Anak Kecil Lagi…?

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Lucu (Humor)
Lolos moderasi pada: 8 October 2013

Hari minggu yang cerah. Waktunya bangun pagi, gosok gigi, mandi terus sholat subuh. Kebetulan hari ini sarapan lebih pagi daripada biasanya dengan menu nasi goreng plus telur ceplok.. hehe

“Anak mama yang manis jaga rumah ya, nanti ke pasar beli ikan dan bereskan rumah. Mama hari ini sibuk biasa job,” ucap mama mencium keningku setelah sarapan selesai lalu segera berangkat ke tempat bibi Nisa berbisnis kue kering.
“Mama apaan. Anak mama ini memang manis tapi jangan dianggap kaya anak kecil terus dong. Udah gede nih,” ucapku sebal dengan sikap mama padaku.
Mama hanya berlalu sambil tersenyum. “Iya anak mama yang katanya udah gede,” ucap mama lagi.
“Mama…” What.. ke pasar beli ikan, kalau beres-beres rumah nyapu dan ngepel sudah biasa hari minggu tapi kalau beli ikan biasanya dengan dampingan mama. Ya gak apa-apa lah demi mama.

Motor sudah siap di depan rumah karena ayahku rajin banget mengeluarkan motor dari rumah seakan mendukung aku untuk cepat-cepat berangkat ke pasar. “Padahal sudah mandi pagi, manis manis gini,” gumamku sambil tersenyum sendiri. Dengan baju santai karena tujuannya ke pasar dan gak lupa pakai kerudung langsung tancap gas.

Suasana pasar sudah ramai maklum jam sudah menunjuk angka setengah sembilan, dan pastinya ini sudah kesiangan kalau ke pasar. “Heeemmm.. ikan lautnya sudah tinggal sedikit. Beli apa ya yang enak,” gumamku sambil mataku melanglang buana kesana kemari mencari incaran ikan yang enak.

“Bibi, ikannya sekilo dong,” ucapku pada penjual ikan gabus. Bibinya lagi sibuk menimbang ikan pesanan pelanggan lain, jadi nunggu sebentar its okey lah.
“Ini dek ikannya,” kata bibi itu memasukkan ikan ke dalam kantong plastik. Aku segera membayar ikan tadi.

Aku berjalan-jalan sebentar sambil mengulur waktu supaya agak lamaan sedikit. Kulihat sekeliling sesuatu yang ku cari gak kelihatan. Sampai di sebuah lapak bibi penjual telur. “Telurnya dek 1500 satu,” tawar bibi itu. Tau aja kalau mata ini kesana kemari mencari telur. “Baru lo dek, dipilih sendiri mumpung tinggal sedikit.” Bibi ini nyambar aja dengan seribu jurus rayuan supaya aku tertarik.
“Ini bik 5 butir, eh sekalian 6 aja deh supaya uangnya gak susah. Sembilan ribu kan,” ucapku sembari membayar sedangkan bibi itu membungkus telur tadi.
“Adik masih sekolah ya?” tanya bibi itu.
“ehh iya bi,” jawabku mengiyakan karena kaget, padahal sih aku sudah gak sekolah tapi sudah kuliah.
“Sekolah di SMP sini ya dek?” tanya bibi itu lagi dengan wajah meyakinkan.
“ehmm bibi ini saya sudah lulus bi,” jawabku langsung dengan senyumku.
“Mari bi,” sambungku dan meninggalkan bibi itu dengan wajahku yang heran.
Masih saja aku dianggap sekolah, kalau anak SMA mending, ini di sangka anak SMP. Jadi sama siapapun dan di manapun baik itu mama sendiri atau bibi-bibi di pasar tetap aja aku gak dianggap gede, tetap anak kecil lagi. Masih imut-imut mungkin.. hehehe

Cerpen Karangan: Nia Kurnia Latifah
Facebook: Nia Kurnia Latifah

Cerpen Anak Kecil Lagi…? merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


I-Jung

Oleh:
“Junghu…” begitulah semua orang memanggilku singkat, padat dan mungkin tidak jelas – hahaha – karena pasti kalian tidak tahu kenapa aku dipanggil begitu. Mau kenalan nggak nih? Aduh gimana

Salah Diagnosa

Oleh:
Pada suatu hari, sepasang suami istri sedang berobat ke dokter karena sang istri merasa badannya ada yang tidak beres, pinggang sang istri sering terasa panas. Setelah diperiksa dokter mengatakan

Lelaki Pemandang Langit

Oleh:
Heru besar tanpa kehadiran Bapak sejak ia baru lahir. Bapaknya meninggal dunia ketika ia berumur 8 bulan. Aku berkeluarga karena Bapaknya berkeluarga dengan Kakekku. Setelah lahir ke dunia tanpa

Dia Yang Tak Kukenal

Oleh:
Aku meletakkan sepatuku di rak khusus alas kaki yang terbuat dari kaca. Aku memasuki rumah sederhana yang terletak di sebelah selatan Surabaya. Hari ini, Aku pulang sangat terlambat. Biasanya,

Pelangi Di Mata Ayahku

Oleh:
Pukul 14.16 hujan menjebakku di halte bus. Derasnya hujan mengiringi gerak jarum jam di dinding halte yang terasa kian cepat. Semakin gelisah aku menunggu bus nomor 04 yang biasa

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Anak Kecil Lagi…?”

  1. dealyaadira says:

    kalau mau kirim cerpen giman caranya? ada persyaratannya ga?

Leave a Reply to dealyaadira Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *