Anak Perempuan Pertama

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Motivasi, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 5 November 2021

Hai, aku Dinda Puspasari anak perempuan pertama untuk ayah bundaku. Anak yang ditunggu-tunggu kehadirannya oleh mereka. Dan aku sangat senang bisa dilahirkan ke dunia ini dengan selamat. Aku juga memiliki adik cantik bernama Amelia Hasna, yang usianya berjarak 3 tahun dariku.

Saat duduk di bangku sekolah dasar aku menyukai olahraga bulutangkis dan meminta ayah untuk mengikuti latihan di gor dekat rumah.
“Ayah aku mau latihan bulutangkis ya”, ajakku
Ayah yang senang mendengarnya dengan cepat menyetujui keinginanku.
“Iya kak, ayah yang antar ya”.

Setiap malam selasa, kamis, dan sabtu aku latihan disana dan diantar oleh ayah.
Saat pertama kalinya aku mengikuti pertandingan bulutangkis yang diantar oleh ayah, bunda, dan amel. Di pertandingan ini aku kalah dan rasanya sedih sekali, tapi ayah dan bunda selalu memberikan dukungannya.
“Kakak boleh sedih tapi jangan lama-lama, menang atau kalah itu udah bisa, yang penting kakak harus semangat lagi”.

Dukungan yang mereka berikan membuatku cepat bangkit dari rasa sedih, kegagalan demi kegagalan aku lewati dengan sabar. Sampai akhirnya aku memenangkan pertandingan untuk pertama kalinya dan disusul kemenangan lainnya.

Waktu terus berjalan dengan cepat dan usiaku genap 17 tahun, ya sekarang aku sudah kelas 12 SMA dimana tahun terakhir aku duduk di bangku sekolah. Dibingungkan oleh dua pilihan karena aku ingin lanjut ke kuliah tetapi ayah bunda menyarankan untuk daftar tentara dulu.

Aku memutuskan mengikuti saran ayah bunda yaitu mendaftar tentara. Dalam mengurus berkas-berkas yang dibutuhkan ku melakukannya sendiri, karena ayah yang sibuk dengan pekerjaannya dan bunda sedang mengurus keperluan amel yang akan masuk SMA.

“Bunda, kaka mau bikin SKCK buat persyaratan. Temenin ya bun”, ajakku pada bunda.
“Kakak sendiri aja ya, bunda lagi ribet sama adek nih”, jawab bunda.
“Iya bun kakak sendiri aja kalau begitu”.

Sejak saat itu aku jadi terbiasa melakukannya sendiri, sampai waktu tes tiba. Aku yang berdomisili di Bogor, menaiki KRL menuju tempat tes di Jakarta. Ternyata bukan aku saja peserta yang menggunakan KRL, banyak peserta lainnya juga menggunakannya.

Terdapat lima tes yang harus dilewati untuk dapat menuju ke pusat. Tes pertama dan kedua aku dinyatakan lulus, tetapi pada tes yang ketiga aku gugur.
“Ayah bunda, maaf ya sudah membuat kalian berharap padaku dan membuat kalian kecewa juga”, gumamku saat perjalanan pulang.

Satu tahun sudah aku habiskan untuk mendaftar tentara tetapi belum ada yang lolos sampai pendidikan. Tahun ini aku akan mendaftar kuliah di salah satu politeknik yang memiliki beasiswa.
“Ayah, kakak mau daftar kuliah aja ya. Di politeknik ini ada beasiswanya yah”, bujuk ku pada ayah.
“Boleh aja kak, terus gimana sama tes tentaranya?”, tanya ayah.
“Coba tes yang ini dulu ya”, jawabku.
“Ya sudah, semangat ya kak”, jawab ayah.

Akhirnya tes politeknik ini tiba, dengan persiapan yang cukup aku mengerjakannya dengan percaya diri. Pada tes akademik aku dinyatakan lulus, selanjutnya ada tes psikolog. Tes psikologi yang dikerjakan kurang lebih tiga jam. Dan akhirnya hasil menyatakan aku lulus untuk masuk politeknik ini.

Aku memberitahu ayah dan bunda “Ayah bunda, kakak lulus masuk politeknik”.
“Alhamdulillah, selamat kakak”, jawab ayah dan bunda.

Aku yakin bahwa setiap kegagalan dalam hidup, pasti ada keberhasilan yang menanti di depan asalkan kita mau sabar untuk terus mencobanya.

Terima kasih ayah telah mengajarkan aku menjadi anak yang kuat dan mandiri.
Terima kasih juga bunda telah membuat aku menjadi lebih sabar.

END

Cerpen Karangan: Sekar Mayang Nurhaliza
Blog / Facebook: sekarmyng_
Mahasiswa Politeknik Ketenagakerjaan

Cerpen ini dimoderasi oleh Moderator N Cerpenmu pada 5 November 2021 dan dipublikasikan di situs Cerpenmu.com

Cerpen Anak Perempuan Pertama merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Greatest Story Ever Told

Oleh:
Pada suatu hari, pangeran dan putri bertemu di waktu yang tidak disengaja, bahkan tidak direncanakan. Tapi yang tiba-tiba, bisa jadi selamanya… Mamaku seorang pemimpi, kalau kubuka lemari kamarnya penuh

Aku dan Keegoisanku

Oleh:
“Aku hanya ingin berdiri saja disini, jangan ganggu aku!.” Kalimat itu aku berikan untuk Kak Gee yang setengah jam yang lalu mengajakku beranjak pergi dari tempat ini, tempat yang

Arti Sebuah Kasih Sayang (Part 1)

Oleh:
“Ayo bangun nak sudah siang, kamu kan harus sekolah” Bujuk seorang wanita pada seorang gadis. “Iya, Bun” Jawab gadis itu yang masih mengumpulkan nyawanya. “Cepat mandi, Bunda tunggu di

Masa Masa Indah di Kampus

Oleh:
Namaku mariel al fahd, panggilan ku riel. kadang ri. aku kuliah di akademi bahasa indonesia jurusan sastra indonesia. semester 2. jam di dinding kelasku menunjukkan pukul 2.30 siang. berarti

Lani Feat Fean

Oleh:
Sudah pukul 22.00 WIB, Lani baru pulang nongkrong bareng teman-temannya. Dia sedang di dalam mobilnya menuju rumahnya, saat melihat HP nya dia tidak begitu terkejut melihat ada 15 panggilan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Anak Perempuan Pertama”

  1. JENNY TRIHAP SARI says:

    Saya sudah baca

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *