Bidadari Dalam Mimpiku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga
Lolos moderasi pada: 4 September 2018

Saat itu sedang dalam keadaan marah, aku tak dapat berfikir dengan jernih, otakku saat itu dikuasai oleh amarah. Aku sudah tak tahan lagi, aku pergi mengendarai sepeda motor dengan kecepatan 100 km/jam. Kulampiaskan semua amarahku pada aspal yang bisu, yang tak mampu mengoceh padaku tapi selalu ada untukku.

Dan Ketika pengelihatanku mulai buram.
Brak!
“Arh” aku menabrak sesuatu. Mataku tak mampu kubuka lagi, aku pingsan, ya aku benar benar pingsan.

Dalam kejadian itu, aku bermimpi bertemu dengan sesosok bidadari yang bersinar, sinar yang begitu indah. Tapi kulihat ia tak memiliki sayap, aku bertanya “di mana sayapmu wahai bidadari?” Ia hanya menengok lalu tersenyum. “Ada apa kupikir, aku bertemu dengan bidadari? Nyatakah ini?”. Ia hendak ingin pergi kucoba menghentikannya “di mana sayapmu?” Lagi lagi ia hanya tersenyum “ada apa ini?” tanyaku.
“Hey di mana sayapmu?”, langkahnya terhenti ia berbalik dan menjawab pertanyaanku. “Sayapku telah aku korbankan demi seseorang” jawabnya. Kulontarkan kembali pertanyaanku “siapa?”, ia kembali tersenyum sembari menepuk kepalaku “kamu”, saat itu kulihat jelas bahwa bidadari itu adalah ibuku.. “Hah Ibu?”

Aku terbangun dari mimpiku, kudapati ibuku sedang menangis melihatku berada di rumah sakit, “ibu?” Tanyaku, “maafkan ibu karena ibu sudah memarahimu tadi hingga kau masuk rumah sakit seperti ini” ujar ibuku
“Tidak ibu, ibu tidak bersalah, bahkan karena doa ibu yang menyelamatkanku dari kecelakan ini..”

Kulihat senyum ibu yang begitu indah bak bidadari yang indah rupawan. Senyum ibu tak akan pernah kudapati dari orang lain, karena ibulah bidadari tanpa sayap.

Cerpen Karangan: Ika Sunistia Pratiwi
Blog / Facebook: Ikaa Sunistiya P

Cerpen Bidadari Dalam Mimpiku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pesan Yang Kurang

Oleh:
Sepi. Berat. Itulah yang setidaknya ku rasakan saat ini. Semua indraku belum berfungsi dengan baik. Telingaku, tengah berusaha menyempurnakan pendengarannya. Aku menarik nafas kembali. Mataku, masih terpejam dan seluruh

Kakek Inspirasiku

Oleh:
Kakek adalah sosok yang luar biasa bagiku. Kakek yang selama ini selalu menjadi motivator di dalam hidupku. Kakek yang selalu memberikan semangat dan inspirasi untuk cucu-cucunya. Waktu aku kecil

Gelang Emas Untuk Bunda

Oleh:
“Lind, besok kan Bunda ultah, kita kasih kado apa ya?” ucap Dila pada adiknya, Linda. “emm… bagaimana kalau gelang emas kak? Kan dari dulu, bunda ingin sekali membeli sebuah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *