Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Mengertilah Bi

Hari hari aku bagaikan awan hitam yang menyelimuti langit di angkasa, tak ada sinar cahaya yang menuntunku untuk bisa menyinari orang yang ku sayangi. Perasaan sakit, tak rela, semua itu aku pendam selama ini. Di luar sana...

Kayu Cemara

“Bram, Kita tinggal di dunia dimensi tiga, Aku, kamu, binatang, tumbuhan dan masih banyak lagi. Alam semesta kita terdiri dari berbagai macam dimensi. Empat, lima atau enam, entahlah..” Aku sejenak merebahkan badan di...

Senja Pukul Lima

Entah berapa lama perempuan muda itu mematung di depan tumpukkan barang-barang antik, di suatu toko kuno. Entah pemandangan estetik apa yang membuatnya sangat betah berlama-lama dalam ketidakpastian. Belum cukupkah ketidakpastian...

Kaca Mata Kuda

Angin sepoi menghidangkan asa baru di tengah hiruk pikuk suatu pola. Orang perorangan memperjuangkan kehendak melangkahi karma. Kejengkelan membludak mendesak keluar di tengah sesakan kios toko di pasar seni ini. Sehari,...

Simpanan

“ini mas tehnya” ucap Sarah dengan lembutnya pada sang suami, Sarah kemudian duduk di samping suaminya dan menyandarkan kepalanya ke bahu sang suami yang baru saja pulang. Tangan suaminya pun langsung menyambut sandaran...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

One Response to Tanah Airku

  1. Frida Ariyanti 17 November, 2012 at 3:24 am | | Reply

    sunggu indah cerpen itu membuat ku sadar akan bangsaku yg hancur

Leave a Reply