Aku Bukan Diriku Lagi (Part 2)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Penyesalan
Lolos moderasi pada: 17 February 2016

5 tahun yang lalu.

“Pa. Clayran nggak mau ikut ke Paris. Clayran mau di sini aja, di Indonesia. Clayran nggak mau ikut.” Kata Clayran menolak permintaan papanya untuk melanjutkan sekolah ke Paris. “Pokoknya kamu harus ikut Papa, Mama, dan saudara kembarmu ke Paris. Lagian Vlayran, Kakakmu ikut juga ke paris. Jadi nggak ada penolakan.” Kata papa tegas. “Ma, Clayran nggak mau ikut ke paris ya Ma.” Kata Clayran pada mama.
“Nggak bisa sayang, kamu harus ikuti apa mau Papa kamu.” Kata mama lembut.

“Nnggak mau! aku nggak mau ikut Papa dan Mama bahkan Kak Vlay untuk ikut ke Paris. Clay nggak mau. Pok–”
“Baik, kalau kamu nggak mau ikut. Jangan panggil Papa ini Papa kamu lagi, Mama ini Mama kamu lagi, dan Vlay Kakak kamu lagi. Karena apa? Karena saya tidak memiliki anak seperti kamu. Anak yang tidak bisa diandalkan oleh siapa pun. Kamu berbeda dengan Kakak kamu Vlay. Dia cerdas dan selalu mengikuti apa kata Papa sedangkan kamu.”

“Kamu selalu menentang Papa. Dan air mata ini tidak berarti bagi saya dan jangan gunain air mata ini agar orang lain mengasihanimu. Saya tidak ada waktu lagi buat bicara sama kamu. Ayo Ma, Vlay kita berangkat sekarang.” Bentak papa dan segera pergi meninggalkan Clayran yang menangis diikuti oleh mama dan Vlayran.
“Baik, jika ini mau Papa kita akan buktikan siapa yang tidak berguna dan air mata ini, ini adalah kali terakhirnya air mata ini mengalir.” Kata Clay mengusap kasar air matanya.

Sejak saat itu Clayran tidak pernah menangis dan mengeluh lagi. Dan sejak saat itu pula ia selalu berusaha, ia bahkan rela bersekolah sambil bekerja. Karena ia berpikir tidak ada gunanya jika ia hidup hanya mengharapkan uang yang dikirim oleh orangtuanya setiap bulan. Hingga ia berhasil mendirikan sebuah perusahaan yang cukup pesat di dunia perbisnisan. Bahkan perusahaannya menjadi perusahaan terbesar di Indonesia. Yang sekarang nama perusahaannya sedang diperbincangkan oleh perusahaan-perusahaan didunia. Banyak yang manginginkan untuk melakukan kerjasama dengan perusahaannya. Dan itu adalah salah satu faktor pesatnya perkembangan perusahaan tersebut. “VIKARI’S CORP” adalah nama perusahaan miliknya.
Kedatangan mama dan papa Clayran sebenarnya adalah…

“Hem, ya terima kasih.” Kata Clayran menerima berkas meeting yang akan dibahas. Pintu ruangan meeting terbuka, masuklah seorang gadis yang sudah ditunggu sedari tadi. Para pengusaha sukses yang ada di ruang meeting sangat terkejut melihat siapa yang ditunggu dari tadi begitu juga dengan yang ditunggu. Ya, para pengusaha tersebut adalah papa, dan paman-paman Clayran. “Ekhem bisa dimulai.” kata Clayran yang sudah bisa menetralkan keterkejutannya. “Eh, ya.” Kata Om Irsyan.

Meeting berjalan dengan lancar walau masih ada sisa rasa keterkejutan yang belum hilang. “Wah, tidak ku sangka kalau pengusaha muda itu adalah seorang gadis yang sangat cantik. Dan saya sangat beruntung bisa bertemu langsung dengan anda.” Kata pengusaha lain. “Iya, terima kasih. Dan saya sangat beruntung dapat bertemu dengan anda yang dikenal sebagai pengusaha yang dermawan.” Kata Clayran membalas ucapan Pengusaha tersebut. Terjadilah perbincangan yang cukup lama di ruangan meeting tersebut dan sampai akhirnya ruang meeting tersebut sepi. Keesokan harinya Clayran kembali masuk sekolah.

“Clayran.” teriak Kalita.
“Apaan?” jawab Clayran ketus.
“Enggak. Gue cuma nanya lo jdi pindah di mana?” Tanya Kalita.
“Hem.. di perumahan elite gys.” jawab Clayran.
“Oh.. oh ya, kemarin gue datang ke rumah lo. Terus di rumah lo itu ada si Vlayran dan ada banyak orang di rumah lo. Mereka siapa lo?” Tanya Kalita lagi.
“Lo udah tahu kan cerita tentang kembaran gue dan orangtua gue?” Tanya Clayran balik. Ya, Kalita memang mengetahui semuanya karena Clayran sering curhat dengan Kalita, sahabatnya.
“Ya.” jawab Kalita.

“Yang lo lihat kemarin itu adalah keluarga gue. Dan Vlayra adalah Kakak kembar gue.” jawab Kalita.
“Hah.. jadi Vlayran itu kembaran lo yang lo ceritain dulu?” Tanyanya lagi.
“Ya dia kembaran gue. Dan dia kembali lagi disaat gue sudah bisa untuk melupakan mereka” kata Clayran.
“Hmm, lo yang sabar aja ya. Gue mungkin nggak bisa ngelakuin apa-apa untuk membantu lo. Tapi, yang harus lo ketahui gue di sini selalu mendoakan yang terbaik buat lo sahabat gue yang gue sayang. Dan lo harus ingat LO PASTI BISA!” kata Kalita memberi semangat Clayran.

“Ya. Thank’s,” jawab Clayran.
“Kemarin gue rapat di kantor.” Kata Clayran. Kalita binggung dan bertanya.
“Terus?”
“Rekan meeting gue itu adalah keluarga gue. Di sana ada Papa, dan Paman-paman gue.” Kata Clayran. Kalita yang mendengarnya cukup terkejut.
“Jadi semua yang lo rahasiain terbongkar?” Tanya Kalita.
“Ya.” jawab Clayran.

Bel istirahat berbunyi, tetapi dua gadis cantik ini masih setia di tempat duduk mereka. “Lo kenapa Ly?” Tanya Kalita pada Calyaran yang tampaknya sedang menahan sesuatu.
“Gue nggak tahu Kal. Kepala gue tiba-tiba sakit banget. Dan kaki gue terasa kaku. Hidung gue juga mimisan,” kata Clayran yang merasakan sakit di sekujur tubuhnya.
“Lo sudah minum obatkan?” Tanya Kalita pada Clayran. Kalita begitu sangat kahwatir dengan keaadaan Clayran.

Ya, kalita mengtahui semua yan terjadi pada Clayran. Karena, Clayran hanya bercerita semua masalahnya kepada Kalita. “Su..sudah..” belum selesai Clayran berbicara tiba-tiba saja Clayran pingsan. “CLAYRAN!!” teriak Vlayran yang memang baru masuk ketika melihat Clayran pingsan. “Yo kita angkat dia. Dan kita bawa ke rumah sakit.” kata Vlayran kemudian mengangkat tubuh Clayran kedalam mobil di parkiran.

Dalam perjalanan Kalita hanya bisa menangis tersedu-sedu melihat tunbuh sang sahabat yang begitu pucat. “Apa yang sebenarnya terjadi pada Clayran?” Tanya Vlayran pada Kalita. Clayran hanya terdiam. Melihat itu Vlayran hanya diam dan tidak mengulangi pertanyaannya. Namun, sebelumnya ia sudah memberitahu tentang Clayran kepada keluarga, dan meminta mereka untuk langsung datang saja ke rumah sakit karangturi. Sesampainya di rumah sakit karangturi, Clayran langsung dibawa ke ruang ICU. Lalu sang dokter datang.

“Loh, Kalita siapa yang kamu bawa ke rumah sakit? Clayran?” Tanya dokter yang merupakan om-nya Kalita.
“Iya, Om. Penyakit Clayran kambuh lagi,” kata Kalita sembari terisak. Lalu sang dokter pun masuk ke ruangan untuk memeriksa keadaan Clayran. Vlayran terkejut saat mendengar percakapan antara Kalita dan dokter. ‘Penyakit Clayran kambuh lagi? Clayran sakit apa?’ batin Vlayran.

Tidak lama kemudian keluarga Clayran dan Vlayran datang dengan tergopoh-gopoh.
“Bagaimana keadaan Clayran, Nak?” Tanya sang mama pada Vlayran sembari menangis terisak.
“Vlay juga belum tahu Ma, dokter masih didalam memeriksa Clayran Ma, Mama yang tenang ya?” Kata Vlay menenangkan sang mama. Kalita hanya menatap benci kepada mereka, “Masih berani nongol juga? Nggak sadar apa? Terus masih peduli gitu sama dia? Nggak banget.” Kata Kalita menyindir. Semua menatap heran kepada Kalita.

“Heran, terus nanya kamu itu siapa? Lo nggak perlu tahu siapa gue. Dan lo semua memang nggak punya hati. Kalian semua nggak tahu apa betapa tersiksanya Clayran dengan sikap kalian. Kalian pikir Clayran itu apa? boneka? Di saat dia membutuhkan kalian, kalian malah tidak ada di sampingnya. Dia menahan semua sakit, baik di hati, fisik, maupun tubuhnya. Hikss.” kata Kalita terisak. “Dia berjuang makan tidak makan, istirahat tidak istirahat hanya untuk bisa bebas dari tanggungan kalian. Dia terus bekerja, sepulang sekolah sampai malam ia bekerja.”

“Sampai akhirnya seluruh kerja kerasnya tidak sia-sia, dan dia mampu mendirikan sebuah perusahaan yang cukup berkembang dengan pesat. Dia giat bekerja, sampai ia tidak dapat lagi mengontrol kesehatan tubuhnya. 2 tahun yang lalu Clayran divonis oleh dokter terkena kanker otak stadium 3. Dan beberapa hari yang lalu dia check up, dan dokter memvonis kalau kankernya memasuki stadium akhir. Dan semua ini terjadi begitu cepat. Hikss.. Clay maaf.” Sambung Kalita. Semua yang mendengar merasa bersalah begitu juga dengan sang papa. Ia sangat menyesal pernah menyia-nyiakan gadis itu. Tidak lama dokter yang memeriksa ke luar dari ruangan dan semua pun mendekat.

“Om. bagaimana dengan Clayran Om. Dia nggak apa-apa kan om? Jawab Om. hiks” Tanya Kalita.
“Hem, Clayran sekarang kritis,”
“Nggak mungkin Om. Om pasti bohong kan.” Kata Kalita memotong ucapan Dokter.
“Nggak sayang, Clayran sekarang kritis. Dan Om juga tidak tahu apa yang membuatnya tiba-tiba drop.” Kata sang dokter. “Kal. mereka siapa?” Tanya dokter kepada Kalita.
“Hem, kita orangtua dari Clayran.”kata papa.

“Bagaimana dok, keadaan putri kami?” Sambung mama.
“Hem, putri Ibu untuk saat ini sedang kritis. Oh ya, maaf sebelumnya. Bukannya orangtua Clayran–”
“Udah Om nggak usah diladeni. Lagian mereka nggak akan peduli kok Om.” Kata Kalita judes.
“Ya udah, maaf Om nggak bisa lama-lama. Karena ada pasien yag harus Om tangani saat ini. Permisi. Mari Pak, Bu.” Kata dokter sembari pergi meninggalkan mereka.
“Clay… Maaf gue belum bisa jdi sahabat terbaik buat lo. Maaf, gue belum bisa jadi apa yang lo ingini. Karena gue nggak mungkin bisa menjadi seperti lo. Gue mohon bertahan buat gue. Buat orang yang lo sayang. Gue sayang sama lo.”

Sudah seminggu Clayran koma, namun belum ada perubahan dengan keadaannya. Dan sudah seminggu pula Kalita tidak masuk sekolah. Tit.. tit… Suara pendeteksi detak jantung Clayran tiba-tiba berhenti. Hal ini membuat Kalita tampak begitu khawatir. Keluarga Clayran yang kebetulan pula ada disana segera memanggil dokter. Sedangkan mama sedari tadi hanya menangis saja. Tidak lama kemudian sang dokter masuk. “Maaf, semuanya tolong keluar.” Semua pun ke luar dari ruangan tersebut dan membiarkan dokter yang memeriksanya.

“Clay.. bertahan. Tuhan bantu sahabat hamba. Berikan dia kekuatan yang daripadamu.” Kata Kalita berdoa. ‘Tuhan, maafkan hamba yang pernah menyia-nyiakan putri hamba. Sekarang di saat ia trbujur lemah hamba baru menyadari semua kesalahan hamba. Hamba tahu hamba tidak pantas untuk dimaafkan. Tetapi, hamba mohon angkatlah penyakitnya, sembuhkanlah dia. Hanya kaulah maha pengampun, hamba berserah hanya padamu,’ papa berdoa dalam diamnya.

‘Tuhan, hamba adalah saudara terjahat di dunia. Bahkan hamba bisa-bisanya tertawa senang sedangkan Adik hamba, kembaran hamba mengalami suatu masalah. Dia sekarang sedang sakit tolong beri dia kesembuhan. Hanya kepadamu hamba berserah diri.’ Doa Vlayran. ‘Tuhan, hamba adalah orangtua yang durhaka terhadap anak hamba. Hamba selalu tersenyum sedangkan putri hamba terserang penyakit. Ia sekarang terbujur lemah. Hamba tahu kaulah maha pengasih amin.’ Doa mama.

Ceklek..

Dokter yang memeriksa Clayran ke luar dari ruangan dengan wajah yang tegang, sedangkan yang lain terlihat sangat khawatir. “Bagaimana Om, keadaan Clayran?” Tanya Kalita pada sang dokter. “Iya dok, bagaimana keadaan putri kami ” Tanya mama kepada dokter tersebut. Dokter itu hanya menggelengkan kepala, sedangkan yang lain tampak semakin khawatir. “Maaf Bu, Pak, Kal. Kami sudah berusaha melakukan yang terbaik buat Clayran, tetapi Tuhan lebih sayang kepada Clayran. Clayran sudah meninggalkan kita semua untuk selamanya.” Kata dokter tersebut. “NGGAK MUNGKIN… NGGAK MUNGKIN!! Clay masih hidupkan dok? Bilang dok ini hanya lelucon dokter saja kan? Hikss.. Clayran maafkan Mama. Mama belum bisa menjadi Mama yang terbaik buat kamu. Maafin Mama sayang. Hikss..hikss.” Isak mama dengan sangat histeris.

Mendengar kata-kata dari om-nya tersebut, Kalita bagai dihantam oleh tonan batu. Kalita sudah pasrah jika saja sahabatnya itu sudah pergi terlebih dahulu meninggalkan semua kenangan yang mereka lukis dahulu. “Lyran.. engkau sekarang sudah tenang di sana. Ternyata lo yang lebih dulu meninggalkan dunia ini daripada gue. Maaf, jika selama ini gue menyusahkan lo. Maaf, jika selama ini gue belum bisa menepati janji gue ke lo. Semoga lo lebih tenang berada di sana. Permintaan gue, jangan pernah lupakan kenangan kita dulu dan tunggu gue sampai gue datang buat menyusul lo di sana.” Kata Kalita.

“Clayran kamu sekarang sudah pergi meninggalkan Kakak, Mama, dan Papa. Maaf Clay, karena Kakak pernah meninggalkan kamu di saat kamu membutuhkan Kakak sebagai penopangmu. Kita selama 5 tahun ini berpisah tanpa pernah bertatap muka. Di waktu Kakak menjadi murid baru di sekolahmu dan Kakak melihatmu sudah tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik Kakak begitu senang. Dan Kakak berharap Kakak bisa membalas semua kesalahan Kakak selama ini. Namun, di saat Kakak ingin menebus semua kesalahan Kakak, kamu malah pergi meninggalkan Kakak. Kakak merasa menjadi orang yang tidak berguna. Clay, Kakak berharap kamu dapat memaafkan Kakak dan mau menunggu Kakak di sana. Kelak, Kakak pasti akan menyusul kamu di sana.”

“5 tahun yang lalu, Papa mungkin membuat suatu kesalahan yang amat besar. Papa bahkan rela meninggalkan kamu sendirian di Indonesia, sedangkan Papa lebih mementingkan perusahaan Papa yang ada di Paris. Papa bahkan rela memisahkan kamu dengan orang yang sangat kamu sayangi yaitu, Mama dan Kakak kamu. Maaf Nak, Papa nggak pernah ada di saat kamu membutuhkan sandaran untuk menopangmu di saat kamu hendak jatuh. Mungkin maaf saja tidak dapat menebus semua kesalahan Papa kepadamu. Nak, Papa berharap dengan sangat supaya kamu dapat memaafkan Papa dan mau menanti Papa di sana.”

“Sayang, maafkan Mama Mak yang tidak pernah ada di sisimu. Mama tidak pernah memikirkan bagaimana perasaanmu di Indonesia ketika Mama sedang berada di Paris. Maaf jika Mama lebih memilih untuk ikut dengan Papa dibanding memilih untuk tetap tinggal dan menemanimu di Indonesia. Di saat Papamu meminta untuk kembali ke Indonesia, Mama sangat senang karena Mama sudah sangat merindukanmu. Mama kembali ke Indonesia berharap kamu menyambut Mama dengan sangat hangat tetapi Mama salah. Mama sangat sedih ketika mendengar cerita sahabatmu tentang kehidupanmu selama ini. Mama menyesal. Mama mohon Nak, agar kamu mau memaafkan Mama. Dan Mama yakin suatu saat Mama akan berjumpa kembali denganmu dan Mama ingin memelukmu walau hanya sebentar saja. Tunggu Mama di tempatmu Nak.”

Semenjak kepergian Clayran perusahaan “VIKARI’S CORP” diambil alih oleh Kalita. Memang sebelum Clayran meninggal, Clayran sudah lebih dulu mewariskan semua kekayaaNnya kepada sahabatnya Kalita. Sekarang perusahaan tersebut menjadi perusahaan terbesar di Asia Tenggara. Walau masih di bawah perusahaan “HAEHAN’S CORP,” yakni perusahaan papa mendiang Clayran. Namun, “VIKARI’S CORP” dengan “HAEHAN’S CORP” saling bekerja sama karena itu adalah pesan mendiang Clayran sebelum Clayran pergi. Clayran menitipkan pesan tersebut kepada orang kepercayaan Clayran.

TAMAT

Cerpen Karangan: Elisma Br. Hutabarat
Facebook: Elisma Hutabarat
Nama: Elisma Br. Hutabarat
Lahir: Kandis, 19 Maret 2001
Alamat: Kandis, Siak, Riau

Cerpen Aku Bukan Diriku Lagi (Part 2) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Keteguhan Hati

Oleh:
Aku adalah seorang siswi di sekolah swasta di Jakarta. Orang tuaku berkerja sebagai penjual gorengan. Sehari-hari setiap sore sampai malam mereka berjualan di warung pinggir jalan. Terkadang, Aku ingin

Harapan Hidupku

Oleh:
Hari hari dalam hidupku memang penuh warna kebahagiaan, walau terselip satu harapan yang tak pernah terkabulkan. Aku bernama Alya, aku hidup di tengah-tengah keluarga yang keberadaannya cukup baik. Aku

Awan Kelabu di Langit Itu

Oleh:
Saat mentari mulai menampakkan dirinya pada dunia, para ayam pun mulai memperdengarkan suara indahnya, saking indahnya aku malas bangun dari mimpi-mimpi indahku. Ya, hanya dalam mimpi aku bisa melihat

Gebunden

Oleh:
Eksistensi seseorang memang benar-benar tidak mudah dilupakan. Krisna mendengus, alih-alih memainkan ponselnya. Jemarinya menari di atas keyboard ponsel. Sedang matanya menyipit menatap layar ponsel berkekuatan merusak daya penglihatan. Sebuah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *