Aku Rindu Ibu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 15 July 2016

Hari-hari kulewati tanpa kasih sayang ibu, aku haus akan kasih sayangnya, belaian manjanya, pelukan hangatnya, ciuman sayangnya, mata teduhnya, senyum ramahnya, nasihat penenang hati, dan semua tentang ibu. Kini aku hanya tinggal dengan ayahku, ya hanya berdua aku dan ayah. Ibuku telah tiada saat aku berumur 4 tahun, ibuku meninggal karena stroke. Setiap hari aku selalu mimpikan ibu, hingga saat ini, aku masih ingat betul saat itu, ya saat kejadian yang berakibat nyawa ibuku terenggut.

Saat itu aku berada di pangkuan ibu, tiba-tiba ibu terjatuh menimpaku, aku yang waktu itu belum mengetahui apapun menertawakannya, ku menganggap itu candaan dari ibu, tapi ibu tak juga bangun dan masih dalam posisi yang sama. Akhirnya, aku tersadar, mengapa ibu diam saja, ibu masih dalam posisi duduk menimpaku, aku mulai merasakan beban berat yang menimpaku, yups, berat badan ibuku, aku mulai berteriak meminta tolong, waktu itu hanya aku dan ibu yang ada di rumah, ayah sedang bekerja.

Para tetangga pun mulai berdatangan ke rumahku untuk menolong ibu, dan saat itu juga ibuku tak tertolong. Aku belum mengetahui hal itu, waktu itu aku hanya diberi tahu oleh ayahku bahwa ibuku pergi dan nanti akan kembali bersama ibu dan ayah. Aku yang masih kecil pun mempercayai hal itu.

Setiap malam ku menunggu ibu kembali, aku menanyakannya pada ayah mengapa ibu tak juga kembali, dan ayah selalu berkata besok ibu akan pulang. Setiap malam aku setia menunggu di depan pintu dan berharap ibu pulang.

Beberapa bulan aku melakukan hal yang sama, dan pada malam itu aku sadar, mungkin ibu tak sayang lagi padaku, ibu tak juga pulang, ibuku tak kembali. Aku menangis terisak, ayahku memelukku, dan aku merasakan mungkin ayah juga menangis sepertiku tapi tanpa suara, dan ayah berjanji bahwa besok aku akan bertemu ibu. Aku sangat senang, pulang sekolah ku bergegas ke depan gerbang untuk menunggu jemputan ayah, karena ayah telah berjanji akan mengajaku bertemu ibu.

Kami sampai di suatu tempat yang sepi, sunyi tak ada orang di sana, tempat apa ini? Tanyaku dalam hati, ayah berhenti dan berjongkok di depan batu nisan, raut mukanya berubah. “Ayah ini tempat apa? Bukankah ayah akan mengajakku bertemu ibu?” Tanyaku
Raut mukanya terlihat sedih, dia menundukkan wajahnya “Iya, ini kita sudah bertemu ibu” Jawab ayah
“Tapi mana ibu? Dia tidak ada di sini, apakah ibu bermain petak umpet bersama kita?” Tanyaku dengan mata berbinar
“Tidak sayang, ibu di sini, dia telah bahagia di alam sana, di surga, kita akan berkumpul bersama ibu kelak” kata ayah sembari meneteskan air mata
“Ibu di surga? Kenapa ibu tidak mengajakku? Aku tak tahu kapan ibu berangkat ke surga? Mengapa ibu tak meminta izin ayah sebelum pergi ke surga?” tanyaku ingin tahu
“Ya ibumu mendahului kita, ibu sudah tenang di alam sana, ibu sedang tersenyum pada kita sekarang” suara ayahku semakin bergetar

Itu 15 tahun silam, aku masih ingat betul kejadian itu… Hingga saat ini.
Aku rindu ibu

Cerpen Karangan: Putri Alyadi
Blog / Facebook: Ssybsaheza.blogspot.com / putri Alyadi
assalamu’alaikum, makasih udah baca, mohon dimaklumi karena saya masih amatir…

Cerpen Aku Rindu Ibu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


I am Stupid?

Oleh:
“Felly kemana, Bi?!,” tanya Anjani saat ia hendak pergi ke kentor. “Non Felly baru saja ke luar, Nyonya. Tadi, Non Felly membawa mobilnya sendiri dan menolak Pak Ridwan mentah-mentah

Tahun Baru Untuk Helen

Oleh:
Cinta itu aneh, kadang orang yang kita cintai tak mencintai kita dan orang yang mencintai kita tak kita cintai. namun, di balik semua itu hanya satu kata yang tepat

Love You Kevin

Oleh:
Gelap dan sunyi.. hanya itu yang terasa di sudut ruangan. Terdengar detakan jam dinding dan isakan tangis seorang gadis. Ya dia ‘NARNIA EXCONICA’. Seorang gadis yang menangis karena cinta.

Puing Reruntuhan Kramat Tunggak

Oleh:
Sejak kawasan pel*curan Kramat Tungak ditutup pada tahun 1999, bertebaran cafe-cafe baru disekitar wilayah Jakarta Islamic Center. Di situ dapat dijumpai wanita-wanita berdandan menor bercengkrama menunggu malaikat yang diutus

Ayah, Aku Rindu Sosok’mu

Oleh:
Pagi itu sang mentari mulai menampakkan mukanya ,dan di dalam balutan selimut yang hangat aku mendengar suara seorang laki-laki yang dengan lantang membangunkan ku,ya,,,dia ayahku,dia adalah sosok seorang laki-laki

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *