Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Tisu Terakhir

Di suatu pagi yang buta, terdengar kokok ayam jantan yang sangat merdu. Diiringi dengan senandung adzan yang menggugah hati, aku terbangun dengan mata yang masih sangat berat. Ku usap-usap kedua mataku yang masih terpejam....

Pergi dan Tak Kembali

Shiba menyandarkan tubuhnya di bangku panjang di sebuah taman. Ia memandang amplop berwarna putih berisi kertas hasil pemeriksaannya di rumah sakit barusan. Perlahan ia merobek-robek amplop itu tanpa membukanya. “Hidupku...

Sendiri Itu Sepi

Namaku Tiara. Biasanya aku selalu bersama temanku. Tapi aku membuat satu kesalahan yang tak bisa dimaafkan mereka. Mutia, musuhku, membuatku merobek data untuk acara Pensi sampai benar-benar tinggal serpihan. Lalu Mutia menuduhku...

Surat Untuk Presiden

02 Juli 2013 Kayu-kayu itu masih berserakan. Sampah dimana-mana. Rumah-rumah kokoh itu sekarang tinggal kepingan-kepingan yang berserakan. Guncangan besar telah terjadi di tempat ini rupanya. Entah, aku tak tahu mengapa aku...

Mama Untuk Pras

Papa ingin menikah lagi. Om Dhana, adik kandung papa baru saja menyodorkan sederet foto teman-temannya, calon kandidat mama baru kami. Ini gawat! Bisa kiamat jadinya rumah ini. Aku berjalan mondar-mandir di lantai kamarku...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

Leave a Reply