Wahyu Dan Sekeranjang Gorengan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Kehidupan, Cerpen Keluarga
Lolos moderasi pada: 13 January 2016

Ini kisah tentang Wahyu, salah seorang anak kecil yang sedang berkeliling membawa keranjang berisi gorengan di sebuah terminal bus sambil berteriak, “gorengan.. gorengan..!!!” dan menawarkan ke beberapa orang yang ada di terminal tersebut. Tidak seperti kebanyakan anak kecil lainnya, yang lebih memilih berlibur ke tempat rekreasi ataupun sekedar bermain bersama dengan teman sebayanya.

Liburan sekolah ini Wahyu lebih memilih melakukan aktivitas tersebut. Ya, menjual gorengan. Hanya dengan bermodalkan tenaga dan gorengan buatan ibunya itu Wahyu menjualnya dengan begitu semangat tak mengeluh sedikit pun walau panas terik matahari yang semakin menusuk kulit. Mungkin orang lain juga akan lebih memilih tinggal di rumah ketimbang panas-panasan yang hanya akan membuat baju menjadi basah karena keringat yang terus menetes bercucuran.

“Aku ingin membantu Ibuku, karena sekarang Ibu sedang sakit, Ibu sedang beristirahat di rumah.” cerita Wahyu dengan wajah polosnya dan masih terus menawarkan dagangannya ke orang-orang agar membelinya. Gorengan yang dijual anak kelas 1 SD ini bermacam-macam seperti gejos, bakwan, pisang goreng, dan masih banyak lagi. Dijual dengan harga 1000 rupiah per gorengannya.

Pernah sekali, ada seseorang yang meminta paksa uang hasil jualannya, ya siapa lagi. Seorang preman. Wahyu berusaha melawan tapi ia tidak bisa, preman itu begitu kuat. Tubuh kecilnya tidak bisa untuk melawan. Pasrah. Wahyu hanya bisa pasrah, orang-orang di sekelilingnya benar-benar tidak mempedulikannya. Keranjang gorengannya terjatuh akibat dorongan tangan kuat sang preman. Gorengannya berserakan ke mana-mana.

Sakit, itu yang dia dapat. Badan kecilnya ikut terjatuh. Tidak pernah ada rasa menyerah pada dirinya. Ia kembali bangkit. Usaha dan kerja kerasnya begitu tinggi walau hanya dengan sekeranjang gorengan ia berusaha membantu memenuhi kehidupan keluarganya. Kisah Wahyu ini mengajarkan pada kita semua bahwa hidup harus dijalani dengan sebaik-baiknya tanpa mengeluh dan putus asa. Wahyu membantu ibunya dengan ikhlas dan dengan penuh kasih sayang.

Cerpen Karangan: Hasna Asjad Allamah
Facebook: Hasna Asjad
Suka banget baca buku, punya sahabat-sahabat yang baik :v

Cerpen Wahyu Dan Sekeranjang Gorengan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tabularasa Sidenreng-Rappang

Oleh:
Muhammad Syukkuri begitulah lengkap namanya, Pegawai Negeri Sipil golongan IV B atau bisa disejajarkan dalam dunia militer sebagai Jenderal Bintang Dua. Dengan sigaret yang dihisapnya dan asap menyembul di

And I Hope

Oleh:
Hai nama saya Ilona, aku berasal dari keluarga yang menjunjung tinggi agama islam. Ya beginilah aku, seorang muslimah cantik yang tinggal di dusun kecil Aku memang terkenal dengan keramahanku,

Aku Rindu

Oleh:
Debu-debu berserakan, seakan menjadi penghias di kampung sudut kota. Menuangkan diri ke suasana desa yang cukup ramah dan penuh kesunyian. Entah apa yang para penduduk itu lakukan, mungkin sebuah

Selamat Hari Ayah

Oleh:
Hari kemarin tanggal 12 November bertepatan dengan Hari Ayah. Hari dimana peran seorang ayah adalah seorang pahlawan untuk keluarganya, hari dimana sosok seorang ayah adalah lelaki tangguh yang tak

1966

Oleh:
IBU: Ibu masih bayi saat itu, paling cuma bisa menangis. Kata kakekmu, saat itu, ibu dibawa oleh kakek dan nenekmu mengungsi ke kebun kami yang ada di timur desa.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *