Anakku Sayang, Maafkan Mamah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 7 March 2018

Suatu Kota Bekasi seorang remaja yang bernama Andi Bagas yang biasa dipanggil Agas kini berusia 18 tahun. Kini dia kuliah PTS di salah satu universitas favorit ternama di Bekasi, pulang kuliah jadwalnya menghabiskan waktunya main games di warnet selama 3 jam.

Ketika sedang asyiknya pacarnya Agas menelepon.
“Sayang kamu kemana? aku sms, telepon, bbm, sama line kamu gak ada jawaban satu pun, ini baru kamu jawab”
“aku lagi main game di warnet maaf ya”
“sekali dua kali aku maafin tapi kan kamu sering ngelakuin terus, aku didiemin sama kamu sampe kapan?”
“sampe kita nikah sayang aku gak main warnet lagi. Mending mana aku main warnet apa aku mainin perasaan kamu?”
“mending main warnet aja sayang, tapi kamu waktu mainnya kurangin dong sayang fokus ke kuliah kamu, udah punya PC, laptop, wifi masih aja kamu main warnet”
“gak seneng ya aku main warnet?”
“iya aku seneng tapi kamu jangan marah gitu, maaf aku ganggu kamu main warnet”
Tanpa ada jawaban Agas pun langsung mematikan hpnya dan melanjutkan main game.

5 menit kemudian mamanya agas menelepon tanpa melihat panggilan masuk agas pun menjawab dengan nada marah.
“Sayang udah dong aku lagi main warnet jangan ganggu”
“sayang-sayang hellow, ini mamah, bagus ya pulang kuliah bukannya pulang malah main warnet, jadi selama ini kamu bohongin mamah”
“Agas gak bohong, mangnya selama ini agas ngerjain tugas di warnet di rumah tidak enak sendiri jadi tidak konsen, Setiap ada tugas dari dosen agas kasih bukti ke mamah sama ayah”.
“mamah gak suka kamu kecanduan main game online, padahal di rumah udah enak banget tinggal kamu manfaatin malah kamu sia-siain, mamah kelewat batas cabut juga nih speedy Telkom di kamar kamu”.
“Terserah mamah, yang jelas aku gak bate di rumah, selesai main game online agas langsung pulang”.

Agas puas main game online lalu lanjutkan jalan pulang, selama di perjalanan pulang ada orang lain yang seumurannya mengajak balapan liar namun agas menolaknya. Orang tersebut meninggalkan agas.

Setibanya di rumah Agas pun dimarahi sama mamahnya.
“Kapan tobatnya sih nak main game online terus mamah harus gimana lagi sama kamu” ujar mamah agas
“mah agas tuh main warnet supaya ngilangin bête aja, belum lagi harus ngerjain tugas, baca buku dikira otak Agas gak pusing apa!” Agas menjawab dengan perasaan emosi
“Udahlah mah, biarin aja selama Agas main warnet itu Cuma main game online sama ngerjain tugas kuliah berpikir positif aja sih” sang ayah yang membela Agas
“Agas bisa aja kerjain tugas di rumah tapi di kamar Agas sepi, ngajak temen ke kamar kalau dia berantakin kamar agas gimana? kan mamah tau sendiri Agas males rapihin tempat tidur. Mangnya mamah mau rapihin tempat tidur agas, kalau ada pembantu kan masih mending. Agas suka keramaian jadi Agas lebih konsen belajar disaat lagi ramai orang-orang”. Langsung meninggalkan kedua orangtuanya melangkahkan kaki menuju ruangan kamar tidur.

“tuh liat ayah kelakuan anak kita makin kesini makin gak berubah”
“selama itu positif ayah biarkan, kecuali udah salah pergaulan baru ayah akan lakukan tindakan”
“terserah ayah!!”

Kedua adik Agas dari tangga atas melihat perselihan antara Agas, ayah dan Ibunya membuat perasaan adik-adiknya menjadi sedih. Agas tiba di lantai atas tak menghiraukan perasaan kedua sang Adik, lalu menutup pintu kamar dengan keras membuat perasaan adik-adiknya menjadi takut.
Ketika mamah Agas memanggil Agas untuk makan tak ada jawaban sama sekali membuat cemas dengan kesehatan Agas, berusaha membuka pintu kamar Agas ternyata dikunci.

Sore hari menjelang malam dengan keadaan kamar yang berantakan hp yang bergetar terus kurang lebih setengah jam membuat Agas bangun dari tidurnya. Begitu dilihat hp, pacar Agas menelepon sebanyak 12 kali
“Maaf ya sayang aku ketiduran tadi cape banget, aku sampe rumah debat lagi sama mamah” lalu Agas menceritakan perdebatan antara Agas dengan mamahnya kepacarnya. Sang mamah yang sedaritadi memanggil Agas tak dihiraukan, pacar Agas untuk meminta selesai teleponan, Agas pun menolaknya.

Agas menuruti permintaan mamah keluar dari kamar tidur untuk makan malam bersama keluarga, seketika itu Agas baru ingat akan ada acara liburan ke puncak Bogor selama 2 hari sebelum menghadapi UAS. Jawaban sang mamah menolak, Agas membanting sendok yang ada di tangannya, adik-adiknya mengumpat di belakang ayah. “Ini itu gak boleh terus aja, Agas tuh bukan anak kecil lagi. Agas udah dewasa tahu mana baik dan buruk, ayah juga tau. Ayah juga pernah seperti aku dulu, kalau aku anak kecil gak mungkin ada adik 2 kaya gini, gak mau tau besok Agas akan tetap pergi, lagian juga pergi tidak sendiri” dengan nada emosi Agas tidak nafsu makan pergi ke kamar tidur dan merenungkan sifat mamah yang berubah.

“Terserah Agas, pulang dari liburan jangan pulang ke rumah pake uang sendiri” mamah dengan pasrah melihat tingkah laku Agas. Di kamar tidur Agas menelepon pacarnya untuk ketemuan di lobi kampus.

Keesokan harinya Agas mempersiapkan diri dan merapihkan barang bawaan yang akan dibawa untuk liburan di puncak. Selesai semua Agas meninggalkan rumah pergi ke kampus. Di halaman kampus ada 3 orang temannya baru tiba, 5 menit kemudian pacar Agas datang langsung ke dalam lobi kampus
“kamu ngapain ngajakin aku ketemuan di lobi kampus, gak ada jadwal masuk kuliah juga”
“aku kangen kamu, salahkah aku ketemu kamu walaupun Cuma beberapa jam, kan kita gak tau apa mungkin ini pertemuan terakhir kita”.
“apaan sih kamu kalau ngomong, jangan lama-lama ya aku mau diajakin pergi sama keluarga aku, keponakan aku yang kecil hari ini ultah di kebun binatang ragunan”.
“ya sayang gak lama, aku gak kuat nahanin rasa kangen ke kamu”.
“hahaha bisa saja gombalin aja aku terus, sudah berapa banyak cewek yang kamu gombalin? kita masuk kuliah juga sering ketemu”
“Cuma 1 orang yang aku gombalin yaitu kamu, oh iya doain aku semoga selamat sampai tujuan, aku liburan ke Puncak Cuma 2 hari aja”
“iya sayang aku pasti doain kamu”.

Sedang asyiknya Agas dan pacarnya mengobrol tiba-tiba temannya Agas memberi komando untuk berangkat ke puncak. Mereka berdua melakukan perpisahan di gerbang kampus. Perasaan Agas pun senang akhirnya bisa berangkat liburan ke puncak sama teman-temannya. Tiba di puncak ada orang lain yang ingin bertarung balapan liar, Agas melihat wajah orang itu yang sebelumnya pernah lihat ketika pulang dari warnet dan kini bertemu kembali. Dengan perasaan kesal Agas menerima tantangan dari orang itu meskipun teman-temannya melarangnya tetapi Agas tak mempedulikannya dengan rute jalan raya Jakarta hingga masjid At-taawun.

Pacar Agas yang sedang diperjalanan menuju kebun binatang Ragunan merasakan sesuatu tidak enak yang akan terjadi kepada Agas, lalu menelepon begitupun dengan mamahnya yang sudah panik, mamahnya menelepon pacar Agas menjawab tidak ada jawaban apapun dari Agas. Pacar Agas menjadi kebingungan apa yang akan dilakukannya dan membuat wajahnya menjadi pucat. Ketika balapan liar berlangsung teman-temannya Agas mengikuti dari belakang untuk menghentikannya.

400 meter sebelum taman safari polisi lalu lintas melihat 2 orang remaja yang sedang balapan liar, tiba-tiba polisi mengejarnya. Tiba di tempat pertigaan rekreasi taman safari Bus pariwisata keluar dari area taman safari melanjutkan perjalanan menuju puncak pass. Agas dengan kagetnya menabrak bagian belakang Bus Pariwisata tersebut dan terpental jatuh sejauh 200 meter, orang yang mengajak Agas balapan liar melarikan diri masih dikejar oleh polisi. Kejadian tersebut Agas dilarikan ke rumah sakit Cisarua teman-temannya menelepon keluarga dan pacarnya Agas. Salah satu dari teman-temannya Agas dibawa ke kantor polisi terdekat untuk diminta keterangan dengan membawa bukti video bahwa Agas tidak bersalah. Keluarga Agas tiba di rumah sakit cisarua pukul 16:18, 10 menit kemudian pacarnya Agas datang untuk menjenguk dengan membawa keluargnya.

Dari kejadian tersebut keesokan harinya Agas mulai sadar menyebut nama mamahnya kemudian nama pacarnya.
“mah aku minta maaf, mah kalau aku tidur selamanya ambil surat di tas aku tempat simpan alat tulis bagian depan. Sayang jaga diri kamu baik-baik ya, cari cowok lain ya supaya kamu gak sedih lagi”.
“ya nak mamah minta maaf, iya nanti mamah buka surat dari kamu”
“mamah, ayah, semuanya aku pamit pergi ya” ketika Agas belum selesai membaca 2 kalimat syahadat tiba tiba mesin deteksi jantung berjalan lurus, Orangtua Agas memanggil bantuan dokter agar cepat dibangunkan kembali, Orangtua Agas dan pacarnya untuk keluar dari kamar pasien. Dokter sudah berupaya agar Agas kembali hidup namun hasil dokter tidak berhasil.

Ketika dokter keluar dari ruangan pasien dengan wajah sedih, bilang ke orangtua Agas “Kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi … ”
“Tapi Apa dokter?” mamah Agas yang mulai penasaran.
“Pasien yang bernama Agas tidak bisa diselamatkan, kami turut berduka cita. Mohon maaf, permisi” dokter pun meninggal keluarga, pacarnya dan teman-temannya Agas

“Agas sayang bangun” mamahnya menggerakkan tubuh Agas, yang mulai merasakan kesedihan dengan anak laki-laki pertama.
Pacarnya dan teman-temannya pun tak kuasa menangis atas kehilangan Agas. Teringat kembali mama Agas membuka tas bagian depan dan membaca surat yang dituliskan Agas.

“Dear mamah sayang,
Mah, aku ini udah dewasa, aku bukan anak-anak lagi. Aku malu banget harus dikekang sama mamah, sama ayah aja boleh kenapa sama mamah gak boleh?
Aku ingin menikmati masa muda supaya nantinya aku bisa bercerita yang menyenangkan kepada anak ku nanti sama seperti ayah menceritakan masa mudanya dulu ke Agas. Mah di dalam lemari ada celengan, uang itu untuk nikah sama pacarku yang ada di samping mamah, karna aku udah pamit tinggalkan kalian jadi uang itu sedekahkan saja semuanya.
Aku ini sebenernya terlalu dikekang sama mamah dan itu yang membuat aku jadi gak suka, menjadikan aku seperti anak kecil. maaf ya mah udah bikin kecewa. Love you mamah”

Selesai membaca surat Agas mamanya pun tak berhentinya menangis
“Agas maafin juga mamahmu ini yang terlalu mengatur kamu ini itu membuat kamu jadi gak suka, sayang ayo bangun mamah janji gak akan ulangin lagi dan mamah akan kasih kebebasan” ujar mamah Agas yang mulai merasakan penyesalan.

Cerpen Karangan: Fahmi Salemba
Blog: Nurulfahmisalemba.blogspot.co.id

Cerpen Anakku Sayang, Maafkan Mamah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pengkhianatan Sang Sahabat

Oleh:
Pagi pagi sekali aku terbangun dari tidurku, jam menunjukkan pukul 5 pagi. “Hmm, waktunya shalat Subuh” gumamku. Aku pun beranjak dari tempat tidurku menuju kamar mandi. Setelah itu aku

Adikku yang “Istimewa” (part I)

Oleh:
Nama aslinya Abdul Gofur, tapi kami sepakat memanggilnya Ipung, dia adik laki-lakiku. Mengapa nama panggilannyanya bisa melenceng jauh? Tak usahlah dipusingkan, itu demi melegalkan kehendak nenekku yang sangat tidak

Dikira Jomblo

Oleh:
Menikah di umur yang terhitung muda, 21 tahun, memang membuatku seperti anak SMA meski sekarang sudah berumur 25 tahun dan mungkin juga karena aku belum dikarunia anak. Merasa diri

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *