Bunga Yang Aneh

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga
Lolos moderasi pada: 15 November 2017

Pagi itu embun masih terlihat di mataku. Embun itu membasahi setiap dedaunan yang berada di depan rumahku. Mataku terpancar saat aku melihat indahnya bunga mawar yang sedang mekar itu. Saat aku hirup wangi bunga itu sungguh aku sangat mengaguminya. Bunga mawar berwarna merah muda itu begitu harum. Banyak bunga yang bermekaran di rumahku pagi itu, sungguh aku sangat bahagia melihatnya.

Kuarahkan pandanganku ke sisi timur, tepat terbitnya sang mentari. Namun saat itu aku hanya dapat melihat sinarnya saja. Sinar itu keluar di setiap sisi langit sebelah timur. Burung-burung berterbangan dengan riangnya, serta kicauan mereka semakin membuat diriku terpesona oleh keindahan pagi. Suara burung itu seperti memanjakan telingaku. Tapi aku bingung, mengapa sinar matahari yang semula ada, sekarang sudah hilang begitu saja, bahkan karena asyiknya aku melihat pemandangan saat itu sampai-sampai aku tak dapat menyaksikan bagaimana sinar hilang. Sekarang saat mataku melihat semua pemandangan yang ada hanya bunga-bunga dan dedaunan. Aku kemudian berfikir “kalau saja sinar matahari masih ada, pasti pagi ini begitu lengkap sekali keindahannya.

Aku baru menyadari bahwa ini sudah masuk waktunya untuk anak sekolah berangkat ke sekolah mereka masing-masing. Aku melihat anak SD yang berjalan menuju sekolah, walaupun begitu sangat jauh tetapi mereka tak pernah mengeluh, untuk menyiasati keterlambatan, mereka berangkat dari rumah menuju sekolah pagi-pagi sekali.

Jika ada di antara mereka yang memiliki sepeda, mereka memilikinya. Jika mereka tidak mempunyai kendaraan apapun itu saat itu saat ke sekolah, mereka terpaksa jalan kaki “syukur saja sewaktu sd, rumahku dekat dengan sekolah, jadi aku tak perlu berangkat pagi, dan tak perlu berjalan sangat jauh hanya membutuhkan waktu 5 menit aku sudah sampai ke sekolah” fikirku dalam hati.

Setelah aku selesai menikmati pemandangan pagi itu, aku melangkahkan kakiku menuju rumah, tetapi aku baru menyadari bahwa ada satu pohon bunga yang belum pernah melihat bunganya. Aku juga heran sudah lama pohonnya tumbuh, dan pohon itu begitu sangat subur. Tetapi pohon itu entah apa namanya, karena aku melihat hanya ada daun yang begitu panjang, aku tidak melihat adanya batang dari pohon bunga itu.

Aku merasa sangat bingung lalu aku bertanya kepada ibuku “bu, bunga apa yang berada di halaman rumah kita, mengapa pohonnya tak pernah kulihat mengeluarkan bunga?”, ibu menjawab pertanyaanku, itu namanya bunga rezeki, dan bunga itu hanya mekar jam 12.00 atau tepatnya jam 00.00 WIB”. Aku dengan bingungnya mendengar jawaban ibuku kemudian aku bertanya “apakah ada bunga yang seperti itu, dan mengapa bunga itu mekar jam 12.00 atau 00.00 WIB?”, kan kalau mekarnya pagi kakak bisa melihatnya, dan kakak ingin sekali menghirup wanginya” tanyaku kepada ibu, lalu ibu berkata “itu memang sudah ciri khasnya itulah yang membedakannya dengan bunga-bunga yang lain. Dan bunga itu tidak memiliki wangi, jadi bunga itu tanpa keharuman. Orang yang melihatnya hanya dapat menyaksikan keindahannya saat mekar saja” jawab ibu dengan begitu seriusnya memberi penjelsan kepdaku. Jujur saja aku masih bingung dengan bunga itu.

Satu minggu kemudian tepatnya malam jumat jam 11.45 ibu membangunkanku, ibu berkata “kak, ayo bangun. Bunga yang ingin kakak lihat akan segera mekar”, mendengar semua itu aku seger bangun dari tidurku, kemudian aku menghampiri ibu yang saat itu sedang melihat bunga rezeki itu. Setelah lebih kurang 15 menit kami menunggu kemudian kami berdua menyaksikan bunga itu mekar, sungguh indah sekali. Bunga itu berwarna cream dengan sarinya yang berwarna oranye ibu berkata “jarang sekali orang yang dapat meihat bunga ini mekar, dan jarang bunga ini tumbuh dengan subur. Banyak sekali orang yang ingin memiliki bunga ini, karena bunga ini dapat membawa rezeki”. Mandengar semua perkataan ibu, baru aku tahu bahwa bunga itu memiliki manfaat tersendiri.

Dan keesokan harinya bunga itu sudah tidak ada lagi, yang ada hanya kepingin bunga yang layu

Cerpen Karangan: Nurhaya
Facebook: Hayya Deluna
anak pertama dari 3 bersaudara. tinggal di Bandar Minggu. kelas 3 sma.

Cerpen Bunga Yang Aneh merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Regret

Oleh:
Biar hujan datang membasahi bumi, aku masih termenung dalam renungku. Terdiam, menatap rintik air berjatuhan ke tanah. Enggan ku, untuk beranjak dari disini. Dari tempat ini. Kilatan petir bak

Papaku Over Protective

Oleh:
Terik mentari mengusirku dari tepi jalan dan membuatku celingukan mencari tempat untuk berlindung. Aku sedang menunggu Papa menjemputku. Seperti biasa, kemanapun pergiku pastilah Papa yang selalu siap mengantar-jemputku. Pernah

Dialah Segalanya

Oleh:
Saat itu, panas terik matahari sangat menyengat. Peluh keringat diiringi suasana panas ruang kuliah yang ada di lantai 3 Lab bahasa sangat membuat tidak nyaman. Aku sudah mulai mengeluh

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *