baru menginjak 18 tahun. Hidupnya berubah semenjak kepergian kedua

Pemuda dan Belatinya

Oleh:
Pada musim yang tak menentu, terlihat seorang pemuda pengelana waktu yang selalu ditemani dengan gitar antiknya. Berkelana menyusuri tiap jengkal cahaya semesta, tiap bait langkah yang terinjak meninggalkan beribu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *