Anakku Yuda Yang Lucu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Kisah Nyata
Lolos moderasi pada: 4 May 2014

Ini kejadiannya hari Selasa, tanggal 13 Agustus 2013, tapi sayangnya aku tidak lihat sendiri karena Senin malam aku pergi untuk menjalankan tugas Ronda Malam Selasa di kampung asalku di Maguwoharjo. Jadi tidak tidur di rumah di Gedong Kuning (rumah istriku), berangkat kerja langsung dari rumah ibuku di Maguwoharjo, Sleman.

Jadi agak siang, melalui oborolan di Facebook, istriku mengirim pesan untuk sekedar mengingatkan apakah aku tidak lupa membawakan tanaman lidah buaya dari rumah ibu. Lalu dalam obrolan selanjutnya, dia menceritakan tentang kejadian di pagi hari sebelum dia berangkat kerja.

Hari ini adalah hari terahir liburan kedua anakku Felix dan adiknya Yuda, sedangkan kami berdua sejak hari Senin sudah masuk ke tempat kerja masing-masing. Jadi kedua anakku ditemani oleh bulek (tante) ku Yuni, jadi anak-anakku memanggilnya mbah Yun. Sebenarnya usianya sih lebih muda dari pada istriku, tapi karena berkaitan dengan silsilah dalam keluargaku, dia lebih tua dari pada aku.. ha.. ha.. ha..

Sebelum masuk ke pokok masalah eh cerita, latar belakang kejadiannya adalah selama liburan Lebaran ini anak-anakku setiap hari ya kerjaannya main game di laptop yang adalah “istriku” kedua.. ha.. ha… Nah si Yuda (4 tahun) kebetulan senang dengan salah satu game yang berlatar belakang pesawat tempur model lama, kalau nggak salah nama gamenya adalah Red Ace Squadron. Tapi yah begitulah kalau main game pesawat ini dia belum terlalu bisa, jadi terkadang dia memaksakan kehendaknya kepada kakaknya, Felix, untuk memainkan game tersebut untuknya, sedangkan dia hanya menonton saja. (walaupun sebenarnya si Felix kadang jengkel juga disuruh memainkan game ini.. ha.. ha.. ha..)
Nah saking senangnya dengan game ini, si Yuda sampai hapal dengan musiknya game ini. Terkadang kalau kami suruh nyanyi, malah dia bersenandung seperti musik di game pesawat itu… tet.. tet tet.. tet.. tet.. seperti itu dia menirukannya persis sama dengan yang dia dengar dari laptop.

Oke kembali ke ceritanya, si Yuda tadi pagi menyanyikan lagu yang ada di game pesawat itu, lalu dia menyuruh bulek ku Yuni untuk juga menirukan nyanyiannya. Tapi maaf, karena suara bulek (tante) ku Yuni agak fales, rupanya si Yuda yang mendengar nyanyian lek Yun kurang pas dengan yang dia inginkan. Lalu dia mengajari Lek Yun, masih belum bener. Sambil nangis Yuda masih terus ngajari lek Yun, tapi nada lek Yun masih ndak bener-bener.

Si Yuda kelihatan stress berat dan menangis jengkel. Lalu oleh istriku yang sejak tadi hanya tertawa melihat tingkah anak kami, Yuda, yang mengajarin Lek Yun, memeluk Yuda sambil istriku menyanyikan lagu yang seperti di game pesawat itu…tet ..tet tet.. tet..tet… Untunglah setelah mendengar suara ibunya yang persis seperti yang dia inginkan, si Yuda bisa tenang dan diam, serta memeluk erat istriku walaupun masih menangis terisak-isak… ha…ha…ha… 😀
Oalahhh anakku Yuda, ternyata telinganya dia sudah peka untuk membedakan nada yang bener dan fales.
Di status FB istriku hari ini, dia menulis begini
“4-year old Yuda does have musical intelligence. This morning he looked so frustrated when his nanny sang off-key. Even though he already tried many times to correct it, her pitch was still out of tune. Wo ho ho ho :D”

Terima kasih semoga menghibur 😀

Cerpen Karangan: Antok
Facebook: Antok A. Candra Yulianto

Cerpen Anakku Yuda Yang Lucu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cahaya Dalam Gelap

Oleh:
“Sebenarnya ini harus aku ceritakan pada kalian semua. Sangat berat bagiku jika mengingat hari itu, kejadian itu, dan semuanya. Tetapi, aku tidak memiliki waktu lagi. Sebelum aku mati, aku

Mengejar Matahari

Oleh:
“Uhuuk.. Uhuuk.. Uhuuk…!!”. Juleha yang menyunggi nampan yang berisi jajanan pasar, menahan batuk dengan tangan kanannya, lantas ia mencoba menaruh sunggihannya di atas meja. Mendengar suara batuk-batuk dari sang

The Stranger (Part 2)

Oleh:
“Hai.” begitulah sms pertamaku kepadanya. “Hai juga, ini siapa?” balasnya. “Ini Alen, anak kelas 7-D temennya si Dodo.” balasku. “oh, dapet nomor dari siapa?” tanyanya. “dari si Pipit.”jawabku singkat.

Penyesalan Terdalam Kak Setya

Oleh:
Matahari mulai menyingsing di ufuk barat. Tanda sore telah usai. Gadis kecil itu hanya diam terpaku sambil menekuk lututnya di atas tempat tidur dalam kamar yang cukup nyaman itu.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *