Berlian Dalam Gelap

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Penyesalan
Lolos moderasi pada: 14 August 2013

Dalam kondisi setengah sadar mataku terperanjat, mengetahui seorang gadis mungil tengah mendampingiku di pembaringan. Raut wajahnya terlihat lelah dan kudapati wadah berisi air beserta handuk berada di sampingnya.

Air mataku membludak. Bibirku beku. Hatiku terasa teriris. Pikiranku mengarah pada kejadian beberapa waktu lalu. Saat itu Aku tengah mengumpulkan materi untuk project pertamaku di kantor. Kuletakkan materi hasil survey yang telah ku susun hingga tengah malam itu di laci meja.

Dua hari kemudian Aku berniat menyerahkan materi pada atasanku. Namun tak kutemukan berkas itu.

“Bella, kamu lihat tumpukan kertas di laci meja tidak?”

“Maaf, Aku pikir kertas itu tak terpakai, lantas kuberikan pada penjual nasi uduk.” Jawab Bella lirih.

Mendengar pengakuan tersebut hatiku geram. Terucap lah kalimat tak pantas. Kucari penjual nasi itu dan berhasil menyelamatkan setengah materiku. Aku harus melakukan survey ulang sebelum deadline tiba.

Tujuh hari berlalau. Kupresentasikan materi itu dibatas akhir. Entah apa yang terjadi hingga Aku tak sadarkan diri.

“Mba udah bangun. Sebentar ya Aku ambilkan makanan buat mimum obat.” Ucap Bella sembari berlari menuju dapur.

Aku semakin tak mampu membendung air mata mendengar niat tulus gadis mungil itu. Bella, adik yang Aku maki tempo hari kini berbalik mengurusku. Betapa jahatnya kakakmu ini. Kusadar kau tak hanya sekedar adik, namun kaulah permata hidupku.

Cerpen Karangan: Mariani Yuni Susilo Wenti
Blog: www.marianiyunisw.blogspot.com
twitter.com/marianiyuniSW

Cerpen Berlian Dalam Gelap merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Please Say it Mom!

Oleh:
Pagi tiba, matahari dari ufuk timur menerangkan hariku ini, burung-burung berkicauan seolah memberitahuku bahwa pagi telah tiba. Tapi, entah kenapa aku seolah tak ingin lagi membuka kedua bola mataku

Cintaku Juga Darahku

Oleh:
Sejak kejadian beberapa tahun silam, seiring berjalannya waktu yang aku lewati dengan rasa trauma yang sangat mendalam. Sejak kejadian bencana alam itu tejadi, masih ku ingat betapa isi bumi

Gagal

Oleh:
Gio adalah namanya. Gio merupakan Kakak dari 3 bersaudara Ani dan Doni. Gio duduk di kelas 3 SD sedangkan adiknya Ani kelas 1 dan Doni masih TK. Gio juga

Tuhan Bilang Jangan!

Oleh:
“Jangan bilang kalau Tuhan itu baik!” Ucap Supardi “Kenapa? bukankah Tuhan yang memberikan kita kehidupan, Ayah” balas Gendis Gendis tahu rasanya kehilangan hak yang sangat berharga atas apa yang

Cinlok

Oleh:
Rara masih serius menatap dirinya di cermin. Lirik kiri! Lirik kanan! Manyun! Menyeringai! Terbahak! Pasang raut wajah MELAS! NGOOOK! Nampaknya dia masih kurang PD dengan rambut barunya. Suruh siapa

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *