Tanpa Warna

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Kehidupan, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 12 June 2017

Aku pernah dengar, katanya, warna kesukaan merupakan gambaran dari kepribadian seseorang. Setiap warna menggambarkan kepribadian yang berbeda. Misalnya orang-orang yang suka warna merah, mereka mempunyai kepribadian berani. Meskipun banyak yang mempercayainya, aku sama sekali tidak percaya. Ya, bagiku warna hanyalah sebatas warna, tidak lebih maupun kurang. Tidak ada kaitannya antara warna kesukaan dengan kepribadian ataupun kegantengan seseorang.

Saat aku masih anak-anak, guruku memberi tahu, kalau warna itu ada tujuh, seperti pelangi. Semua anak bersemangat menyanyikan lagu pelangi. Menyingkat warna dengan me-ji-ku-hi-bi-ni-u; merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu. Aku tidak peduli, tidak pula bersemangat menyanyikan lagu tersebut. Tidak ada yang istimewa dari pelangi. Guruku bohong, pelangi tidak seindah yang ia ceritakan.

Menginjak remaja, teman-temanku sangat memperhatikan warna. Warna itu mempengaruhi penilaian orang lain terhadap kita. Contohnya orang yang gemuk kalau memakai baju warna hitam tidak terlihat gemuk, yang kulitnya putih memakai baju warna gelap terlihat mempesona, pun yang kulitnya hitam memakai baju warna terang akan terlihat seperti baju terbang, apalagi dalam kegelapan. Setidaknya itu yang dijelaskan oleh temanku.

Aku muak dengan kebanyakan orang, mereka terlalu sibuk menghabiskan waktu untuk mengurusi sesuatu yang tidak penting, seperti warna. Mulai dari warna baju, sepatu, jilbab, tas, mobil, motor, hingga rumah pun ribet sekali memilihnya. Bahkan temanku pernah cerita, dia bertengkar dengan istrinya hanya karena memilih warna sofa. Bukankah hal itu sangat aneh? Temanku yang lain lebih aneh lagi tingkahnya, katanya, dia rela menghabiskan uang ratusan juta hanya untuk membeli tas berwarna pink. Semua barang yang berwarna pink dikoleksinya. Meskipun aku tidak peduli, tetap saja dia membanggakannya. Dan terus mengulangi cerita yang itu-itu saja.

Ketahuilah seribet apa pun kalian memilih warna, sesuka apa pun kalian pada satu warna, aku tidak peduli. Karena sedari lahir aku tidak tahu perbedaan dari warna-warna. Hidpku tanpa warna. Sekali lagi bagiku warna hanya sebatas kata, tidak lebih maupun kurang.

Cerpen Karangan: Nasrul M. Rizal
Facebook: Nasrul Muhamad Rizal
Nasrul M. Rizal lahir pada tanggal 27 Agustus 1995 di Garut. Dia merasa gila jika tidak menulis. Kata-kata seakan menari di kepalanya. Karena hal itu dia rajin menulis. Terutama menulis status, caption dan chatting. Komunikasi lebih lanjut bisa melalui email: mr.nasrul19[-at-]gmail.com

Cerpen Tanpa Warna merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Dingin Diterpa Cahaya Matahari

Oleh:
Bintang-bintang dengan bahagia berpijar dikejauhan. Bahkan mereka sama sekali tidak mempedulikan manusia yang masih saja beradu mulut tentang bumi datar atau bulat. Mungkin beberapa bintang jatuh ke bumi untuk

Kue Apem Fitrah

Oleh:
Saya mengenalnya sudah cukup lama. Dan saya bukanlah tipikal orang yang pilih-pilih dalam berkawan. Karena saya menyadari setiap manusia adalah terlahir ke dunia ini sesuai fitrahnya. Saya berprinsip, jika

Keinginan dan Permintaan

Oleh:
“Kak… Aku ingin main bola!” rengek Rino, adikku. Aku menatapnya pilu, dulu ia sangat senang bermain bola. Sekarang, ia hanya dapat duduk di kursi rodanya. Kakinya lumpuh, dan ia

Apakah Si Miskin Berhak

Oleh:
Namaku Ahmad, aku seorang Yatim piatu. Orangtuaku meninggal dunia karena kecelakaan, dan sekarang aku hanya hidup sebatang kara di tempat yang mungkin tak asing lagi bagi kalian. Yaa.. aku

Kisahku Hari ini

Oleh:
Namaku Fanny. Aku duduk termenung di taman sekolah. Di bawah pepohonan rindang yang mendamaikan hati. Lalu kutatap langit biru yang cerah saat itu. Dalam hati, aku berkata, ‘Semoga hari

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *