Akhirnya ibu Sadar

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Keluarga
Lolos moderasi pada: 5 December 2017

Kata orang, Ibu adalah malaikat dalam hidupnya. Tapi, aku tidak percaya. Karena, itu tidak terjadi denganku.

“Zara!! Di mana kamu!? Dasar anak br*ngsek!!”, teriak Ibu. Aku hanya bisa terdiam di tempat persembunyianku.
Tiba-tiba, aku merasa sesak napas. Ibu telah menemukanku. Ia menutup pintu lemari dengan rapat hingga membuatku semakin sesak napas.

“Berani, ya, kamu!! Pakai baju orang!! Gak punya baju, ya!!”, teriak Ibu.
“Am-Ampu-pun, Bu”, ucapku terbata-bata.
“Apa!? Ibu!? Dasar sialan loe”, ucap Ibu sambil membuka pintu lemari dan menarikku keluar hingga terjatuh.

Prakk.. Prakk..
Sebilah rotan itu terpukul di seluruh tubuhku yang kurus ini. Kini, tubuhku bertambah memar. Ibu pun memarahiku berbagai kata hingga ia mengunciku di kamar.

“Ayahh”, ucapku pelan sambil menangis.
“Tolong aku, Yah”, aku hanya bisa menangis di ranjang yang sangat tipis. Bahkan tidak bisa disebut ranjang.

Dulu, Ibu sayang bangat sama aku. Tapi, setelah Ayah meninggal, sifat Ibu mulai berubah. Ia tidak lagi sayang aku. Mungkin aku beban baginya.

Pas pukul 12 malam, aku memutuskan pergi. Kukemas barangku ke dalam tas lusuh. Untung kamarku berada di lantai bawah. Kubuka jendela dan keluar. Aku bejalan dengan pelan dan membuka pagar dengan pelan. Lalu, aku berjalan keluar. Kutatapi rumahku sebentar. Good Bye, Mom. Dan, aku berlari pergi tanpa tujuan.

Pikiranku kacau. Aku harus ke mana? Tuhan, tolonglah hambamu ini. Aku teringat, mengapa aku nggak ke rumah Bu Rita. Bu Rita adalah tetanggaku yang paling dekat denganku. Tapi, ia sudah pindah. Rumahnya lumayan jauh. Aku pun berjalan menuju rumahnya.

Tok.. Tok..
Kuketuk pintu dari rumah sederhana itu. Tampak terdengar suara jalan orang.

“Siapa, ya?”, tanya wanita paruh baya itu sambil membuka pintu.
“Ini Zara, Bu”, jawabku.
“Zara!? Ayo, masuk”, ucapnya terkejut.

Kami pun duduk di sofa. Ia menanyaiku apa yang terjadi. Awalnya aku tak ingin cerita, tapi akhirnya aku cerita juga. Ia pun menyuruhku tinggal di rumahnya.

15 Tahun Kemudian…
“Zara! Kita bakal pindah balik ke Indonesia!”, ucap Bu Rita. Ya.. 10 tahun yang lalu, kami pindah ke Prancis.
“Yay!!”, aku sudah nggak sabar. Tiba-tiba, aku kepikiran Ibu. Bagaimana, ya kabarnya?

Ting.. Tong..
Aku pun langsung membuka pintu. Tampak seorang wanita paruh baya dengan wajah Indo.

“Apakah ini rumahnya Bu Rita dan Zara?”, tanyanya.
“Iya. Ada apa, ya?”, ucapku lembut.
“Kamu Zara?”, tanyanya lagi.
“Ya”, jawabku.
“Aduh, Sayang! Maafin Ibu. Ibu sekarang sadar. Hanya kamu harta Ibu”, ucapnya. Aku sulit mencerna.
“Ibu..”, gumamku pelan.
“Iya, ini Ibu”, air mataku menetes dari mataku.
“Akhirnya Ibu Sadar…”

Cerpen Karangan: Cindy Flowencya
Facebook: Cindy Flowencya
Hai, All!
Namaku Cindy Flowencya.
Aku ini seorang dancer
Aku juga bintang kelas, soalnya hampir tiap tahun juara kelas
Hobiku mengarang, membaca, dance, singing, and anymore
Oh, ya! Walaupun aku pintar, aku benci belajar, loh. Hehe..

Cerpen Akhirnya ibu Sadar merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sahabat Yang Terlupakan

Oleh:
Sewaktu SD aku dan temanku selalu bersam tertawa bersama. Kita bermain bersam kita berbagi suka duka bersama. SD ku tempat aku bergembira sahabatku alasan aku bahagia, sahabatku orang yang

Sunggguh Tak Kusangka

Oleh:
Selama ini keluarga Mamad dengan Yanah harmonis hingga mereka dikaruniai Tiga orang anak dan juga telah dikaruniai Dua cucu. Walaupun mereka hidup di kampung serta dengan keadaan ekonimi mungkin

Obat Sakit Gigi

Oleh:
AARRGGHHH!!! Gigiku kian hari kian sakit saja. Membuatku kesal dan mempengaruhi pekerjaanku. Namaku Ronald, aku tinggal di sebuah rumah minimalis yang cukup sederhana bersama istriku, Maddeline. Kami telah menikah

Kotak Kacamata

Oleh:
Namanya Putri Salsabila atau sering dipanggil ALSA. Siswi kelas 5 MI Muhammadiyah ini akan menceritakan kisahnya sewaktu TK. Sebelum masuk kelas, Alsa dan sahabatnya, Nety dan Farel, bermain di

Aku Pergi Ma, Pa

Oleh:
Semilir angin malam menembus jendela kamarku. Hingga tiba-tiba pintu kamarku terketuk pelan. “Hem pasti Tante Lia.” Gumam Ara. “Ra, ayo makan malem, semuanya udah pada kumpul di bawah.” ajak

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *