Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Cukup Disadari

Kak Zain harus pergi, sekarang! Ya, untuk sebulan ke depan. Dia saudara kandungku satu-satunya. Lalu, aku bercerita pada siapa? Kak Zain Permana Pratama, masih SMA kelas 2 di SMAN 3 Bandung. Ia seorang kakak yang sangat baik,...

Membenam Rasa Kepedihan

Hati ini belumlah lupa bagaimana ia menilaiku. Tak melihatku dan semakin melupakanku, terdiam tiba-tiba aku di tepi jembatan kota jakarta ini. Dengan berlinangan air mata dalam hati ku pantulkan kata-kata “tak apa-apa”...

Doa Ibunda

Dunia. Andai kau tahu dan dapat menceritakan pada semesta tentang kasih sayang seorang ibu yang paling dalam adalah, ketika melihat anaknya tersenyum, dalam kebahagiaan. Seperti embun yang menyejukkan rumput-rumput hijau...

Martini

Ada seorang wanita tua dan miskin terbaring lemah di rumahnya yang jelek. Tatapan matanya kosong hanya ada bulir-bulir air mata penyesalan yang jatuh dari kedua matanya. Wanita ini hidup sendirian wanita ini menikmati hari...

Arif dan Aruf

Seharian kesana-kemari hendak mencari kerja namun tak satupun tempat yang ia datangi menerimanya untuk bisa dipekerjakan. “Ya Allah!! Harus kemana lagi kaki ini melangkah untuk mencari rizkymu? Lirinya dalam hati. Kegelisahan...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

Leave a Reply