Aku Sangat Menyesal

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Keluarga, Cerpen Penyesalan
Lolos moderasi pada: 8 September 2017

“Ih, kakak Ndeso, banget sih! masa Slime sama Squishy aja gak tau!” ejekku kepada kakak sulungku, Nadifa, masa sama Slime dan Squishy aja gak tau? Huh Norak banget! “Nadine! Nadifa! ayo makan dulu!” teriakan mama sudah tersambut. “Iya, ma!” jawabku dan kakakku sambil menuju ke bawah.

“Ma, masa kak Nadifa norak banget ma, masa slime sama squishy aja gak tau?” ejekkanku muncul kembali pada saat kami sedang makan. “Mana kakak tau dek, kakak kan sekarang sudah gak punya HandPhone, jadi kakak mainnya Congklak, Bola Bekel, pokoknya yang tradisional baru deh kakak tau.” kata kak Nadifa. “Iih.. itu kan mainan kuno, jelek, sudah butut lagian! kak, update lah, sekarang tahun 2017, bukan tahun 1990,” jawabku. “Sudah, Nadine HandPhone kakakmu itu kan, ketabrak mobil, pecah dan kakak sudah gak bisa beli lagi, karena HandPhonenya, Limited Edition, lagian HandPhone jenis itu yang dipengenin kakak, dek” kata Mama, “Terus, Mama mau bela kak Nadifa?” “Ya Enggak, Dek karena kalian gak ada yang bener dan gak ada yang salah juga.” jawab mama lagi.

Selesai makan aku men-videokan Squishyku, lalu aku upload ke Instagram, o, ya bagi yang gak tau Instagram itu apa, Instagram kayak semacam Social Media gitu.

Esoknya aku pergi ke sekolah dengan ceria. Aku mempunyai kelompok bernama The Yisers, pada saat aku masuk ke Kelas, The Yisers, sudah menunggu. “Halo Catline! Halo Indah! Halo Ceira! Halo Miska!” aku menyapa The Yisers. “Kita itu udah nunggu kamu dari tadi, Nadine!” kata Indah. “Maaf, aku emang sedikit telat.” kataku. “Sekarang, kamu bawa Squishy sama Slime kamu gak?” tanya Miska. “O, iya! ketinggalan di rumah!” kataku, baru ingat. “Ya Ampun… Nadine… udah telat lupa, lagi.” kata Cateline. “Hukumannya, kamu main sama kita, cuma kamu cuma ngeliatin, Oke?” kata Ceira. “Yah, ya udah deh! Pada jahat banget deh!” kataku. “Ya… kalo gak mau kamu gak bisa main lagi sama kita.” “Ya udah, deh.” jawabku dengan berat hati.

Sesampai di rumah aku mencari-cari Squishy dan Slimeku. “Kak Nadifa ngeliat Squishy sama Slime Nadine, gak?” “Tidak.” jawab kak Nadifa sambil melanjutkan membaca komik. “Ahh.. kak Nadifa bohong, ya. pasti kak Nadifa sembunyiin atau kak Nadifa hilangkan Squishy sama Slime Nadine…” kataku Ngambek. “Kak…” belum selesai kak Nadifa bicara aku langsung keluar ke taman dekat rumah, sepinya sangat sepi hampir tidak pernah dimainkan. Padahal sangat indah Tamannya.

Esoknya aku kembali ke sekolah, kali ini membawa Squishy dan Slime. “Halo The Yisers!” kataku menyapa. The Yisers tidak menjawab sapaanku. mereka justru berkata. “Turut berduka cita, ya Nadine.” kata The Yisers. “Kenapa? kan keluargaku tidak apa-apa.” kataku. “Kakak-kakak kita bilang, kakakmu kecelakaan pada saat sedang menyeberang ke sekolah. sebelum kakak kami pergi, sudah ada yang bilang ke Grup di BBM, katanya kakakmu kecelakaan dan Meninggal.” kata Cateline. Disitu aku terkejut tiada terkira.

Kini di sampingku sudah tak ada anak yang biasanya memelukku sebagai guling kesayangannya, aku menyesal telah mengejekknya. “Kak… aku kangen kakak, aku gak nyangka kakak pergi secepat ini, kalau boleh di ulang waktunya, aku minta itu kak, aku ingin minta maaf. Sekarang aku pengganti kakak. aku kini anak sulung dan anak bungsu kak, aku sudah tidak mempunyai saudara lagi. Semoga kakak tenang di sana, Miss You So Much!” ucapku dalam hati.

Kini setiap tidur aku hanya bisa memegang dan memeluk barang barang kesukaan kak Nadifa. Bye, Kak, maafkan aku, adikmu yang jelek dan suka mengejek, Semoga kakak masuk surga, ya kak. dan diterima oleh Tuhan.

Cerpen Karangan: Shafa Maura Raihanah
Facebook: Shafa Maura Raihanah

Cerpen Aku Sangat Menyesal merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Mainan Dari Bapak

Oleh:
Dalam pekat gelap dan gemerlap cahaya rembulan yang membaur di malam itu. Di masa ketika tubuhku yang mungil masih muat berendam dalam sebuah ember. Sembari mencoba memejamkan mata, tetap

Water Boom

Oleh:
Di negeri Space, Kota Sky adalah kota favorite karena di kota Sky banyak sekali anjungan wisata, walaupun kota Earth-lah ibu kota di negara Space. “Mom! Apa kita akan pindah

Matematika is My Life

Oleh:
“Huhh.. kenapa sih nilai ulangan matematikaku selalu… saja jelek! Padahal aku kan sudah belajar?” tanya Nanda sambil berdecak kesal. “hay, Nanda? Kamu kenapa? Kok suntuk begitu sih?” tanya Nida

Ibuku Surgaku

Oleh:
Masih kugenggam novel berwarna merah dengan judul “Air Mata Terakhir Bunda”. Air mata yang terus berjatuhan seakan tak ingin berhenti menangisi kepergiannya. Seandainya waktu berputar lebih lambat, aku ingin

Penantian

Oleh:
Diceritakan sebuah kisah cinta seorang gadis yang memiliki hati begitu murni. Sekali ia jatuh cinta maka ia akan menjaga cinta itu untuk selamanya, tapi itu pun jika ia merasa

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

2 responses to “Aku Sangat Menyesal”

  1. Shireen says:

    Yah… Kaya ga tau instagram aja!

    Ini itu jaman milenium tau
    Youtube dong!

  2. Shafa Maura Raihanah says:

    balasan untuk Shireen
    Maaf ini kan hanya cerpen semata, bohongan jadi mungkin akan saya perbaiki lagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *