Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Mutiara Hati Yang Terlupakan

Bukan orang yang sepandai Albert Einsten. Bukan juga orang yang sekaya Presiden Obama di Amerika. Sederhana, tidak banyak tingkah, lugu, pendiam, itulah diriku. Tidak banyak teman yang kumiliki, ‘sendiri’ itulah yang...

Venice, Hari Untuk Selamanya

Semilir angin sore berhembus membawa kesejukan serta kedamaian. Dengan langkah perlahan, seorang laki-laki tengah berjalan menyusuri jalan setapak melewati deretan makam-makam yang dingin. Di pemakaman kecil inilah tempat...

Matematika Kronis

Senyap ini merongrong ditiap sudut kelasku. Diam seribu kata penuh makna. Hiruk pikuk yang ramai dengan celotehan masa putih abu-abu, seakan senyap dalam jangka waktu enam puluh menit. Otak teman-temanku tertekan dengan keras,...

Sahabat Tapi Kembar

Teettt… Teettt… Teettt… Bel tanda masuk SDS Terpadu Cahaya Nur berbunyi, Murid-murid pun segera masuk ke kelas masing-masing, termasuk Lista Andani atau yang biasa dipanggil Lista. Lista segera masuk ke...

Selamat Jalan Bun

Hai! Namaku Zharine Dyllana Aika. Panggilanku Ana. Suatu sore yang indah, sehabis pulang sekolah, aku mendengar ayah dan bunda sedang membicarakan sesuatu yang serius. Aku mengupingnya dari balik pintu walaupun aku tahu itu...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

Leave a Reply