Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Cerita Sejanak di Waktu Berdetik

Cerita ini akan menceritahkan tentang seseorang dimana dia mulai melangkah memulai masa depan dijalan yang dia sendiri tidak tau akan mengarah kemana. Tiap sejanak waktu dia terus berjalan-berjalan menuju jalan yang dimana...

Senja di Imajinasiku

Hari sudah mulai malam. “Aku pasti bakal telat karena ekskul ini” gumamku. Tapi aku hanya berjalan santai ke stasiun sambil melihat keadaan kota ini. Jam sudah menunjukkan pukul 5.30 sore. Matahari pun mulai terbenam...

Pengamen Jalanan

Kuku yang biasa kugunakan untuk memetik senar gitar kini sudah mulai memanjang dan menampakkan setumpuk kotoran disana. Kotoran yang tampak lebih kotor dari setumpuk sampah di jalanan Ibu kota ini. Ku taruh gitar kecilku...

Jalan Hidupku

Ku pandangi langit sore ini. Terasa kelam dan redup, meski sebenarnya hari ini cerah. Namun hati yang risau ini membuatku merasa kelam. Aku duduk di depan rumah yang hanya berdinding kardus-kardus bekas. “Sampai kapan aku...

Derita Tanpa Batas

Aroma kematian masih menguap ke segala penjuru arah, suasana duka sampai saat ini terus begeriliya menyesakkan dada. Ibunya masih di sini tapi sudah kaku sejak dini hari. Dian menangisi ibunya yang sudah di balut kain kafan...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

One Response to Tanah Airku

  1. Frida Ariyanti 17 November, 2012 at 3:24 am | | Reply

    sunggu indah cerpen itu membuat ku sadar akan bangsaku yg hancur

Leave a Reply