Ayah Pembohong Besar

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Mengharukan, Cerpen Pengorbanan
Lolos moderasi pada: 11 January 2018

Pagi yang cerah dimana anak anak harus bangun dan menuntut ilmu.

Di kesudutan kota terlihat sebuah keluarga yang sangat harmonis, mereka sangat menyayangi anak anaknya dengan tulus…
Setiap pagi sang ayah selalu mengantarkan anaknya sekolah dengan menggunakan baju berdasi seperti layaknya pekerja kantor, sang anak yang bernama halwa sangat merasa dirinya paling beruntung di dunia karena memiliki ayah yang yang bisa memenuhi segala kebutuhan lahir dan batinya..

“ayah aku ingin es krim”
“iya nak kamu mau berapa dan milih yang mana pasti ayah belikan”
“ayah tas halwa rusak”
“iya nak nanti ayah belikan”

Segalannya tanpa ada sedikitpun permintaan sang anak ditolak ayah. Sampai di suatu ketika sang anak mengetahui semua tentang kebohongan ayahnya.

Suatu hari saat sedang bermain sang anak memberi surat yang telah ia tulis kepada ayahnya

“ayah aku bersyukur diberi tuhan ayah yang hebat, ayah yang tampan, ayah yang baik, ayah yang pintar, ayah yang kaya… Tapi…
Ayah seorang pembohong!

Ayah bohong tentang ayah kaya berbaju dasi padahal ayah seorang ofice boy, ayah bohong tentang setiap kali ayah membawaku ke restaurant dan membelikanku makanan tanpa ayah ikut makan dan setiap aku ingin menyuap ayah selalu bilang “ayah kenyang” padahal aku pernah melihat ayah terdiam di pinggir jalan dengan memegang perung. Ayah bohong ketika malam yang dingin ayah memberikan selimut ayah dengan alasan ayah kepanasan, pdahal setelah ayah tidur ayah menggigil.. Ayah bohong untuk semuannya…

Tapi aku bangga memiliki ayah, I love you ayah..
Surga di kaki ibu, tapi aku tidak akan bisa masuk tanpa ridho dari ayah juga…

Cerpen Karangan: Nila Rismaya
Facebook: Nila Halwa
Nila rismaya. lahir 06 november 2000 asal blora.. menuntut ilmu tk di blora, sd di jambi dan mts ma di pati ngemplak dengan status mondok.

Cerpen Ayah Pembohong Besar merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Dua Puluh Lima Juta (Part 1)

Oleh:
“Dua puluh lima juta?” Tanya Nina shock mendengar nominal yang disebutkan oleh dokter. “Benar sekali. Total biaya operasi Ibu anda adalah dua puluh lima juta.” Jelas sang dokter. Mendengar

Aku Sayang Nenek

Oleh:
Saat aku pulang kampung, aku merasa nenek sudah mulai aneh, ia sering berbicara sendiri. Lalu aku sudah sering menjauhi nenek. Aku sering melihat muka nenek sedih melihat tingkahku. Namaku

Cinta Di Batas Asa

Oleh:
“Apa-apaan kamu ini? Apa kamu sudah gila? Apa kamu sudah tidak bisa mencari pendamping hidup yang lebih baik? Kuliah tidak lulus, eh sekarang minta nikah sama perempuan malam juga!

Air Mata Terakhir

Oleh:
Sudah setahun berjalan aku terbaring tak berdaya di tempat ini, tepatnya di ruang perawatan sebuah rumah sakit. Aku bahkan tak tau lagi kapan air mata ku yang pertama mulai

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *