Burung Dari Kertas Origami

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Keluarga, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 6 April 2015

“Happy Britdhay Lissa..” Nyanyian Saudara dan keluargaku, memenuhi rumah ku dan sekitarnya. Hari ini adalah ulang tahun kesepuluh, Lissa. Lissa adalah namaku, lengkapnya, Lissa Margareth Carramely.

“Lissa, selamat ulang tahun ya. Ini hadiah untuk mu,” Mom memberi liontin dengan warna kesukaan ku, Ungu muda transparan.
“Eitss.. Dad juga punya hadiah buat Caramelnya dad.” Tahu, kenapa dad memangilku Caramel? Caramel, artinya Manis. Dan itu juga nama lengkapku, Lissa Margareth Carramely. Dad memberiku buku diary bersampul anak yang sedang memegang Cokelat caramel. Banyak juga saudara dan teman ku yang memberi ku hadiah.

Acara ulang tahun, bertema Pool and Night Party itu, selesai tepat jam dua belas malam. Aku segera memasuki kamarku yang serba ungu muda. Dan mengganti pakaian Dress ku, dengan Piyama putih berhiaskan polkadot ungu tua.

Fajar, telah menyingsing. Aku berjalan ke kamar mandi, dan segera mandi. Setelah itu, aku mengenakan Seragam sekolah, dan merapihkan tubuhku. Setelah dirasa cukup, aku turun ke bawah, dan sarapan.

“Dad.. Nanti, dad pulangnya jangan malam-malam ya? Lissa mau dad bantu Lissa kerjain PR Math Lissa yang belum sempat Lissa kerjakan.” Pinta ku pada dad.
“Iya Liss, tenang. Dad pulang sebelum jam tujuh ya..” Janji dad. Aku tersenyum.
“Lissa, kenapa kamu tidak pakai Liontin yang Mom kasih?” Tanya mom kecewa. “Kamu, gak suka ya, sama liontinnya?” Lanjut mom lagi.
“Uhuk.. Ukkkhu..” Aku tersedak, segera aku meminum susu Berry ku. “Gak suka? Enggak kok mom. Lissa suka, Liontinnya.” Balas ku sambil tersenyum. “Hanya saja, Lissa, lupa memakainya,”
Aku segera berlari ke kamarku, dan mengenakan Liontin pemberian mom. Aku lalu turun ke bawah lagi.

“Nah, kalau kamu begini, kamu jadi lebih cantik..” Puji mom. “Ini baru Carramelnya mom,” Mom tersenyum dan melanjutkan sarapannya.

Selesai sarapan, aku segera diantar Pak Garry, dengan mobil Ferarri pink ku.

Sore telah tiba, aku segera mandi. Selesai mandi, aku memakan Chikki Berryshowes yang baru ku beli kemarin. Ku lihat jam analog di tangan ku, ‘hmm, 06:45, Kenapa dad belum sampai? Ah mungkin ia terjebak macet,’ Gumam ku.

Hingga jam sembilan malam, Dad belum pulang juga, rasa khawatir mulai tumbuh dari hati ku. “Mom?..” Ucap ku pada mom yang sedang membaca majalah. Mom menoleh. “Kenapa ya, dad belum sampai? Padahal, ia janji, pulang sebelum jam tujuh malam.” Ucap ku lagi.
“Lissa Carramelnya mom.. Dad pasti punya kerjaan yang banyak dan menumpuk.” Hibur mom yang memerhatikan Mimik wajah ku yang berubah sedih. “Eeh. Jangan sedih dong, nanti Caramel kamu meleleh..” Canda mom. “Ya sudah, kalau kamu mau mengerjakan PR, Mom bantu ya?” Tawarnya. Aku menganguk senang. Aku mengambil buku ku, dan mulai belajar.

Saat tengah Asyik belajar, Mom menyalakan TV, dan mendapati berita kecelakaan mobil. “Pemirsa, telah terjadi kecelakaan tadi sore, sekitar pukul 06.38. Mobil Pannere Bargdietd ber Plat B 87384 CDT, menabrak sebuah Container. Sang supir Truk Container, meninggal di tempat kejadian. Sementara, pengemudi mobil Pannere, ditemukan terluka parah, korban dilarikan ke rumah sakit Canna Barbare.” Selesai Reportaiment itu memberikan penjelasan, mom segera berlari menuju kamar dan mengambil tas.
“Mom? Kenapa?!” Ujarku Panik.
“I..Itu. MOBIL DAD!” Ujar Mom menangis. Beliau segera menarik tangan ku, dan memasuki mobil Pajero Sport kami, Mom mengarahkan Pak Garry menuju rumah sakit Canna Barbare.

Sampainya di rumah sakit,
Mom berlari menuju bagian Resepsionis,
“Resepsionis, anda tahu dimana tempat Mr. Gagcly Jaksond, di rawat?” Tanya mom.
“Sebentar, Nyonya. Kami akan melakukan pengecekan data.” Balas Resepsionis itu sambil menuliskan di Komputernya. “Kamarnya, VVIP 5, di lantai lima.” Lanjut Resepsionis itu.
“Baik, Terima kasih!” Mom menarik tangan ku lagi, kami menaiki Lift menuju lantai lima,

TING.
Bell Lift berbunyi, kami telah sampai di lantai 5. Ku masuki kamar Dad, Aku melihat dad yang terbaring lemah, dan terpasang beragam alat di tubuhnya.
Aku melepaskan Cokelat yang ku bawa dari rumah. Aku tahu, Dad sering memanggilku Carramel.. dan aku membawa kan Cokelat karamel untuknya.
Aku memegang tangan dad. Mata dad terbuka perlahan.
“My. Carramel..” Ucap dad lirih.
Aku menghapus airmata ku, “Ya. Dad,.” balasku.
“Simpan burung kertas ini baik-baik..” Ucap dad memberikan sepasang burung kertas. Dad memejamkan matanya.
Sekarang, dad telah kembali ke, yang MAHA KUASA…

Cerpen Karangan: Arnetta Fasya Sayyidina
Blog: http://fasya-notediary.blogspot.com
Halo!.. Sudah selesai membaca naskah ku?..
Duh. Maaf sekali ya. Naskah nya Fasya berantakan.. Habis.. Fasya lagi Badmood.. Gak tau mau nulis apa..
Kali ini, gak ada perkenalan dulu ya.. Fasya yakin.. Kamu yang baca cerpen Fasya sebelumnya, udah tau siapa Fasya.. Ya kan?.. Sekian ya dari Fasya.. Fasya lagi malas nulis nih. hehe.. Dadahh.. Sampai berjumpa di karya Fasya berikutnyaa!!!

Cerpen Burung Dari Kertas Origami merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Aku Sayang Bunda

Oleh:
Alexa namanya. Ia anak yang cantik. Tapi, Alexa selalu melawan Bundanya. Hari ini Bunda ingin mengajak Alexa pergi ke rumah Bu Fatin. Tetapi, Alexa menolak. “Enggak mau!” teriak Alexa.

Jangan Pergi Anisa

Oleh:
Kring… Kring… Kring… Bunyi alarm menggema di seluruh ruangan bernuansa biru. Seorang gadis berwajah oriental menggeliat di tengah spring bed berwarna hijau “woy dewinta, lo ah tidur kayak kebo.

Tangisan Yang Tak Diinginkan

Oleh:
“Bun. Bunda makan yah, biar Nana suapin Bunda,” ucap anak perempuan berambut panjang kepada ibunya. “Bunda gak laper Na,” “Tapi Bunda belum makan dari pagi, Bunda harus makan, nanti

Sepasang Kaki dan Impian

Oleh:
Hari ini adalah hari pertamaku memenuhi panggilan dari salah satu stasiun radio ternama di Bandung. Setelah mengikuti berbagai seleksi, dan mengirimkan rekaman suara dalam sample voice ke beberapa stasiun

Catatan Akhir Desember

Oleh:
Aku, inilah aku. Aku tak bisa seperti orang lain dan tak bisa seperti dirimu. Aku hanya bisa menjadi diriku sendiri. Kau bisa berkata aku egois, pemarah atau apapun kata

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *