Arti Sebuah Keluarga

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 7 December 2016

Hembusan angin malam kini tengah menusuk tubuhku. Kutarik koper berwarna merah muda dengan berjalan. Kala itu jalanan sepi dan tidak terlalu banyak kendaraan. Kakiku melangkah ke arah zebra cross. Tiba-tiba mobil berwarna silver nyaris menabrakku. Dengan langkah tegangnya sang sopir keluar dari mobil tersebut, ia meminta maaf kepadaku.

“Maafkan aku, aku tidak sengaja” ucapnya. “Tidak apa, itu tidak masalah bagiku” balasku. “Terima kasih, namamu siapa? Mengapa kamu berjalan sambil membawa koper di larut malam begini?” Tanyanya. “Namaku Putri, aku lahir di sebuah keluarga broken home. Aku kini sedang pergi dari rumah. Aku tak tahu harus tinggal dimana. Rumahku saja bagaikan neraka yang panas” kataku. “Ooh, Putri. Kenalkan, aku Nadia. Kamu bisa tinggal di rumahku, karena aku anak tunggal, aku tidak punya adik ataupun kakak. Jadi, apakah kamu bersedia untuk tinggal di rumahku?” Tanyanya. Kujawab dengan sebuah anggukan yang berarti kuberikan jawaban ‘ya’.

Kumasuki mobil mewahnya yang bermerk Avanza. Gadis bernama Nadia itu tampak menyetir mobilnya dengan penuh konsenterasi, mungkin dia tidak ingin kejadian yang nyaris menabrakku tadi terulang lagi. Mataku yang lelah ini mengajakku untuk tidur. Kuturiti permintaan mataku ini. Akhirnya aku pun tertidur.

Tiba-tiba “Putri… Putri… Kita sudah sampai di rumahku” dengan mengucek mataku, aku segera ke luar dari mobil silver tersebut. Yang ada di depan mataku sekarang adalah sebuah rumah mewah yang kusebut kastil. Rumah seperti ini juga sama seperti rumahku. Mungkin dalam rumahnya yang berbeda, kalau rumahku penuh kericuhan dan pertengkaran, mungkin rumah ini penuh ketenangan dan keharmonisan.

Aku dan Nadia melangkahkan kaki ke dalam rumah tersebut. Nadia menyuruhku untuk menjatuhkan badanku ke sofa yang empuk. Tak lama kemudian, muncul wanita dan pria paruh baya. Mungkin mereka Papa dan Mama Nadia. Setelah diskusi cukup lama, akhirnya aku diizinkan tinggal disini, di rumah ini, di rumah baruku. Aku sangat berterima kasih.

Dengan tubuh berbaring di kasur yang empuk, kupikirkan keluarga kandungku sekarang. Bagaimana mereka? Apa mereka mencariku? Mengkhawatirkanku? Mencemaskanku? Atau bahkan tidak mempedulikanku? Aku saja bahkan sudah tidak memikirkan mereka lagi. Kalau bahasa gaul MOVE ON. Aku lebih menyayangi keluarga Nadia dibanding keluarga kandungku sendiri yang hanya bisa bertengkar, sibuk bekerja, bahkan mereka tak pernah mengajakku liburan, ke luar rumah, apalagi mengajariku untuk mengerjakan tugas sekolah. Di rumah dan keluarga Nadia, aku bisa mengerti apa arti sebuah keluarga…

Cerpen Karangan: Nisrina Kamiliya
Facebook: Nisrina Kamiliya Riswanto
Hai, namaku Nisrina Kamiliya Riswanto. Umurku 11 tahun. Aku tinggal di Surabaya. Ini bukan cerpen pertamaku, jangan lupa ya baca cerpenku yang lainnya. Kalau kalian ingin berteman bisa lewat facebook : Nisrina Kamiliya Riswanto. Thx

Cerpen Arti Sebuah Keluarga merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Hijrah (Part 2)

Oleh:
Aku berharap ini hanyalah mimpi. Mimpi buruk dan aku akan terbangun. Depresiku memuncak. Aku tenggelam dalam air mata hingga terlelap karena kelelahan. Paginya, aku berharap tidak ke sekolah. Tapi,

Tak Pernah Berarti

Oleh:
Namaku Raifa aku adalah orang yang sangat menyedihkan. Keluargaku tidak pernah menganggapku dan teman-temanku tidak pernah menghargaiku. Aku seorang gadis yang mengidap penyakit leukimia, sekarang aku sudah stadium 3

Maaf

Oleh:
Terlihat sorang gadis muda tengah duduk di kursi taman di bawah pohon yang bisa dikatakan hampir gugur daun-daunnya. Sangat nampak dari air mukanya yang murung, ia sedang bersedih. Ya,

Catatan Terakhir Gista

Oleh:
Di malam yang sesunyi itu, ketika bulan tak malu untuk menampakkan bentuk indahnya yang putih bening bersinar terang. Tepat pukul 00.00 malam itu aku dilahirkan. Ayah dan Bunda menangis

Dangerous Woman (Part 2)

Oleh:
Untung saja tidak ada yang mendengar Cleo jatuh tersandung kabel televisi. Cleo segera bangkit dan menaiki tangga menuju kamarnya. Bodohnya ia lupa kalau ia mau minum. “Ah, biarkan saja.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *