Br ok en

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 31 July 2017

Gue Deva, gue pindahan dari Bandung, sekarang gue ikut orangtua gue di Jakarta. Orangtua gue selalu berantem, dalam masalah apapun. Dari bandung gue ini anak baik-baik, tetapi semua berubah karena pertengkaran nyokap bokap gue yang berujung perceraian.

Sore ini setelah pulang sekolah gue kumpul sama temen-temen gue, kami selalu menghabiskan hari-kami dengan kegiatan yang kurang baik seperti bonex atau hal lainnya. Bayangkan saja seorang Deva yang dulunya anak baik-baik sekarang berubah drastis, bahkan lupa ibadah dan tak ingat Tuhan.

“Dev, lu yakin masih mau bertahan dengan kita?” kata Rico.
“Maksud lu?” gue tidak mengerti maksud Rico.
“Maksud Rico, Lu yakin masih mau berada di sini bareng sama kita-kita, kasian nyokap bokap lu pasti mereka khawatir nyariin lu” sambung Angga.
“Nggak Co, dan lu lu semua adalah keluarga gue, cuma kalian yang bisa nerima gue, bahkan nyokap bokap gue sampai Sekarang enggak nyariin gue”
Gue kabur dari rumah karena mereka lebih merebutkan harta dari pada anaknya, gue satu-satunya. Lebih baik gue pergi dan mereka keluarga baru gue, mereka semua juga ngalamin hal yang sama dengan gue.

Weekend gue ada acara kumpul sama temen-temen, berangkat dengan dandanan yang berantakan, ya beginilah gaya gue, dengan banyak gelang warna gelap, sepatu cat warna hitam, dengan rambut warna merah yang tak merata, Ketika gue berjalan menuju basecame, gue menabrak seorang cowok, alim banget tampilannya.
“ow ow sorri”
Cowok itu hanya Tersenyum dan manganggukkan kepalanya. “Em sebagai permintaan maaf gue, lu mau gak minum es bareng gue?” ajak gue.
Seperti yang tadi dia hanya mengangguk.

Gue memutuskan untuk membatalkan acara kumpul, sumpah makhluk ini terlalu tampan. Cowok itu hanya menatapku heran sambil Sesekali menyeruput esnya, “kenapa lu liatin gue segitunya?” kata gue.
“Eh, enggak, aneh aja gitu, kita belum kenal tapi udah minum bareng”
“Ah ya, gue lupa. Gue Deva, kalo lu??”
“Aku Abyasha, panggil aja Yasha”.

Dua bulan kenal Yasha serasa ada yang aneh. Dalam waktu dua bulan dia bisa nyadarin gue, dia bisa merubah gue sedikit demi sedikit menjadi seperti dulu lagi. Dia ngingetin gue sholat dan nginggetin bahwa Tuhan itu ada. Dan sekarang gue tau menjadi anak jalan hanya Solidaritas yang gue butuh, bukan bereuforia.

Malam ini serasa malam yang paling membahagiakan yang pernah gue rasakan, tapi entah mengapa gue merasa Sesak nafas, nafas gue serasa berat, dan gue tidak dapat melihat apa-apa lagi. Ketika gue tersadar gue berada di sebuah rumah sakit, dokter bilang aku mempunyai penyakit kanker paru-paru dan ginjal kiri yang tidak berfungsi lagi. Mungkin karena kebiasaan gue akhir-akhir ini yang sering merok*k dan minum minuman keras. Gue melihat temen-temen gue dan Yasha yang terlihat cemas. Kali ini dada gue benar-benar sakit, dan entah mengapa… Gue memejamkan mata setelah merasakan sakit yang amat sangat. Kali ini bukan untuk terbangun lagi, gue tertidur untuk selamanya.

Gue melihat mereka menangis memeluk jasad gue, mungkin yang paling sedih saat itu adalah Yasha. Gue kecewa, orangtua gue tidak ada di sini, di sisi gue saat itu, tapi gue juga bahagia mereka yang selalu ada buat gue, hingga akhir hidup gue..

Hingga di pemakaman, mereka masih menemani langkah gue menuju rumah terakhir gue, gur melihat nyokap bokap gue menagisi kepergian gue. Gue bahagia orangtua gue berpelukan melihat jasad gue yang telah dimakamkan. Tapi yang paling buat gue bahagia, ketika melihat temen-temen gue menyolatkankan jasad gue dan berdoa buat gue, itu pertama kalinya aku melihat mereka sholat dan berdoa..

Mungkin Tuhan lebih sayang sama gue, tuhan memanggil gue terlebih dahulu sebelum mereka, mungkin Tuhan tidak mau membuatku tersedih saat harus ditinggal mereka..

Terimakasih mah.. pah…
Terimakasih teman-teman…
Dan Yasha, sampai disini gue harus mengenal lu, terimakasih telah membuat akhir hidup gue menjadi berharga…
Gue menunggu kalian menyusul gue…

Cerpen Karangan: Firnandisa Risma
Facebook: Firnandisa

Cerpen Br ok en merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Anakku Yuda Yang Lucu

Oleh:
Ini kejadiannya hari Selasa, tanggal 13 Agustus 2013, tapi sayangnya aku tidak lihat sendiri karena Senin malam aku pergi untuk menjalankan tugas Ronda Malam Selasa di kampung asalku di

Sebuah Perjalanan Hidup

Oleh:
‘Jakarta adalah ibukota indonesia’. Lilly adalah seorang gadis cantik serta periang. Sekarang sudah berumur 17 tahun, kegemarannya adalah bernyanyi, Lilly membentuk suatu grup band sejak 2010. Yang mereka beri

Adik Yang Malang

Oleh:
Arini, dan Ristrina adalah dua adik kakak yang sangat serasi, kompak dan saling menyayangi. Mereka terlahir dari keluarga yang sederhana dan amat memahami soal agama. Mereka tinggal di sebuah

Cita-Cita Ashley

Oleh:
Pagi itu tidak seperti biasanya, raut muka Ashley kelihatan murung, tampak kesedihan yang teramat sangat tercermin di sana. Canda, tawa, dan semangatnya seakan sirna, kebiasaannya bersenandung setiap saat pun

Membunuh Bayangan

Oleh:
Tutur kata yang lembut terkadang menutupi kemunafikan seseorang, tidak berbuat jahat terang-terangan melainkan menyergapmu secara diam-diam. Dia mulai merasuk ke dalam tiap urat nadimu dan membiarkanmu menikmati hangat rasukannya.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *