Tamparan Tuk Kembali

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Kehidupan
Lolos moderasi pada: 29 November 2018

Kusapa langit dan kuinjak bumi dengan berjalan berlenggak lenggok tanpa ada rasa berdosa. Usahaku berjalan sesuai apa yang saya harapkan dan pengetahuanku membuat saya beradu logika dengan Tuhanku. Saya berasumsi dengan penuh keyakinan bahwa segala keberhasilanku semata-mata karena usahaku, setia pada setiap apa yang saya pikirkan dan kutendang pemikiran yang tidak sesuai dengan apa yang saya yakini. Saya begitu bangga dengan segala apa yang saya punya tanpa tahu itu baik untukku ataupun tidak.

Kujalani hidup seperti yang kumau, kubawa tas dan berkas dengan langkah kaki menuju singgasana yang kubanggakan itu. Aku bekerja dan berencana untuk esok hari dari pagi hingga malam. Bekerja yang tidak pernah kenal kata lelah demi sebuah hasrat kehidupan yang kuinginkan. Saya memulai merencanakan segala sesuatu yang berkaitan dengan kehidupanku, mulai dari pekerjaan sampai masalah perjodohan. Pekerjaan yang selalu sesuai apa yang saya harapkan membuat saya terlena sampai saya mendikte ketentuan tuhan, tapi rasa itu semua tidak saya rasakan pada saat itu.

Waktu berjalan dari hari kehari dengan pola kehidupan yang sama sehingga saya memutuskan memulai kehidupan baru dengan seseorang yang menemani saya sampai akhir hayatku. Jodoh yang kudapat lagi-lagi sesuai apa yang saya harapkan. Saya merencanakan banyak hal untuknya mulai merancang tentang pernikahan kita mulai hari, tanggal, bulan dan tahun sampai di mana kita harus tinggal. Saya merancang begitu baik dengan penuh keyakinan, bahwa segala rencanaku akan berhasil.

Tapi pada suatu hari saya mendapatkan tamparan yang begitu hebat dari Tuhan untukku dengan membuat Ibu saya sakit keras, hasil yang saya dapat selama ini kubuat membiayai Ibu saya yang sedang sakit itu. pada saat yang sama usaha saya tertipu dan ditambah lagi pernikahan saya dibatalkan. Semuanya berbalik arah pada diri saya yang begitu angkuh dengan segala keyakinan dan rencanaku yang tanpa mengikut sertakan Tuhan. Pengetahuan dan rencana saya tidak bisa menolong dan mengembalikan apa yang saya yakini selama ini, dan saya sadar bahwa usaha, pengetahuan dan rencana seharusnya tidaklah melampaui batasan-batasan kita sebagai manusia.

Kita boleh berencana dan meyakini sesuatu tapi kita tetaplah harus menyadari bahwa yang menentukan segala sesuatu yang ada pada diri kita hanyalah Tuhan, bila kau salah jalan maka cepat-cepatlah kau sadar dan kembali pulang kepada Sang pemilik kehidupan yang bukan lain Allah SWT. selalu bersama-NYA apapun yang terjadi dalam hidupmu karena kita tidaklah hidup sendiri melainkan ada Tuhan yang selalu ada untuk kita.

Cerpen Karangan: Tuffatul Azizah
Blog / Facebook: Tuffatul Azizah

Cerpen Tamparan Tuk Kembali merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Aku, Hidup, dan Dina

Oleh:
Suara sirene itu membangunkanku, aku harus segera pergi dari sini. Petugas penertiban sebentar lagi akan datang dan menjerat kami, menjerat aku dan puluhan gelandangan lain yang sedang terlelap. Aku

Pintu Taubat (Part 1)

Oleh:
Aku heran mengapa namaku tidak tercantum dalam pengumuman itu. Apa mungkin orang mengoreksi hasil tesku kurang jeli kali ya? Padahal aku yakin jawabanku kira-kira 90% benar. Aku rasa aku

Mak Ijah dan Perempuan Malam

Oleh:
Mak Ijah menghela nafas lagi, dan selalu saja, desah itu kian gelisah dari yang sudah-sudah. Kini kekhawatirannya menumpuk dan mulai menyesakkan dadanya dengan bongkahan rasa sedih. Dia mendongak ke

My Hero

Oleh:
Angin pantai memeluk lembut tubuhku, memutar pasir, dan mengibarkan rambut yang kubiarakan bebas tergerai. Bisikan-bisikan lembut angin seakan menelisik jauh ke dalam diriku, mengucapkan salam rindu dari seseorang yang

Mystery Of Love (Part 1)

Oleh:
Apakah cinta itu harus seperti alam ghaib yang kita tahu itu ada namun sangat misterius, kenapa sangat misterius karena cinta datang tiba-tiba kemudian pergi tanpa sebab, dia hadir tanpa

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *