Aku dan Saudara Kembarku, Saudara Kembarku dan Aku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 18 July 2016

Ini kisah kami bedua, aku dan Aurel kembaranku, dan kembaranku Carol dan aku. Bingung kan? Kami berdua akan menceritakan kisah kami secara berbalas-balasan.

Aku si kakak bernama Carol, dan aku si adik bernama Aurel, kami remaja berumur 17 tahun. Aku lahir duluan, dan disusul Aurel setelah 20 menit kemudian. Carol kakakku sangat menyukai susu kotak rasa coklat, sedangkan aku suka yang vanilla. Aurel adikku ini, tipe orang yang pendiam, tapi kalau diusik kebuasannya akan keluar dia akan menghancurkan semua yang ada di hadapannya, handphone akan dibanting, piring akan dipecahin, bahkan lebih buasnya siapapun yang mengusiknya akan dicakar (kayak kucing gitu). Hahahha, benar! itulah aku, berbeda dengan Carol yang ngambeknya tidak terang-terangan, kurung diri di kamar itulah dia. Nggak mau makan, nggak mau mandi (uugh, baunya kalau Carol nggak mandi). Bahkan dirayu dengan apapun juga nggak bakal mempan, Pernah waktu itu…

“Cay, udah dong ngambeknya, maafin aku, please!” sambil pintu kamar Carol kuketuk.
“NGGAK.” teriakan terbesar Carol, udah biasa
“Nih aku bawain susu kotak coklat kesukaan kamu.”
“Budek ya?” Ya enggak lah, gue mau minta maaf udang.
“Carol, aku janji deh nggak bakal ngulang lagi becandanya.” dengan sedikit rayuan,
“Mati lo.” Gagal! Kalau udah begini ya carolnya ditinggal aja.

Waktu itu lagi mati lampu, yes! ini kesempatanku buat candain si Carol, kebetulan dia takut banget sama Pocong, ya sudah, aku memakai kostum Pocong, dengan wajahku kupenuhi tepung, Carol yang lagi main gedgetnya di ruang tamu aku kagetin dengan penampilan pocongku, alhasil, dia teriak-teriak cengingisan, dan lari pontang-panting dalam cahaya lilin, dan BRUKK! Dia menabrak tembok kamarnya sendiri, hahahahah, itu benar-benar lucu, sangat lucu. Karena itulah Carol marah padaku selama 3 hari.

Yap! Cukup memalukan, mungkin sangat memalukan. Tapi tanpa candaan Aurel si dekil ini, nggak mungkin selama 3 hari itu pula aku ketawa sampai nangis-nangis, iyalah karena setiap hari dia terus mengetuk pintu kamarku untuk minta maaf dengan ribuan rayuannya, yang sama sekali nggak kurespon. Rasain lo!
Oh, gitu ya Cay, Ok, NICE sister, I like it! Biar lo tahu rasa Rel, cendaan lo kadang-kadang nggak asik.

Aku dan Aurel, memiliki kesamaan wajah yang sangat sulit dibedakan, mungkin orang-orang terdekat saja yang bisa membedakan kami, bahkan papa saja sering sekali salah menyapa kami, kadang carol dipanggil Aurel, kadang Aurel dipanggil Carol (diumur kami yang 17 tahun ini?).
Satu hal yang bisa membedakan kami adalah perbedaan hidung kami, hidungku mencung, dan hidung si Aurel nggak semancung aku, tapi tetap saja sulit dibedakan. Hahhahaha…

Aurel adikku ini, suka nge-php-in cowok, udah lebih dari 10 laki-laki yang diphp-nya. Wajar saja, karena kecantikkan yang dimilikinya nggak susah buat mendakati cowok, kebanyakan cuma diporotin (jahat benar si Aurel), pernah seorang pria (sebut saja: Glen si tajir) Glen pernah ngasih Aurel Iphone 6 seharga 14 juta, buat kado valentine, seminggu setelah itu di Glen ditinggal, tapi untungnya dia nggak minta dibalikin Iphone pemberiannya itu.

Aurel sering banget minta bantuan aku, dan bantuannya hanya untuk ngedate sama cowok hasil php-nya. Sehari aja, Aurel bisa janji kencan sama 2 sampai 3 orang, karena wajah kami yang super mirip, ya sekali-kali aku bantuin dia, kebanyakan cowok Aurel itu, ssstt! tajir-tajir bang hahahah, lumayan kan bisa gue porotin juga.

Berbeda dengan Carol, dia itu anti dekat sama cowok, anti pacaran, seumur-umur yang aku tahu Carol nggak pernah pacaran (udik banget sih). Kalau ada maunya aja baru deh dia jalan sama cowok, seperti katanya tadi saat bantuin aku ngedate sama cowok hanya buat morotin doang.

Satu-satunya alasan Carol nggak suka cowok karena cowok itu brengsek, kalau menurut aku sih, nggak semua cowok gitu, ada yang baik kok! Carol punya sahabat namanya Melan, mereka bersahabat sejak TK. Melan berpacaran dengan dengan seorang pria namanya Chris, awalnya hubungan mereka baik-baik saja, sampai suatu saat Chris menghianati Melan, Chris menghamili Melan dan melarikan diri, ya dia tak bertanggung jawab atas kelakuannya itu, dan akhirnya karena stress Melan bunuh diri, dengan meminum racun semut. Sejak saat itu, Carol benci sama cowok.

Prinsip aku, cowok atau pacaran nggak ada gunanya di umur kita yang masih sangat muda ini, lebih baik berjuang meraih cita-cita demi kebahagiaan orangtua dan kerabat, urusan laki-laki belakangan, selesai sekolah, kerja, burulah cari laki-laki yang bertanggung jawab dan menikah.
Ya, itulah prinsip bijaksana dari Carol kakakku, akan kuanut juga prinsip bijak seperti itu.

Sebulan yang lalu ketika umur kami tepat 17 tahun, papa dan mama memutuskan untuk meninggalkan kami. Hold on! Maksudnya meninggalkan disini adalah, mereka ingin kami mandiri, artinya segala sesuatu harus dicapai dengan usaha kami sendiri tapi pengawasan dari orangtua tetap ada. Papa dan mama memutuskan untuk tinggal di Bandung, kebetulan papa punya perusahaan disana, dan kami berdua tinggal sebatang kara di kota besar Jakarta. Sepeninggal mereka, semua aturan rumahan aku yang ngurus, keuangan, makan minum, shopping, uang jajan, uang sekolah, dan lain-lain, Aurel nggak berhak sama sekali buat ngatur tentang hal ini, dia hanya boleh mematuhi setiap aturan yang kubuat.
Ya gitulah si Carol ini, tapi untungnya, dia nggak pelit, sekalipun dia ngambek sama aku uang jajanku nggak pernah dipotong. I love you my twin…
Eeeeuuuuu, menjijikan! Ya iyalah nggak gue potong, setiap kali gue ngancam pengen motong uang jajannya, kebuasaannya keluar, hampir gelas kesayanganku dibanting, padahal gelas itu adalah peninggalan mendiang sahabatku Melan. Kalau aja dibanting mungkin kalian semua akan tahu bagaimana pertarungan antara si hiu vs buaya.

Ada satu kisah yang sedih banget, waktu itu sekitar sebulan yang lalu si dekil Aurel ini nangis ngabisin 4 box tisu (nggak kebayang kan), kenapa? karena sahabatnya menghianati dia.
Sahabatku itu namanya Elisabeth biasa ku panggil Betty, dia sahabat terbaikku sejak TK dulu, dari SD sampai SMA kami selalu bersama, selalu bermain bersama, jalan, bahkan makan saja pernah sepiring berdua dan minum segelas berdua, pertemanan kita bagi aku adalah pertemanan terbaik sedunia, apa yang aku nggak tahu tentang Betty dan apa yang Betty nggak tahu tentang aku. Hingga sebulan yang lalu, ketika ditinggal papa dan mama, aku ceritain ke dia alasan kami ditinggal, karena orangtua kami ingin aku dan Carol menjadi wanita yang dewasa dan mandiri, apa daya si Betty menggosipkan ke seluruh sekolah bahwa kami ditinggal karena papa dan mama udah nggak bisa mengurus aku dan Carol lagi karena kami suka keluyuran setiap malam dan suka pulang pagi dengan mulut bau alkohol (mabuk-mabukan). Betapa jahatnya sahabatku itu, aku sendiri nggak tahu apa alasan Betty melakukan fitnah seperti itu, yang kudengar dari anak-anak sekolah kalau Betty cemburu sama aku, karena cowok idamannya Mario suka sama aku. Karena seorang pria sahabatku sejak kecil mengkhianati aku seperti itu, Mario yang merasa bersalah dengan kejadian ini, memutuskan untuk pindah sekolah dan ternyata Betty juga ikut pindah sekolah, entah mengapa itu.
Sedih kan? Aku juga nggak percaya seorang sahabat tega menikam sahabatnya sendiri dari belakang. Sejak saat itu Aurel jadi nggak punya sahabat, mungkin karena trauma sama si Betty. Dan sekarang sahabat Aurel adalah aku, dan sahabat Carol adalah aku. Kami bukan saja sebagai saudara kembar tapi kami juga adalah sepasang sahabat.

Cerpen Karangan: Lany Pono
Facebook: juliani pono

Cerpen Aku dan Saudara Kembarku, Saudara Kembarku dan Aku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Doa Ku Selalu Untuk Mu, Sayang

Oleh:
Marisa Anastasya itulah adik kesayanganku umurnya 18 tahun. Aku biasa memanggilnya dengan sebutan Risa, dia anak yang baik, lucu, dan cantik. Jadi tak heran jika banyak lelaki yang menyukainya.

Because Of You (Part 1)

Oleh:
Tinta bolpoin itu kini mengotori lembaran buku tulisku. Ini satu-satunya hal yang rutin kulakukan apabila menunggu guru yang belum datang, ya setidaknya aku bisa meluangkan waktu untuk sekedar melemaskan

Pilih Yang Mana

Oleh:
“Hari ini gue baper banget sih!! Cuma gara-gara kuliah sama organisasi doang! karena gue bingung harus gimana, kuliah sama organisasi itu bentrok, jadinya kalau kuliah yang ditinggalin, nanti organisasi

Pagi Kuning Keemasan

Oleh:
“Badrol! Yok cari karang!” Seru Kentang pada sohib akrabnya yang kini tengah menengadahkan kepalanya mengarah ke mercusuar. Melihat kawannya tak merespon, Kentang-pun setengah berteriak, “Woy! Lihat apa pula kau?”

Tuhan Izinkan Aku Menangis

Oleh:
Hai namaku Rainivia, kalian bisa memanggilku Rai. Aku adalah seorang yang jarang menunjukan sedihku di depan umum, apa lagi di depan orang yang kusayangi. Dulu waktu aku kecil aku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *