Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Di Ujung Jembatan

Hujan kembali membasahi bumi, menemani langkah kaki gadis kecil itu. Sedari tadi tak bisa diam. Lari kesana kemari, tak peduli air hujan yang telah membasahi tubuh kecilnya. Tapi selalu berhiaskan senyum dibibirnya. Hujan...

The Loss Word

Kau bagaikan cahaya yang berkilauan Seperti putri dari sebuah kerajaan yang sangat jauh Kau ada disini, aku bisa melihatmu Tapi aku tetap tidak bisa menyentuhmu Kau seperti udara yang brgelimang di sekitarku Bergerak sesukamu...

Kesabaran Ibuku

Pada suatu ketika Bapak dan Ibuku bertengkar, entah apa yang dipermasalahkannya. Pada saat itu aku bertanya kepada ibu. “Ibu, mengapa Ibu menangis?”. Ibunya menjawab, “Sebab, Ibu adalah seorang wanita Nak”. “Aku...

Sebuah Diary

Suara tangis sayup-sayup terdengar dari balik kamar. “Rini, ini ayah nak! Buka pintunya Rini” bujuk ayah Rini. Hening sebentar. Tampak Rini dengan mata sembab membuka pintu kamarnya. Lalu dia memeluk erat sang ayah. Ayahnya...

Kelontong

“Kakek belum tidur?” “Kamu tidurlah duluan, Sur… Tugas sekolah besok sudah dikerjain?” “Sudah, Kek.” “Ya sudah, tidurlah… Kakek masih beres-beres warung dulu.” Kakekku...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

Leave a Reply