Ayah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 22 May 2013

Ayah, aku sayang sama ayah. Ayah juga sayang sama aku. Saat ayah sudah di tinggal bunda, ayah gak pernah mau nikah lagi sama orang lain. Aku pernah bilang sama ayah “ayah bunda mana?”, ayah selalu bilang “bunda sudah bobo dan bobo itu lama bangat, dan gak bangun lagi, aku bingung apa yang ayah maksud karena aku udah di tinggal sama bunda pas aku masih umur 9 bulan.

Aku di kasih nama Maria. Nama Bundaku Chiristina dan Ayahku namanya Yohanes. sekarang umur aku 3 tahun. aku punya teman namanya Bila, dia gak punya ayah lagi, jadi aku suruh Bila anggap ayah itu ayah dia juga, terus aku anggap mama Bila itu bunda aku. Mama Bila cantik banget, baik lagi.

Waktu itu aku lagi mainan sama Bila dan adiknya Bila namanya Rina. Kita mainan boneka di rumah Bila, terus ayah datang pakai baju rapi banget. Ayah bilang ke aku “Maria, ayah mau pergi ke Singapura, jadi kamu tinggal di rumah Bila sementara. Aku, Bila dan Rina bilang “Horeeeeeeee” aku senang tinggal ama Bila dan Rina.

Dalam seminggu itu aku tidur sama Bila, pergi ke sekolah bareng. oh, ia aku hampir lupa, aku sekolah di Tk Bangsa, aku masuk kelas Tk sama Bila, Rina masuk di play group.

“Teng…Teng…Teng” lonceng pun berbuyi aku pulang ke rumah Bila. pulang sekolah ada berita dari TV kalau pesawat yang ayah tumpangin jatuh gara-gara cuaca buruk. tante Maya (mama Bila) nangis sambil ngelihat ke aku, aku gak ngerti kenapa tante Maya nangis.

1 Tahun setelah itu
Sekarang aku masuk kelas 1 aku sd di Sd Tunas Harapan, aku bingung kok ayah lama banget pulang nya, aku tanya sama tante Maya, “tante, ayah mana kok lama banget pulangnya” tante Maya nangis, aku sama Bila bingung kenapa tante Maya nangis

10 Tahun setelah itu
Aku sekarang udah SMP aku penasaran kenapa ayah lama banget aku tanya sama bunda Maya “Bunda ayah mana?” Bunda bilang “Ayah kamu waktu dia berangkat pesawatnya jatuh jadi ayah kamu meninggal” Aku sedih banget, saat itu juga aku nangis, entah kenapa malam itu juga aku berpikiran untuk pergi ke makam ayah jadi aku pergi. di kuburan aku janji mau bikin ayah sama bunda bangga ngelihat aku sukses.

5 Tahun setelah itu
Aku kuliah di UNIVERSITAS AMERIKA aku masuk jurusan kedokteran. sekarang aku jadi dokter bedah umum terus punya rumah sakit sendiri. Aku pengen ngasih hasil aku ke orang yang tidak berkecukupan. Rumah sakit yang aku punya aku kembangin, sekarang aku tinggal sama suami aku namanya Steven, aku punya 2 anak, 1 cowok dan 1 cewek, yang cowok namanya Randy, yang cewek nama nya Elizabet aku ajarin ke mereka tekun belajar dan berdoa sama Tuhan.

1 Bulan setelah itu
Aku sakit dan masuk ke rumah sakit ternyata aku mengidap kanker otak yang dari kecil, ayah gak pernah bilang sama aku. keesokan harinya Tuhan telah memanggil aku. aku merasa sedih karena meninggalkan suami dan anak-anakku, tapi disisi lain aku merasa senang karena aku bisa bertemu sama ayah dan bunda.

TAMAT

Cerpen Karangan: Thesalonika
Facebook: florensiafirstly[-at]yahoo.com

nama lengkap : tesalonika
nama panggilan : tesa
agama : kristen protestan
umur : 11 th
kelas : 5
sekolah : sdn 017 bal-teng
kota : balikpapan

Cerpen Ayah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kata Maaf Terakhir

Oleh:
Berkali-kali kusakiti hatinya, hingga air matanya mengering tak mampu menitikkan bulirnya lagi. Sejak usiaku belia hingga kini umurku 28 tahun, aku masih saja merepotkannya dengan pekerjaanku yang tak berguna.

Best Friend Forever

Oleh:
Pertama kalinya bagi aku dan sahabat-sahabat ku berpisah setelah menerima surat kelulusan dari sekolah, aku, Lyta, Mely dan Ari kita bersama-sama sejak SD, jalani suka duka bersama. tapi, tidak

Salju Merah

Oleh:
Aku mengintip mereka dari balik jendela tua kamarku. Di bawah hujan salju mereka berbincang. Tampak raut ketegangan di wajah keriput mereka. Pak Ward tampak bersikeras dengan pendapatnya dan Papa

Understand

Oleh:
“Fel! Lo sekarang ada di mana?,” tanya Billy saat Felly hendak keluar dari mobilnya. “Kenapa emang?,” tanya Felly sebelum ia menjawab pertanyaan dari Billy. “Lo semalem nggak nginep di

Sapu Tangan Merah

Oleh:
Pagi hari yang cerah ini, serasa begitu indah disambut dengan embun pagi yang menetes pelan–pelan di dedaunan. Hari ini serasa sejuk dengan angin yang berhembus pelan menghampiriku. Lizzi memulai

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *