Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Kecuali Aku!

Sepertinya tak ada perempuan yang rela hati sejak kecil belajar menjadi pel*cur. Kecuali aku! Sepertinya tak ada perempuan yang saat tumbuh remaja tak ingin menikmati muda. Kecuali aku! Sepertinya tak ada perempuan yang saat...

Duri Duri Tumpul

Bulan sabit muncul dan langit tidak terlalu bercahaya. Berjalan tergopoh, berpakaian lusuh dan ada goresan benda tajam melukai badannya, sehingga terlihat jelas darah mengalir dan membasahi lengan baju kirinya. Dia membawa...

Tegar, Ikhlas dan Bersyukur

Aku adalah seorang pria yang boleh di bilang lugu, cupu dan kurang pergaulan, Semasa aku smk aku di kenal sebagai anak yang biasa saja tapi aku mempunyai mimpi dan tujuan yang besar “aku ingin menjadi orang yang di...

Ingatan Yang Tak Mau Keriput

Hari itu telah lampau, puluhan tahun yang telah berlalu. Tetapi betapapun lama hitungan puluhan tahun itu, hari-hari itu begitu dekat seperti baru terjadi kemarin. Memang daya ingatan cara bekerjanya sangat misterius, terbolak-balik...

Bendera Bendera di Tiang Bambu

Senja telah menepi. Penguasa siang terlelap di peraduannya. Di antara bukit gersang Kampung Cileled. Meninggalkan garis-garis emas di langit sore itu. Cileled dari tahun ke tahun. Gubuk-gubuk reyot. Tanah gersang. Gerimis...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

One Response to Tanah Airku

  1. Frida Ariyanti 17 November, 2012 at 3:24 am | | Reply

    sunggu indah cerpen itu membuat ku sadar akan bangsaku yg hancur

Leave a Reply