Bunda Kembalilah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 11 February 2016

Tidak terasa 14 hari berlalu. Masih ku ingat jelas bagaimana aku menangisi jenazah Ibuku yang tak berdaya. Masih teringat jelas perkataan terakhir yang beliau ucapkan. Beliau mengingatkanku untuk tidak lupa makan. Tapi apa boleh buat, ini semua takdir yang maha kuasa. Apa yang diciptakannya pasti kembali kepadanya. Hari-hariku kini berubah. Tidak ada semangat baru, tidak ada masakan Ibu, tidak ada suaranya yang selalu memanggilku. 14 hari berlalu. Sejak kejadian 14 hari yang lalu, aku merasa hidupku berantakan. Aku berdiam diri di atas atap rumahku, dan memandang langit yang mendung. Aku ingin bercerita pada Ibu tentang hari-hariku. Aku ingin meminta pada Tuhan agar ibuku kembali, tetapi rasanya mustahil. Tuhan sangat sayang pada Ibuku, dan Tuhan tidak akan melepaskannya lagi untukku.

“Ibu, aku sangat merindukanmu, dan aku iri melihat anak-anak lain yang pergi belanja dengan Ibunya, bercerita, tertawa bersama. Aku iri pada mereka, mereka masih mempunyai malaikat yang selalu melindungi mereka. Aku ingin kau kembali, tapi Tuhan terlalu sayang padamu dan enggan melepaskannya untukku. Ibu, berbahagialah di surga sana, karena itu tempat yang pantas untuk bidadari berhati malaikat sepertimu. Tapi hadirlah selalu dalam mimpiku, dalam malamku.” Aku meneteskan air mata, masih menganggap semua ini mimpi. Tapi ini semua kenyataan. Malamnya, aku bergegas untuk tidur. Aku merasa lelah, karena seharian aku menangis. Dalam tidur aku melihat sesosok wanita bergaun putih. Dia cantik, sangat cantik.

“Ibu..”
“Nak, Ibu juga merindukanmu. Ibu sudah mendengar semua ceritamu, cerita tentang keseharianmu. Itu semua membuat Ibu sedih dan tidak tenang. Ibu punya satu permintaan untukmu Nak, Ibu mohon, jangan tangisi Ibu lagi Nak. Ibu cuma mau kamu semangat belajar lagi. Kamu pernah bilang, kalau nanti kamu bercita-cita menjadi seorang dokter, dan mau menyembuhkan Ibu. Sekarang Ibu sudah tenang Nak, jangan ditangisi lagi. Lanjutkan cita-citamu menjadi seorang dokter. Ibu akan minta langsung sama Tuhan untuk selalu menjagamu.”

Aku terbangun dari tidurku, dan kembali teringat pada Ibu. Apa itu pesan dari Ibu? Kalau begitu aku akan kembali semangat belajar agar aku bisa menjadi seorang dokter. Agar tidak ada lagi orang yang sakit seperti Ibu. Ibu aku percaya doamu akan selalu menyertai setiap langkahku.

Cerpen Karangan: Nurwahida. W
Facebook: Nurwahida Widya

Cerpen Bunda Kembalilah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tentang Aku dan Ketetapan Hati

Oleh:
Rio masih terdiam kaku menyadari kenyataan baru yang harus diterimanya. Perpisahan itu benar-benar harus menjadi sebuah saksi akhir dari kebersamaannya bersama seseorang yang selama ini lebih-lebih disayanginya, dan sampai

Jendela Biru

Oleh:
Semua terasa berbeda. Pagi itu penuh sesak, penuh amarah, penuh aura negatif dalam pikiran Aura. Ya pagi itu pagi dimana embun sejuk berubah menjadi sesuatu yang menyesakkan dada. Udara

My Brother

Oleh:
Ada satu hal yang membuat Nadine iri pada Lydia dan Zeera. Pertama, Lydia dan Zeera sama-sama punya kakak laki-laki yang menurut Nadine itu keren, cool, ramah and perhatian. Gak

Gadis Lotus Dan Lebaran Terakhir

Oleh:
Panas terik begitu menyengat, keringat demi keringat berjatuhan pada wajah cantik gadis itu. Rasanya memang seperti berada di Gurun Sahara, walaupun Muty hanya berkhayal bisa pergi ke sana. Sejak

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *