Takdir Teridah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Kehidupan
Lolos moderasi pada: 13 July 2015

Separuh nyawaku terasa hilang, buliran bening air mata turun tak terbendung membasahi pipi, hati kalut dan dipenuhi kekawatiran yang dalam, ketika engkau melambaikan tanganmu di dalam bis yang akan membawamu pergi, rasa takut tak terelakkan membungkus perasaan kehilangan, aku hanya berharap semoga kau akan segera kembali, aku terus menatap bus yang melaju sampai hilang ditelan tikungan jalan.

Lembaran hari berlalu dengan sepi, membawa kesedihan yang bertepi, 2 minggu menikah bukanlah waktu yang lama, bulan madu begitu cepat meninggalkanku kau pergi untuk menggapai cita cita yang menjadi ambisimu, dengan dalih ingin membahagiakanku. Pernikahan yang begitu dipaksakan karena desakan waktu membuat segalanya begitu sederhana tanpa ada ritual jawa dan resepsi yang menjadi acara puncak pernikahan. Tapi aku tetep menerima karena aku yakin bukan hanya kemewahan yang membikin bahagia tapi bersatunya hati dalam ikatan rumah tangga yang aku damba.

Setelah sebulan berlalu aku kembali mendengar suara kekasih hatiku melalui telpon, kita bicara panjang lebar melepas rindu yang terpasung jarak pemisah, dia bercerita tentang suasan di negeri padang pasir dengan segala hal baru, dari makanan sampai kepada teman. walau segalanya begitu sulit untuk dilalui tapi adaptasi menjadi solusi, aku hanya bisa memberi dorongan agar nantinya dia sukses dan kembali membawa hasil yang baik.

Hari, bulan dan tahun telah berlalu, suasana yang tadinya rindu menjadi berubah jemu kesendirian telah menjadikan aku kesepian, hari hariku hanya menanti dan menanti yang kadang sering membikin aku cepet emosi, mungkin karena suasana hati, mas rinto semakin jarang menghubungiku kalau disms balasnya hanya katanya sibuk dengan pekerjaan, seolah dia telah bertambah menjauh dariku yang menbikin pertanyaan apakah dia masih seperti dulu.

3 tahun pacaran adalah waktu yang tidak pendek, aku mengenal mas Rinto begitu dalam. Dia selalu menyenangkan hatiku dengan canda dan tawa, memang dia terkenal orangnya lucu, dan mudah bergaul dengan siapapun, mungkin sekarang dia di sana juga pasti punya banyak teman. aku hanya selalu berdoa semoga cinta kita selalu bersama dan mas Rinto kan segera mendarat kembali ke tanah air dengan membawa cinta.

Sore itu aku merasa sangat penat, bosen dan jengkel gara gara sms mas Rinto yang membikin emosi, untuk membuang kepenatan aku pergi ke taman kota, walau sendiri berharap bisa menjadi penghibur hati. Suasana taman mulai dipenuhi dengan pengunjung yang kebanyakan keluarga dan pasangan kaum muda mudi, melepas kejenuhan setelah seminggu sibuk dengan kesibukan. aku duduk di atas rumput taman sambil terus memainkan jemariku membuka facebook yang seolah menjadi temen sejatiku di setiap saat dan dimana tempat.

Aku coba cuek dengan segala yang ada di sekitarku, pemandangan pasangan yang sedang bermesraan banyak aku dapati di tempat itu, yang membawaku mengingat mas rinto, hatiku perih perasaanku terasa teriris, aku berpikir memang uang kiriman mas rinto sungguh lebih dari cukup dan dengan uang itu pun aku bisa hidup berlebih, tapi bukan hanya itu yang aku butuhkan, aku butuh kehadirannya, aku butuh belaian mesranya, aku sungguh merasa bagaikan bunga yang disiram tiap hari tapi tak pernah diperhatikan. Apa lagi di tempat kerja begitu banyak temen yang sering memberi tanggapan yang bikin aku pening, yang bilang, ”jeng awas lho namanya laki laki jauh dari istri biasanya bikin makan hati apa lagi di luar negeri bebas, jeng”, kata kata itu sungguh menyesakkan hati, dan bikin hati menangis, wajar aku adalah wanita yang takut kehilangan.

Tak terasa hari sudah mulai gelap, akhirnya aku menuju tempat parkiran motor untuk segera pulang, dan betapa kesalnya aku ketika aku dapati ban belakang motorku kempes, padahal hari udah sore, terpaksa aku harus mendorong motorku saampai ke tempat tambal ban yang jaraknya 500 meter, setelah aku berjalan 50 meter tiba tiba seorang laki laki memakai motor menghampiriku,

“kenapa dek, kok motornya didorong, bocor ya”

Akhirnya aku disuruh pakai motornya dan dia yang mendorong sampai tempat tempat tambal ban, sampai disitu dia pergi saja sambil melepas senyuman, aku tak tahu senyuman itu begitu menenangkan hatiku, tanpa pikir panjang dia pun meluncur meninggalkanku di tempat tambal ban, ketika selesai aku baru sadar kalau helmku tertukar dengannya, padahal aku tak tahu siapa dia dan kemana aku harus mengembalikannya.

Sesampai aku di rumah aku mandi dan coba santai di depan tv sambil menikmati cemilan, aku masih terus mengingat laki laki itu wajahnya ganteng, sopan dan kelihatnnya baik hati. astagiruloh, kenapa aku sampai berpikir seperti itu bukankah aku sudah tak sendiri lagi, gumanku sendiri. Kembali aku melihat helm yang tertukar helm warna biru, sambil mengati helm aku berpikir bagaimana ya aku dapat alamatnya biar aku dapat kembalikan helmnya, tiba tiba pandanganku tetuju pada stiker yang menempel di helm tertulis, www.mimpiku.blogspot.com, aku ambil laptopku dan coba browsing ternyata benar aku melihat photonya terpajang di halama template blognya. dari situ juga aku dapat alamat facebooknya dan request pertemanan pun tekirim. ternyata dia lagi online, dan langsung menjawabnya,
Tiba tiba muncul di halaman chatting,

“assalamualaikum, sorry kalau nggak salah mba ini tadi yang motornya kempes kan?”

“waalaikum salam, betul mas, makasih ya atas bantuannya.”

“okey, seneng aja bisa bantuin yang lagi susah,”

“makasih, semoga Alloh balas.”

Setelah percakapan selesai akhirnya kami janjian untuk ketemuan di taman kota, malam mimggu nanti, entah kenapa aku jadi teringat terus dengan mas kautsar, padahal dia baru aku kenal, terus terang kebaikan perangainya membuat aku kagum.

Seperti biasa sebelum tidur aku selalu mengirim sms buat suamiku,
“assalamualaikum dear, lagi sibuk ya semoga hari ini kerjaan lancar, aku selalu berdoa untukmu, emmah, aku mau bobo dulu, assalamualaikum.”
Aku pun terus menyendiri sembunyi di bawah selimut untuk menyambut mimpi mimpi indah dalam tidurku nanti, aku harapkan bisa bertemu dengan mas rinto walau dalam mimpi.

Hari berganti saatnya waktu yang dijanjikan kautsar, sore itu aku kembali menuju taman kota yang menjadi idolaku dulu bersam mas rinto, tapi kali ini aku akan menemui seorang pemuda yang baik hati, sebenarnya kau ingin mengajak temanku laila untuk menemaniku tapi apa daya dia tak bisa karena ada acara, bagaimanapun aku tidak sendiri lagi melainkan seorang istri yang sedang ditinggal suami, perasaan yang pantas jika aku segan bertemu dengan seorang laki laki yang tidak ada jalinan saudara, sudah pasti orang akan berpikir miring tentang aku.

Jam sudah menunjukkan jam 5 sore padahal kautsar janji jam 4.30 sore, rasa lelah menunggu membikin sedikit kecewa, aku paling tak suka dengan orang yang tidak tepat waktu, hal itu pernah menjadi sebab putusnya hubunganku dengan mas Rinto saat pacaran dulu, walau akhirnya aku kembali ke pangkuaannya, aku putuskan untuk pulang buat apa aku menunggu begitu lama, dengan perasaan kesal aku melangkah menuju tempat parkir, ketika aku baru saja mau menarik gagang gas motorku tiba tiba mobil jazz merah menghadang di depanku, lagi kesal ditambah kesal, dalam hati sungguh ingin marah benar-benar tidak sopan parkir semaunya sendiri.

Keluar seorang laki laki dengan memakai jas hitam rambut yang tersisir rapi berpenampilan gentlemen, dan dia tersenyum padaku sungguh tak menyangka ternyata dia adalah Kautsar,

“assalamualaikum”
“sorry shinta pastinya kamu kecewa udah nunggu lama ya, tadi aku ada acara”

Rasa marahku tiba tiba sirna ketika melihat laki laki ini, aku juga heran, wajahnya penuh dengan kharisma, aku tak menunggu lama aku kembalikan helmnya dan dia memberikan sebuah bingkisan, aku pulang sesampai di rumah aku lempar aja bungkusan itu di atas tempat tidur, aku segera mencari handphone ku ketinggalan, ternyata sudah ada lima massage di inbox aku yakin itu pasti dari rinto,

“sayang, kemana aja disms kok tidak menjawab sibuk ya…”

“tapi tidak apa apa Cuma mau kasih kabar aku mau berangkat sekarang ni udah di bandara, tunggu aja hadiah kejutan besok ya, aku naik pesawat Malaysia no. penerbangan MI.377, ”

Hatiku berbunga bunga tentunya karena sudah hampir 6 bulan aku ditinggal mas rinto, rasa kesal sama kaustar telah tergantikan dengan kabar pulangnya mas rinto, sehabis sholat aku tiduran di tempat tidur sambil membanyangkan pertemuan besik dengan mas rinto sampai sampai aku lupa untuk membuka bingkisan yang diberikan mas kaustar, aku segera membukanya

“met ultah adek shinta, semoga sukses selalu panjang umur dan terus siap berjuang menuju hari esok yang lebih baik”

Aku sampai lupa kalau hari ini ulang tahun setelah aku buka ku temukan kotak kecil dalam bingkisan itu dan ternyata bros bunga mawar merah, apa maksud semua ini aku sungguh tersanjung apakah dia jatuh hati padaku, ah udahlah itu kan prasangkaku aja, gumanku dalam hati.

Ingin rasanya malam segera berlalu, tidurku terasa tidak tenang, sebentar bentar terjaga melihat jam diding yang terasa tak berjalan, menunggu pagi tuk segera datang, jarum jam sudah menunjukkan jam 1 malam sudah terasa sepi sekali, suara burung sri-kedasih yang berkicau laksana tangisan seorang dewi, dalam benak hatiku kasihan burung itu mungkin karena ditinggal kekasihnya, aku jadi teringat cerita nenek, katanya kalau ada suara burung itu mengabarkan kejadian yang tidak baik. Sudahlah itu kan Cuma dongeng, yang jelas aku harus bangun pagi pagi agar nanti tidak terjebak kemacetan kota Jakarta karena mas rinto akan mendarat jam 8 pagi.

Selesai sholat subuh aku bersiap siap, mas kohar juga sudah memanasi mobil avanzanya akupun segera naik dan avanza segera melaju menuju bandara, jalan masih sepi hanya lalu lalang pedagang yang mau berangkat ke pasar mengisi sisi jalan,

“aduh mba shinta cantik banget hari ini, kaya mau jadi pengantin aja, ”

“ah mas kohar bisa aja, wong namanya mau ketemu suami ya harus kelihatan berbeda dong mas”

“betul.. neng biar mas Rinto tambah sayang itu resep buat keluarga sakinah harus berpenampilan terbaik di depan misua, eh sory lupa suami maksuk aku.”

Jam 7 aku sampai di bandara soekarno Hatta, aku segera masuk lokasi bandara Nampak para penjemput sudah ramai, telihat di wajah wajah mereka suka cita akan bertemu dengan keluarga, seperti halnya perasaanku, setelah jam 7.30 am layar monitor menunjukan penerbangan dengan nomor penerbangan MI.377 delayed, sampai 2 jam hatiku menjadi semakin tidak enak, kok lama banget delay sampai 2 jam, akhirnya aku memutuskan untuk membeli sarapan ke counter makanan terdekat sambil menunggu, sesekali melihat monitor kedatangan, tak lama terdengar suara gaduh dan tangis yang pecah dari keluarga yang sedang menunggu saudaranya, aku pun bergegas mendekat dan mencari tahu, aku mulai cemas jangan jangan terjadi sesuatu dengan pesawat yang ditumpangi mas Rinto, aku segera mendekati petugas bandara dan menanayakan tentang pesawat MI.377, mataku menjadi gelap pandanganku kabur ketika mendengar kalau pesawat yang ditumpangi mas rinto hilang kontak setelah satu jam penerbangan dari bandara kuala lumpur.

Setelah waktu berlalu mataku terbuka, aku terkejut ketika berada dalam ruangan yang tak pernah aku lihat ternyata itu adalah klinik bandara, kulihat seorang laki laki yang sedang terduduk menatap jendela menerawang keluar mengamati ekor peawat yang lagi parkir dengan berpakaian seragam pilot, aku sangat terkejut ketika dia membalikan tubuhnya ternyata dia adalah mas Kautsar, dia mencoba menenangkanku dan menjelaskan apa yang terjadi denganku, aku tak bisa menahan tangis ketika aku ingat kembali dengan kenyataan kalau mas rinto mengalami kecelakaan, ini kah hadiah kejutan yang akan dia berikan padaku, sungguh tak aku menyangka ternyata takdir begitu cepat memisahkan aku dengan mas rinto, burung srikedasih yang semalaman menjerit jerit ternyata mengabarkan tentang kecelakaan mas rinto, hatiku telah patah hidupku seolah telah berakhir, mengapa takdirku seperti ini, aku pulang dari bandara dengan cucuran air mata yang terus mengucur tak berhenti, dengan diantar mas Kautsar dan mas kohar.

Setelah aku sampai di rumah mas Kautsar langsung pamitan, kedua mertuaku sudah menungguku, akhirnya tangisan pun pecah tetangga berdatangan memberikan dukungan moral dan ikut berduka cita, monitor tv terus menyala sambil aku terus mengikuti breaking news tentang pesawat MI.377, terlihat para relawan yang sedang sigap mengevakuasi korban pesawat yang telah diketemukan dalam pencarian selama 9 jam yang ternyata jatuh di pantai laut utara pulau sumatera, dari 250 penumpang dikabarkan tak ada yang selamat, aku hanya bisa menangis teringat mas rinto, ibu mertua pun turut dalam kesedihan ternyata perpisahan 6 bulan silam adalah merupakan pertemuan terakhir dengan mas rinto.

Matahari sudah mulai gelap gerimis pun turun mengiringi gerimis air mata, tetangga masih kumpul di ruang tamu dan kerabat ibuku dan bapaku juga sudah datang dengan penuh kasih sayang dia memberikan support untukku..

Jam 8 malam hujan semakin bertambah lebat, jalanan depan rumah semakin sepi, mobil taksi tiba tiba berhenti, di depan rumah. Kang kohar berdiri dan berjalan keluar melihat siapa yang datang, sekelebat laki laki berlari kecil mencoba menjauh dari hujan, menuju serambi rumah dengan membawa hand carry tiba tiba, kang kohar berteriak mas Rinto, mendengar itu semua kami di dalam ruang tamu semua keluar dengan seribu tanya di hati, betapa kita semua terkejut mas rinto berdiri di hadapan kita, aku berlari dan memeluk mas rinto dengan rasa setengah percaya, mas rinto nampak bingung ketika melihat orangtuanya dan mertua serta beberapa tetangga berada di rumahnya. kita masuk kembali tangisan berubah menjadi senyuman dan kebahagiaan, mas rinto akhirnya menjelaskan kalau pesawat yang dia tumpangi dari dubai ternyata mengalami penundaan penerbangan sehingga harus transit lebih dari enam jam, nyampai di Malaysia terlambat hampir 5 jam, akhirnya dia harus menunggu penerbangan selanjutnya. ternyata Alloh punya rencana lain yang menyebabkan takdir tertunda, seandainya di dubai tak ada penundaan mungkin mas Rinto sudah menjadi bagian korban yang meninggal dari pesawat MI.377.

Sungguh malam itu menjadi malam yang terindah hadiah dari Alloh, rasa syukur tak henti hentinya aku panjatkan, karena kasih sayang-Nya aku masih bisa bersama dengan suamiku tercinta.

Cerpen Karangan: Sumardi Sansumarto
Blog: gusmardie.blogspot.com
Facebook: sumardi sansumarto

Cerpen Takdir Teridah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Meniadakan Kenangan

Oleh:
“Tunggu dulu, Sya! Dengerin dulu!” Ia menahan tanganku dengan cengkraman sekuat elang. Pelupuk mataku semakin penuh dengan genangan air mata. “Apa lagi? Sudah jelas kan, kamu pilih dia.” Ujarku

Hanya Salah Paham

Oleh:
Malam ini Dimas serius mempelajari rumus-rumus fisika di ruang belajarnya, bukan tanpa sebab karena besok di kelasnya akan diadakan ulangan dan Dimas berharap dengan usaha belajarnya malam ini dia

My Prince

Oleh:
Sudah 2 hari aku tak mendengar suaranya di rumahku, dia menghilang, dia benar benar menghilang. Tak ada kabar apapun darinya, ke mana dia pergi? Dan kenapa dia pergi? Itulah

Your Fault

Oleh:
Aku punya cerita. Ini cerita kenyataan, salah satu bagian dalam hidupku. Namaku Rania Larasati, panggil saja Ran. Aku akan menceritakan salah satu bagian hidupku dimana aku ditembak salah satu

Perpisahan Akhir

Oleh:
Jam beker berbunyi tepat jam 06:00 pagi . Saatnya untuk lian bersiap-siap untuk kesekolah , di sekolah lian anak yang bersahabat , memang sih gak pinter pinter amat .

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *