Aku Sayang Ibu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga
Lolos moderasi pada: 26 August 2017

Ibu,
Kau mengandungku selama 9 bulan lamanya. Lelahmu sama sekali tak kau hiraukan. Teriknya sang surya tak menyurutkan semangatmu untuk giat bekerja demi membantu keluarga tercinta.

Ibu,
Rahimu yang menjadi topangan untukku berlindung sekaligus tempatku bermain sebelum aku terlahir di dunia. Tendanganku yang keras, sama sekali tak mengusikmu. Kau malah asik berbincang kepada bapak dan mengatakan. “Aduh Pak! Anak kita pintar ya?”

Ibu,
Wajahmu yang kesakitan menjadi bukti kasih dan sayangmu yang tulus. Sampai saat aku terlahir di dunia. Tangisku, kau sambut dengan wajah ceria. Bapak menggendong aku dengan penuh suka cita.

Ibu,
Kau yang memberikan aku makan. Membersihkan diriku dengan kasih sayang yang tulus dari hatimu. Tangisku sewaktu kecil yang mengganggu seolah menjadi hiburan bagimu. Rengekanku yang meminta ini dan itu selalu kau sanggupi. Kau tak peduli! Demi buah hati!

Ibu,
Sekarang aku sudah punya teman loh. Tapi ibu? Aku sekarang malu dengan sebutan anak mama. Anak mama yang selalu mengelak setiap perintahmu, aku menolak akan kasih sayangmu, padahal aku selalu merengek kepadamu!

Ibu,
Waktu berjalan sangatlah cepat. Aku sekarang sudah remaja.
Ibu… sekarang aku sudah kenal cinta loh? Aku juga tahu kok mana yang baik dan mana yang buruk? Padahal dulu kau selalu berpesan “Nak? Kalau pacaran nanti pas udah gede. Sekarang belajar yang rajin”

Ibu,
Sekarang aku selalu mengurung diri di dalam kamar. Seolah-olah aku tak mau diganggu! Padahal dalam hatimu kau selalu ingin bertanya. “Nak? Bagaimana hari-harimu di sekolah?”

Ibu,
Cinta yang kukenal kini membuatku semakin jarang bicara denganmu dan membuatku jauh darimu bu! Tapi aku malah tak peduli! Aku tetap mengurung dari siang sampai sore!

Ibu,
Waktu semakin cepat! Lelah ku bekerja di luar sana menjadikanku seorang sepertimu. Aku menjadi anak dewasa seperti yang ibu harapkan. Tapi ibu? waktu merenggut apa yang ibu punya?

Ibu,
Wajahmu yang cantik tak mampu melawan kerutan waktu. Rambut hitamu mulai pudar terkena kilatan waktu. Pandanganmu semakin kabur karena sapuan debu waktu.

Ibu
Jika aku boleh meminta? Bolehkah aku selalu menjadi anak kecilmu seperti dulu? Tapi itu tidaklah mungkin. Aku mengabaikan waktu yang ibu beri dulu.
Sekarang,
Baktiku tak akan mampu menandingi apa yang kau berikan untuku selama ini. Baktiku kepadamu sewaktu masa tuamu tak akan menandingi bukti cintamu kepadaku sewaktu aku masih kecil!
Ibu adalah ibuku yang terbaik. Dialah ibuku! Aku sayang ibu!

Cerpen Karangan: Faiz Arteta
Blog: arikurniaf.blogspot.com

Cerpen Aku Sayang Ibu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kebahagiaan Ayah

Oleh:
Aku melihat kesedihan yang dalam dari matanya. Matanya yang dulu tegar kini seakan rapuh. Serapuh pelepah kurma yang sudah berumur puluhan tahun. Aku mendekapnya guna menyampaikan bahwa ia tidak

Radio

Oleh:
Rasa sayang pada benda yang selalu menemani kesedihan dan kesendirian kita memanglah sulit untuk dipisah. Rasa sayang bisa berubah menjadi kesetiaan. Keduanya akan sulit bagi kita untuk tinggalkan, apalagi

Antara Cinta dan Cita Cita

Oleh:
Segerombolan siswa maupun siswi berlarian ke gerbang SMA N 1 yang merupakan SMA favorit di daerah tersebut. Hal itu bukan tanpa sebab yang jelas. Ini adalah hari Selasa. Hari

Lonely

Oleh:
Duh berisik! Aku kan besok ujian, gimana bisa konsen belajar kalo dari tadi berisik. Adek teriak-teriak lah, kak Ari karaokean nggak jelas, mama nonton tv. Berisik! berisik! berisik! Aku

Randa Tapak Mejikuhibiniu

Oleh:
Suara siulan burung menemani keheningan di dinginnya kebutaan pagi pada hari ini, Tiwi seorang gadis duduk di depan cermin memandangi wajahnya. Tiwi percaya bahwa ia hidup dalam kesempurnaan, tetapi

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *