Berawal Dari Buku Misterius

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Misteri
Lolos moderasi pada: 12 May 2017

Aku menangis histeris. Aku sangat sedih. Aku menyesal tak menjadi adik yang baik pada kakakku, Angel. Namaku Angelia, kami saudara kembar. Kak Angel meninggal karena tumor otak. Itu yang membuatku sangat sedih. Acara pemakaman selesai.
Aku dan Kak Angel berbeda satu tahun. Seharusnya kini ia sudah duduk di SMA kelas 3. Tapi tuhan berkehendak lain. Aku berjalan menuju ruang XI, Kelas yang dulu ditempati oleh kak Angel.

Bel pulang sekolah berbunyi semua murid meninggalkan kelasnya.
“Angelia!!” Seru bu Fani, wali kelasku
“Ya, bu” jawabku menghampiri bu Fani
“Kamu tolong besihkan loker di kelas ini. Kelihatannya lockernya berdebu bekas dipakai kelas XI tahun lalu” ucap bu Fani
“Baik bu” ucapku tegas
“Oh iya ini kuncinya” kata bu Fani sembari memberi kunci.
Aku tak menjawab. Dan segera membersihkan lokernya.

Ketika aku membuka locker bernomor 17 terdapat sebuah buku tua. Aku membukanya bukunya tebal sekali, karena aku penasaran kumasukkan buku tebal berdebu itu ke dalam tasku. Aku melanjutkan membersihkan lokernya. Setelah itu aku ke ruang guru dan memberikan kunci loker kepada bu Fani.
“Makasih Angelia, Kamu sungguh rajin seperti Almarhumah kakakmu”
Aku tersenyum dan berucap “Sama-sama bu”

Aku menghampiri mobil papaku.
“Kamu ke mana aja? Lama sekali” tanya papa
“Aku abis membersihkan loker pah” jawabku.

Panas terik membuatku ingin di kamar padahal ada sahabatku mengajak ketemuan. Tapi, ya sudahlah.
Aku teringat! Aku mengambil bukuku kubersihkan debunya. Buku itu berjudul “Temukanlah” aku merengutkan dahi. Aku pun membukanya. Isinya seperti ini
Hai?! Aku tahu namamu. Pasti namamu Angelia. Aku kakakmu Li, Angel.

Aku tak percaya ini aku kembali membuka halaman selanjutnya. Isinya:
Li, Aku mau kamu nanya sama Bunda kaya gini “bun, apa di sini ada ruang rahasia?” Aku mohon Li, turuti sajalah permintaanku.
Aku menutup bukunya dan segera ke kamar bunda.

“Hai?!” sapa bunda
“Bun apa benar di sini ada ruang rahasia?” tanyaku menuruti permintaan ka Angel. Bunda terlihat pucat
“Mmmm… ouh… itu… ya ampun nak di sini gak ada ruangan rahasia” jawab bunda gugup.
“Mm… aneh” ucapku dalam hati. Dan segera ke kamar membuka buku tersebut.
Isinya:
hahahaha… aku tahu pasti kamu gak dikasih tau sama bunda ckckck… kasian. Liaaa… tanyain bunda lagi apa maksud dari “224” kalau bunda bilang gak tau kamu kembali ke kamar. Tapi… kalau bunda ngasih tau kamu jawab “Ini tentang matematika” ya… please sekali lagi.

karena merasa jengkel. Aku menuruti perintahnya. Kembali ke kamar bunda.
“Bun…” lirihku
“Iyaaa” sembari fokus kelaptop.
“Bun maksud dari 224 apa sih?” tanyaku
“Mungkin… lantai 2 kamar ke 2 lemari ke 4” jawab bunda sembari fokus ke laptopnya lagi
“Ini soal matematika bun…” ucapku
“Ouh bunda enggak tau”
Aku pun kembali ke kamar dan membuka bukunya
Isinya:
Li… udah ketemu jawaban dari bunda? Kalau udah bunda tadi ngomong apa? Kaya gini kan “lantai 2 kamar ke 2 lemari ke 4” ya kan.
Sekarang aku nyuruh kamu nelusurin yang bunda omongin.
Aku terkejut. Kenapa kak Angel tau?

Aku pun menelusuri ke lantai dua. Kamarku dan bunda ada di lantai 1 tapi kak angel ada di lantai 2. Dan di lantai dua. Aku masuk ke kamar ke dua. Kamar itu… tak dihuni, aku membukanya. Sreeek…
Alangkah terkejutnya aku melihat ada 10 lemari berukuran jumbo.
“Lemari ke empat” ucapku mengingat ucapan bunda.
Aku membuka lemarinya ternyata hanya ada satu surat isinya
Angelia… geser lemari yang ke empat ini. Kalau berat kamu harus tetap semangat. SEMANGAT ANGELIA…
Huft…

Aku mendorong lemarinya dan yang kutemukan adalah pintu berwana ungu bertulisan HATI-HATI DIA EMOSIONAL. Aku membukanya dengan penasaran dan takut. Menelusuri jalan yang tadinya gelap menjadi terang karena Flaslight handponeku. Jantungku berdebar debar ketika melihat seorang perempuan. Dia menoleh ke arahku dengan tajam. Aku takut… takut… takut…
Dia mengeluarkan pisau. Aku semakin merinding…

“Tenanglah aku mohon… aku mohon kepadamu… jangan sakiti aku… siapa kau?” ucapku
“Aku Angelivia” suaranya mendadak lembut
“Siapa kau?” tanyanya lagi
“Aku… Angelia” ucapku gugup
Dia memelukku. Dan pisaunya ia buang. Dia menangis… menangis…
“Mengapa kau menangis?” tanyaku
“Angeliaaaa… Aku kakakmu…” teriaknya
“Aku kakak dari Angel… bunda sama papa mengurungku di sini karena bunda mengira aku gila. Aku bertahan hidup di sini karena Angel selalu mengirimku makanan. Dan dia menceritakan bahwa aku punya adik lagi. Namanya Angelia… Aku sangat penasaran denganmu” ucapnya lembut sekali.
Aku tersenyum.

Dia mengajakku ke kamarnya dan menyuruhku tidur. Aku terlelap. Dan beberapa jam aku terbangun karena suara bising. Ternyata bunda dan papa sedang bertengkar dengan kak Angel. Aku melerainya dan menjelaskan bahwa kak Angelivia tak gila. Bunda mengerti. Kini aku mempunyai saudara lagi. Aku sangat bahagia. Aku punya kakak. “Angelivia” thanks you kak Angel.

Cerpen Karangan: Fadiyah
Facebook: Fadiyah
Maaf kalo ada yang typo.

Cerpen Berawal Dari Buku Misterius merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Miliaran Kerikil

Oleh:
Untuk semua yang datang membawa kepedihan. Saat kreatifitas tidak disalurkan bisa tumpul, saat kemampuan tidak dipakai bisa hilang, tapi saat cinta tidak pernah diberi? Apa sebenarnya hakikat dari cinta?

Dinar

Oleh:
Namanya Dinar, dari kecil sampai sekarang aku dan dia bersahabat. Buatku, Dinar tipe anak yang manis, baik dan cukup penurut. Prestasi sekolahnya juga lumayan bagus, paling tidak dibandingkan denganku,

Si Pendiam

Oleh:
Allahu akbar allahu akbar… Suara azan maghrib telah berkumandang. Huffh… penat sekali rasanya menahan ini semua. Menahan dari rasa lapar, haus dan godaan-godaan lainnya yang dilarang oleh agama. Gluk…

Jeritan Yang Tersampaikan

Oleh:
Tes… Bulir airmata jatuh begitu saja mengenai pipi gadis cantik itu. Perkataan orang yang dihadapannya sungguh membuatnya terperanjat kaget. Dia melangkah mundur seraya membekap mulutnya tak percya. Hingga kemudian,

Hidup Tak Seindah Surga

Oleh:
Di dalam gelapnya sebuah malam terdapat pemuda yang hidup dalam kesederhanaan. Ia hanya memiliki seorang ibu dan ditemani oleh 7 orang saudara-saudarinya. Ayahnya telah tiada sejak ia masih kecil.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Berawal Dari Buku Misterius”

  1. Tanda Tanya Tampa Titik says:

    Good cerpen!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *