Aku Selalu Menyayangimu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Pengorbanan, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 25 July 2013

Flash Back On
“Sayang terima kasih kamu sudah mau menikahiku” Ujarku pada seorang lelaki yang ada di hadapanku, lelaki itu adalah seorang yang telah berkorban padaku, seorang yang telah melindungiku selama 2 tahun, dia adalah Ary Adi Irham, aku sangat beruntung mendapatkan cintanya. Aku sendiri adalah Chintya Canddyta.
“Aku juga sangat beruntung dapat memiliki seorang istri secantik dirimu” Jawab Suamiku dengan Senyum manisnya
Flash Back Off

Kata-kata itu selalu terngiang dalam telingaku, kejadian yang tepatnya 15 tahun yang lalu itu selalu teringat setelah selama 4 bulan ini pria itu meninggalkan aku. Kejadian itu selalu membuatku merasa bersalah, membuatku merasa tak pantas hidup di dunia ini

Flash Back On
“Sayang aku hamil sayang…” Teriakku pada telefon genggam pada suamiku yang menerima telefonku di kota seberang sana
“Benarkah? Sungguh aku tak percaya…” Sahut Suamiku ketika mendengar pernyataanku itu
“Aku sendiri juga tak percaya, selama hampir 15 tahun kita menunggu hal ini” Ujar Suamiku kembali dengan nada yang memperlihatkan kebahagiaannya itu
“Sayang, pulanglah. Aku begitu berharap kau datang hari ini” Ujarku dengan nada manja mengharapkan dia pulang malam itu
“Tapi sayang, sekarang sudah malam” Ujarnya kembali
“Ayolah, pulang! pulang! pulang! Kutunggu malam ini juga…” Ujarku sebelum menekan tombol merah pada telefon genggamku itu

“Apa Pak! Jangan bercanda dengan saya! Saya tidak suka ini!” Ujarku seakan tak percaya dengan keadaan ini
“Tapi Bu inilah kenyataannya, suami anda ada di rumah sakit ***, dan kondisinya sangat kritis. Diharapkan ibu dapat datang kesini”

“Sayang, sadar sayang…” Ujarku dengan air mata yang selalu keluar dari mataku ini
“Sadarlah…” Air mataku terus berjatuhan melihat keadaan suamiku, semua salahku. Aku memaksannya pulang malam itu, dan apa yang terjadi kendaraan bermotornya bertabrakan dengan sebuah truck pengangkut kayu pinus dan mengakibatkan keadaannya kritis hingga saat ini, semua salahku! Apa yang aku lakukan Tuhan!
“Bisakah kau mengulang waktu, bisakah kau mengulang kembali lagi waktu, bisakah tuhaann…” Teriakku histeris dalam kamar rumah sakit itu

“Dokter! Dokter!!!” Teriakku ketika melihat suamiku membuka matanya, ku lihat mata indah dengan iris berwarna biru itu menatapku
“Sudahlah sayang, jangan panggil dokter” Ujar Suamiku dengan lirih hingga membuatku berhenti memanggil dokter
“Kenapa sayang?” Tanyaku lembut pada suamiku ketika dia memegang tanganku
“Sayang, tolong jaga adik bayi. Jangan biarkan dia menangis, jangan biarkan dia bersedih, terus buat dia tertawa ya sayang, jangan kau biarkan seorangpun menyakitinya, jagalah dia sayang, jaga dia untukku, walau aku tak akan pernah melihatnya, walau aku tak akan pernah menggendongnya, tapi katakanlah padanya bahwa ayahnya ini juga ingin melihat dia tersenyum, ingin menggendong dia, ingin bermain bersama dia, dan ingin selalu melihatnya tumbuh menjadi anak yang paling sempurna” Ujarnya sambil mengelus perutku yang mulai membuncit ini
“Sayang! Aku yakin kau akan selalu melihatnya, kau akan menggendongnya, kau akan melihatnya tumbuh. Jangan mengatakan hal yang tak mungkin terjadi itu lagi, kau akan sembuh sayang, kau akan melihatnya tumbuh” Sahutku sambil mengusap air mata yang seakan tak dapat berhenti mengalir dari pelupuk mataku ini
Flash Back Off

“Dan sekarang sayang, anak kita telah lahir, dia sangat tampan sepertimu, matanya memiliki iris biru sepertimu, hidungnya mancung, kulitnya putih, serta mulutnya sangat indah. Dia begitu mirip denganmu” Gumamku sambil menggendong bayi kecilku ini.
“Dan apa lagi sekarang, oh tidak jangan bilang ini gempa, sayang apa yang harus kita lakukan, tapi bunda akan melindungimu, ayo keluar sayang” Ujarku pada bayiku sambil berusaha keluar dari rumahku yang mulai rubuh ini

“Apa kemungkinan ada yang terjebak disini” Ujar seorang pria pada segerombolan pria lainnya
“Sepertinya tak ada. Dilihat dari rubuhnya bangunan ini” Sahut salah seorang pria lagi
Para pria itupun segera meninggalkan reruntuhan itu, namun tidak pada seorang pria yang bernama Hidayat, dia mencoba melihat dari celah reruntuhan itu, namun tak terlihat apapun disana
“Apa bener nggak ada korban disana?” Gumam Hidayat dengan perasaan yang aneh
Hiadayatpun mencoba memasukan tanggannya di celah reruntuhan itu, dan
“Apa ini?” Gumamnya ketika tangannya menyentuh sebuah jari kecil di dalam sana
“Teman-teman ada korban disiniii” Teriaknya setelah mendengar tangisan bayi di dalam reruntuhan itu

Terlihat seorang perempuan yang menyanggah reruntuhan itu dengan posisi tengkurap untuk melindungi bayi laki-lakinya yang ada di bawahnya.
“Hey disini ada HandPhone” Ujar seorang lelaki yang menemukan sebuah ponsel di tangan sang ibu tersebut
Dan yang paling mencengangkan adalah isi pesan dalam ponsel itu

‘Sayang, maafkan bunda harus meninggalkanmu. Jika ada seseorang yang menemukanmu dan pada akhirnya kau selamat, bunda hanya ingin mengatakan bahwa bunda sangat menyayangimu, hiduplah seperti tak ada beban dalam hidupmu, janganlah berboros, belajarlah yang rajin, jangan menjadi anak nakal ya sayang. Maafin bunda sayang, sebenarnya bunda sangat ingin melihatmu tumbuh, melihatmu menjadi seorang anak yang dapat membanggakan bunda, melihatmu menjalani kehidupan, maafkan bunda ya sayang. Bunda sangat ingin bersamamu, maaf ya Shandy Santosa Irham. Bunda menyayangimu’

Cerpen Karangan: Xsa Deril Masrur
Facebook: https://www.facebook.com/xsa.ridhuanita
Perempuan
9 April 2001
SMPN 4 Malang

Cerpen Aku Selalu Menyayangimu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kakakku Pahlawanku

Oleh:
“Nina… Nin, bangun woy!” Lagi-lagi suara menggelegar kakak mengganggu tidurku yang sedang pulas. Yah, saban pagi memang selalu begitu. Bahkan tak jarang aku di guyur oleh air yang sengaja

Sepi Dan Sunyi Tanpa Dinar

Oleh:
Dinar, begitulah nama sahabat sejatiku. Bahkan, kami berdua selalu bersama hingga aku lupa kalau kami bukanlah adik-kakak. Aku dan Dinar tinggal di Panti Asuhan Hikmah. Kami juga sekamar. Aku

Tiga Cinta Satu Muara (Part 1)

Oleh:
Hujan mengguyur Semarang sore itu. Dua bidadari kecil asyik bercengkerama bersama sang Bunda di teras rumah. Dingin memang, tapi canda tawa menghangatkan suasana. Satu per satu perbincangan mengalir. Tentang

Si Harimau Kecil

Oleh:
“Auuum… auuuuum” Suara ngauman Sang Raja Handra terdengar oleh seluruh rakyatnya, dan tak lama kemudian berkumpulah seluruh rakyatnya di pintu gerbang Istana Sandura. “Ada apa? Ada apa itu?” “Minggir,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *