Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Regret

Biar hujan datang membasahi bumi, aku masih termenung dalam renungku. Terdiam, menatap rintik air berjatuhan ke tanah. Enggan ku, untuk beranjak dari disini. Dari tempat ini. Kilatan petir bak lampu blits tak kan mampu buatku...

Deary

Dear ibu dan bapak Assalamualaikum wr.wb. Ibu, maafin tania. Bapak, maafin tania. Tania sudah capek nangis terus. Walaupun tania pergi duluan tapi tania tetep tungguin ibu sama bapak disana. Doain tania ya supaya tania selamat...

Surat Untuk Ibu

Rintik hujan semakin deras mengiringi malam yang semakin mencakar perkampungan Sambi Linggih. Tanah-tanah yang berdebu seakan hilang kekuatannya untuk menahan pijakan makhluk alam. Potret alam terpancar tiap lima menit sekali....

Aku Bukan Gadis Menjijikan!

Sebuah logam bulat tak bersalah menghampiri gadis itu. 1 2 3 4 bahkan 10 banyaknya kini berada di antara gadis itu. perlahan dia mengangkat kepalanya, melihat sekelilinginya. benar-benar ramai, tapi keramaian itu bukan memberinya...

Liburan Yang Menyenangkan

Pagi itu adalah pagi yang sangat cerah karena kemarin-kemarin di pagi hari selalu mendung disertai hawa yang cukup dingin. Seusai sarapan aku menuju ke sekolah dengan mengenakan sepeda kesayanganku. Di perjalanan aku bertemu...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

Leave a Reply