Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Sampai Ku Menutup Mata

Tarian hujan di atas genting semakin meramaikan pementasan alam malam ini. Belum lagi nyanyian gerimis yang menjadi pembuka acaranya. Sempurna memang. Sesempurna Tuhan yang telah menciptakan sesosok bunda kepadaku. Walaupun...

Arief Jadi Pengantin

Pagi masih berkabut. Embun masih bergelayut manja di tepian rerumputan seolah enggan untuk turun membasuh tanah. Hunian serasa sepi ngelangut meski samar-samar terdengar suara beberapa ibu tadarus bergantian di sebuah mushola....

Jelantik

Bapak masih terduduk di atas dipan, wajahnya mendongak ke atas. Mencoba bertanya kepada para penghuni langit, sekedar mencari tahu dimana Jelantik berada. Sudah seharian bapak menjadi patung bernyawa disitu tanpa bicara....

Bintang Kecil Itu Adik Ku

Namaku tubagus gunawan, aku lahir sebagai bungsu dari 3 bersaudara. 2 orang kakak ku semuanya perempuan, dan cuma aku anak laki-laki di keluarga ini. Sebagai bungsu jelas aku besar dengan title “anak mamah”, manja dan...

Buku Yang Tertinggal

Sendok di tanganku belum sempat aku dorong mengantarkan sesuap nasi menuju ke mulutku, ketika tiba-tiba pintu ruang tamu tempat aku tinggal diketok dari luar. Bergegas aku menuju pintu, kulihat dari sela-sela korden siapa...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

Leave a Reply