Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Kembar tak Harus Selalu Sama Ayah

Ayah… kami sama-sama anakmu… Ayah… kami ini saudara kembar… Tapi… kenapa ayah hanya menyayangi Chintia? Kenapa ayah? Kenapa engkau membedakan kasih sayang itu? Fikiranku selalu tertuju pada pertanyaan...

Hujan dan Mata Pelangi

Mata pelangi itu tak lagi tersenyum. Tatapannya menusuk ke ulu hatiku. Bahkan kali ini, menohok sampai ke jantungku. Aku menunduk. Padahal, aku sempat melihat rembulan hadir menghiasi kerinduannya padaku. Hangat. Ketika ia...

Ibadah Terakhir

“Bangun nak… udah subuh ayo shalat” ajak mama padaku. “Iya ma… udah bangun nih” kataku pada mama. Dengan agak ngantuk, kuturunkan kakiku ke lantai dan berjalan untuk mengambil air wudu’....

Isi Surat Itu

Keinginanku untuk menulis ini berawal ketika aku yang baru saja pulang dari suatu tempat rekreasi bersama teman-temanku. Sebenarnya aku tidak berencana mengajak teman-temanku mampir di rumah, tapi karena kebetulan jalur pulang...

Roda Terus Berputar

Hal yang menyedihkan terjadi pada akhir tahun 2010 sampai tahun 2011, tepatnya ketika aku kelas 4 SD. Dimana semua hal indah yang kumiliki hilang perlahan. Seperti air laut yang mengalami pasang surut, sama seperti keadaan...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

Leave a Reply