Anak Kembar Tiga

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga
Lolos moderasi pada: 13 April 2018

Namaku Rika. Aku punya 2 kembaran bernama kak Cika dan Vika. Kami memang berasal dari keluarga terpandang di kota kami tinggal. Sejak Tk, entah kenapa orangtuaku hanya memperhatikan dan menyanyangi Vika saja. Vika dimanjain terus. Minta martabak dikasih, sementara aku dan kak Cika yang hanya meminta roti bakar abang abang saja, tidak diberikan.

Saat makan malam tiba, aku dan kak Cika melihat Vika disuapi mama dan papa. Aku berbisik pada kak Cika “Kak, kenapa mama dan papa hanya menyanyangi Vika saja? Sementara kita tidak” tanyaku “Mungkin Vika paling kecil, jadi begitulah” jawabnya sembari mengelus rambut halus panjangku “Ooohhh” kataku.

Aku pernah berpikir, kenapa aku dan kak Cika harus dilahirkan di keluarga yang seperti ini? Lebih baik kami terlahir di keluarga miskin yang harmonis daripada keluarga kaya tapi tak hurmonis.

“Kak, aku bosan dengan mama dan papa yang hanya selalu memperhatikan Vika. Apa kita ini dilahirkan hanya untuk dicemburukan?” tanyaku pada kak Cika “Sabarlah dik. Kita hadapi saja dan minta pertolongan Tuhan” jawab kak cika. Kak Cika dan aku memang sangat berprestasi di sekolah, lain halnya dengan Vika. Namun kecerdasan itu tak berlaku bagi orangtuaku. Kak Cika orangnya sabar, lembut, rajin, ramah, dan cantik manis sangat. Sama denganku pula.

Beberapa hari kemudian, aku dan kak Cika pergi dari rumah. Orangtua kami menangis histeris mencari kami. Kami yang mendengar hal itu dari tetangga yang tau kontrakan kami, menyampaikannya. Kami pun pulang ke rumah. Dan orangtua kami menyadari kesalahannya. Kami pun diperlalukan dengan sama. Kami amat bahagia

The End

Cerpen Karangan: Grace Yohana
Facebook: Saudur Manurung
Sekolah di: Kasih bagi bangsa.
Maaf kalo cerpennya kurang bagus

Cerpen Anak Kembar Tiga merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Subuh Kepagian

Oleh:
Waktu masih menunjukkan pukul 01.00 Pagi, tetapi ibu Lian sudah terbangun dari tidurnya. Ia segera bergegas mengambil air wudhu, seperti biasanya ia membangunkan Lian untuk segera mengambil air wudhu

Setoples Lidah Kucing

Oleh:
Manis. Gurih. Renyah. Lembut. Hidup yang gue alami rasanya mirip kaya kue lidah kucing. Kue kesukaan gue. Sejak gue masih ngemut jempol sambil lari-larian cuman pake kolor sampe sekarang

Mama, Lihatlah Aku Di Sini

Oleh:
Tanggal 19 Desember 2013. Hari ini pun sama dengan hari kemarin. Aku yang seorang anak tunggal Ayah dan Mama. Ayahku bekerja sebagai pekerja kantoran, sedang Mamaku adalah seorang editor

Hari Ibu

Oleh:
Aku bingung. Kalimat pertama yang cocok untuk puisiku. Besok hari ibu. Madrasahku mengadakan berbagai macam lomba. Ada lomba membaca puisi dengan tema ibu, menyanyi lagu tentang ibu, membuat gambar

Sono Ame no Hi

Oleh:
Hari ini hujan rintik-rintik. Suasana suram masih menyelimuti langit Februari. Jendela kaca di kamar rumah sakit nomor 107 ini berembun karena hujan dan juga hawa dingin di luar sana.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *