Aku Akan Pergi Jika Itu Mau Kalian

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Keluarga, Cerpen Penyesalan
Lolos moderasi pada: 27 June 2017

Hari ini, langit mendung. Aku duduk bersama ayahku di karpet, menunggu. Ibuku sedang memasak sayur bayam untukku.

Aku adalah seorang anak dari keluarga yang tak berada. Namaku Muhhamad Fahmi. Meskipun kondisiku seperti ini, aku masih bersyukur. Aku bisa bersekolah karena berkat beasiswa. Dulu, aku merasa adalah anak paling menyedihkan di dunia, namun setelah aku beranjak besar aku baru mengetahui kalau masih ada banyak orang yang lebih menderita dariku.

“Makanan sudah siap!” Seru ibuku.
Aku langsung mengambil piring lalu menuangkan sayur dan nasi ke piringku.

Ditengah-tengah kegiatanku memakan nasi, aku meminta kepada orangtuaku.
“Ayah, boleh tidak aku minta 5.000? Aku butuh un…” kata-kataku terpotong oleh kedua orangtuaku padahal aku memintanya baik-baik, tak membentak. Sebenarnya jika tak dikasih juga tak apa-apa..
“Untuk apa uang itu? Kamu tak mengerti keadaan ekonomi kita?! Kau ini, dasar anak pemboros!” Ucap ibuku dengan membentak, sukses membuat sakit hatiku.
“Benar kata ibumu! Untuk apa kau meminta!! Kau anak yang tak tahu cara bersyukur!” Bentak ayahku lagi. Mendengar ini, emosiku mulai naik.
“Ayah, ibu! Memangnya Fahmi pernah meminta apa, selain uang 5.000? Selama ini, Fahmi menahan diri, karena tahu keadaan ekonomi kita tidak baik! Setiap ada teman Fahmi punya barang baru, Fahmi selalu menahan diri! Uang itu hanya kugunakan untuk berinfak, kenapa ayah dan ibu malah memarahiku?! Aku tak mengerti!” Di akhir kata, aku langsung beranjak menuju kamarku.

Keesokan harinya…
“Fahmi! Fahmi!”
Ibu membuka kamarku lalu tampaklah secarik kertas.

Ibu, ayah..
Maafkan aku, aku pergi. Selama ini Fahmi tak pernah meminta apapun, Fahmi memendam rasa iri Fahmi dalam-dalam. Fahmi tak mengerti, mengapa Fahmi dibentak seperti itu?
Sekarang, aku sudah pergi. Tak ada lagi anak yang pemboros atau tak tahu cara bersyukur.
Untuk ibu dan ayah tahu, uang itu akan kugunakan untuk berinfak di sekolah.

~Fahmi~

Ibuku langsung menyesal dan menangis ibu dan langsung membawa kertas itu di hadapan ayahku. Mereka berdua menyesal. Sekarang, aku sudah pergi jauh. Tak aakan pernah kembali.

Cerpen Karangan: Kayla Risya Delya
Facebook: Esti Dian Pratiwi (ini facebook bunda aku, kalo bisa instagram, ini istagram aku sendiri; kayladelya3131)
Namaku kayla risya delya. Umur 10 tahun. Semoga kalian suka, ya!

Cerpen Aku Akan Pergi Jika Itu Mau Kalian merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Miss Photo Box

Oleh:
Dipikiranku, dari dulu hanyalah Photo Box. Kata-kata itu terus terngiang di kepalaku. Aku terus bertanya-tanya Photo Box itu apa kepada diriku sendiri. Sampai saat ini, hari ini, jam ini,

Lemari Usang Umi

Oleh:
Suara gemericik hujan masih terdengar di telinga, aroma khas tanah masih tercium di hidung, aku dan umi menyaksikan rintik hujan di atas bale-bale yang sengaja umi simpan di teras

Pencuri Kue

Oleh:
Di sebuah keluarga, ada 3 orang kakak beradik. Yaitu, Paul, Sarrah, dan John. Mereka tinggal bersama ibu mereka, ayah mereka telah lama meninggal. John biasa dipanggil oleh saudara-saudara nya

Kontes Memasak Endemmo

Oleh:
“Selamat pagi, Itzel! Aku punya kabar baik untukmu!” ujar Silvana di pagi yang cerah itu. Ia datang ke toko roti Itzel dengan semangat hari ini. “Nanti saja, sedang banyak

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *