Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Dia dan Keheningan Itu

Pagi itu masih tetap sama, aku masih saja duduk di taman tentunya masih di tempat yang sama, dimana tempat itu seakan menjadi tempat yang spesial buatku. Namun ada yang sedikit berbeda dengan pagi itu, dimana setiap pagi...

Sebuah Elegi

Seseorang melambaikan tangan ke arahku sambil setengah meneriakkan namaku. Aku menoleh dan melihatnya duduk santai di bawah pohon mangga, tepatnya di atas sebuah kursi kecil setengah jadi. Aku menyebutnya setengah jadi karena...

Tanya Kehidupan

Matahari sudah tenggelam, bulan pun sudah purnama, namun rasa panas masih saja mengikuti tubuh ini. Aku tetap menyalakan kipas angin dan kumatikan lampu, supaya udara bisa lebih dingin dan dapat melelapkan tidurku malam ini....

Ini Berlian… Bukan Sampah

Makanan. Satu hal yang sebelumnya sangat jarang kuperhatikan. Padahal, makanan adalah bagian yang cukup penting untuk kelangsungan hidupku. Sampai akhirnya, Aku mengerti apa itu makanan. Sesuatu yang sangat berarti bagaikan...

Mengertilah Bi

Hari hari aku bagaikan awan hitam yang menyelimuti langit di angkasa, tak ada sinar cahaya yang menuntunku untuk bisa menyinari orang yang ku sayangi. Perasaan sakit, tak rela, semua itu aku pendam selama ini. Di luar sana...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

One Response to Tanah Airku

  1. Frida Ariyanti 17 November, 2012 at 3:24 am | | Reply

    sunggu indah cerpen itu membuat ku sadar akan bangsaku yg hancur

Leave a Reply