Anakku Matahariku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 20 February 2017

Semenjak penyakit ganas itu membawa pergi istri Kris, Krislah yang menggantikan posisi ibu bagi anak mereka. Tak luput sehari pun kris mengawali pagi kerjanya dengan mengantar anaknya ke sekolah. Karena baginya, melihat tawanya disetiap pagi memberikan krish semangat baru untuk menjalani semuanya. Tapi seberapa besar pun tenaga kris mencoba, rasanya tak pernah cukup untuk menajalani peran ganda ini.

Rintik air hujan terus turun, entah itu dalam untaian atau tetesan. Aldi nama anak mereka. Setiap pulang kerja, Aldi selalu setia setiap malam menantikan kepulangan Kris. Pesawat, mobil dan aneka robot buatan menemani Aldi setiap malam. Assalamualaikum, kata itu yang selalu diperdengarkan Kris saat pulang. Sepertinya tenaga kris hanya cukup untuk menyapanya. Sering kali Kris tak ingat menanyakan apakah Aldi sudah makan atau belum.

“lagi apa nak”
“lagi main yah”
“ayah ke kamar dulu ya”
“iya yah”

Percakapan itulah yang hampir setiap hari Kris ucapkan seusai pulang kerja. Terkadang Aldi merasa kasihan kepada ayahnya, namun Aldi tak tahu bagaimana caranya untuk memberikan perhatian kepada ayahnya.

Tiba disuatu malam seusai pulang kerja, Kris merasa sangat kelelahan. Setelah menyapa aldi Kris langsung masuk ke kamarnya untuk merebahkan diri. Tapi rasa lelah itu seketika bertambah berat ketika ada secangkir teh panas yang tumpah di balik selimut Kris. Kris langsung ke luar kamar menuju ke kamar Aldi seakan tak sabar lagi untuk segera memarahi Aldi.

“kamu yang taruh teh ini di kasur ayah, basah semua. Ayah itu capek al, ayah itu butuh istirahat”
“maaf yah, tapi teh itu buat ayah. Aku taruh teh itu di bawah selimut supaya tetap hangat yah”

Dengan sebaris alasan yang dikatakan Aldi, seakan membuat Kris diam seribu gerak bahasa. Kris langsung pergi meninggalkan Aldi dari kamarnya. Kris termenung diam di samping kasur yang masih terasa hangat dengan air mata yang terus mengalir. Beberapa detik terdengar oleh Kris suara Aldi terus memanggil nama bunda. Kris langsung mendekati arah datangnya suara itu dan terlihat Aldi yang sedang menangis di atas coretan gambar seorang sosok ibu yang sedang memeluk anaknya. Saat itu juga air mata Kris tak terbendung lagi, rasa kesal yang dirasakan Kris seketika langsung menghilang. Malam itu juga kris disadarkan akan satu hal bahwa kris tidak akan pernah menggantikan posisi ibu di hati anaknya.

Aldi sangat bahagia ketika ia sudah bisa menulis, setiap hari Aldi selalu menulis dan menulis. Kris yakin jika istrinya masih ada pasti istrinya akan sangat bangga dan Aldi selalu ingin mengajak Kris untuk merasakan kebahagiaan yang dia rasakan. Saat pulang kerja kali ini dihadapkan dengan setumpukan pensil warna dan kertas yang masih berhamburan di atas meja tamu. Mendengar suara ayahnya sudah pulang, Aldi langsung berlari dan membawa selembar kertas yang bertuliskan SELMAT ULANG TAHUN AYAH. Tulisan itu hanya tulisan sederhana karya seorang anak kecil, namun makna dan momen yang tercipta saat itu tak mampu membendung lagi air mata Kris.

Pernah tiba-tiba Aldi pulang duluan dari sekolah tanpa alasan yang jelas, Kris pun panik, dia mencarinya kemana-mana. Sampai di suatu tempat, Aldi sedang duduk santai di sebuah kursi taman sambil menikmati suasana alam yang begitu bersahaja. Namun Aldi tidak mau cerita apa sebabnya kepada Kris.

Suatu hari tetangga Kris telepon, katanya Aldi membeli banyak balon di rumah. Secepat mungkin Kris untuk pulang. Kadang Kris heran dengan Aldi, dia seolah tak pernah berhenti berolah. Namun sebisa mungkin Kris Menahan rasa kesalnya.

“balon-balon ini untuk apa al, kamu ingin merayakan sesuatu”
“buat kirim surat-surat ini yah”
Aldi menjawab sambil memberikan Kris sebuah kotak abu-abu. Dengan penuh senyuman Kris membuka perlahan kotak tersebut. Saat itu Kris benar-benar kehilangan kata-kata. Betapa Aldi sangat merindukan sosok ibu yang sangat dia sayangi. Kotak itu berisi sebuah surat dengan gambar sebuah keluaga yang sedang bermain bersama di halaman rumah dengan penuh balon-balon. Air mata Kris untuk kesekian kalinya tak terbendung lagi saat membaca isi surat-surat itu.

Isi salah satu surat tersebut,
“Bunda, Aldi kangen banget sama bunda. Hari ini ada buka bersama di sekolah, bu guru mengundang semua bunda untuk datang, tapi bunda jauh dan nggak bisa datang. Jadi, Aldi juga enggak pengen ikut. Aldi pergi aja ke taman, biasa sama bunda dulu. Bunda kenapa enggak datang ke mimpi Aldi. Aldi kan mau cerita, sekarang ayah sering nangis kalo ingat bunda, kasihan deh, karena itu Aldi enggak mau cerita-cerita sama ayah, Aldi takut ayah tambah sedih”.

Kita semua pasti setuju bahwa tak ada seorang pun yang rela, orang yang dicintainya menanggung beban sendirian.

Cerpen Karangan: Toha Bgd
Facebook: Muhamad Toha
line: Mtohabgd
twitter: @mtohabgd01
Pin BB: D0D90B7A

Cerpen Anakku Matahariku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Janji Ku Sebagai Penulis

Oleh:
Memandang langit begitu gelap. Semilir angin yang menebar pesona bahwa alam ini masih mampu menyejukkan. Rintik hujan yang turun dengan gembiranya. Mengingatkan aku pada masa kecil yang begitu manis.

Happines With Love

Oleh:
Pagi ini seperti biasa aku bangun pagi untuk sekolah ku tercinta. Tapi sepertinya pagi ini perut gua mules-mules dan aku malas sekali untuk sekolah. So, aku keluarkan lah akting

Misteri Sebuah Peti

Oleh:
Malam telah semakin larut, Hendra belum bisa tidur. Di dalam kamar kost, hanya ada dia dan dua temannya. Bayu dan Davis. “Dra, ayo tidur. Udah larut malam ini.” ajak

Surat Untuk Idolaku

Oleh:
Ini adalah kisah hidup gadis sederhana yang mengakui bahwa dirinya adalah pecinta BoyBand, terutama SMASH. Vindy namanya, dia adalah gadis yang periang. walaupun dia berada dalam keadaan yang memprihatinkan.

Satu Persahabatan Dalam Hidup Zilla

Oleh:
Hari demi hari aku jalani kehidupanku dengan semangat dan kecerian bersama sahabat-sahabatku. Sahabat-sahabataku sangatlah lucu-lucu dan selalu membawa kecerian di persahabatan kami. Zilla, Maira, Rasya, Syifa, Sari, Fitri, Rizka,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *