Butterfly of Night

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Penyesalan, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 11 February 2017

Tok tok tok…
“Devy… devy…” teriak cowokku di depan pintu sementara aku sedang dikurung di kamar oleh orangtuaku, “ada apa nyari nyari devy?” tanya ayah dengan suara tingginya. “itu om aku mau ngajak devy ke luar”. jawab pacarku dengan sedikit gugup “devy nggak ada di rumah”. jawab ayahku bohong, aku tidak kaget karena ayah menghukumku begini karena akunya yang suka pergi malam malam dan pulang dengan sangat larut. “UDAH PERGI SANA!!!” teriak ayahku, lalu pacarku pun pergi.

Karena kesal pada ayahku aku pun memanggilnya dan bicara padanya dibalik pintu kamarku bahwa aku tidak suka ayah mengusir pacarku seenaknya saja, lalu ayah pun menjawab “kau telah dikelabui oleh cowok gak jelas kayak dia jadi jangan pernah lagi kamu berdekatan dengan dia, ngerti?”. jawabnya tegas, lalu aku menjawab “ini hidupku bukan hidupmu gak usah ikut campur tau!!!” teriakku dengan penuh kedurhakaan yang menurutku itu sudah biasa. “ingat devy, kamu anak satu satunya dan kamu anak perempuan, aku dan ibumu itu sangat khawatir denganmu, jadi tolong kali ini saja mengertilah” jawabnya dengan sedikit haru “aku nggak peduli sama sekali tau!!!” lalu tak kudengar lagi ayah menjawab dan aku pun mulai kesal dan berniat untuk kabur lewat jendela dan pergi menemui kekasihku itu, dan untungnya aku punya obeng cadangan jadi aku bisa kabur dengan mudahnya.

“Sayang….!!!” teriakku kepada pacarku yang lagi nongkrong dengan teman temannya yang berjumlah 3 orang itu aku mendekatinya dan bilang kepadanya bahwa aku sangat mencintainya dan aku rela berkorban apapun demi dia. “naiklah kalau begitu buktikan dulu cintamu itu, bagaimana? setujukah?”. “iya aku mau lalu apa aku harus menciummu lagi hah?” tanyaku dengan penuh heran “nggak dong ini harus jadi sesuatu yang lebih” jawabnya dan langsung tersenyum pada seluruh teman temannya, aku pun heran dan tanpa pikir panjang aku pun ikut pergi bersamanya

Waktu itu aku pergi jam 5 sore dan aku pulang jam 7 pagi
“Bu… ibu aku pulang hehmmm..” seruku pada ibu sambil menangis. “ibu, maafkan aku ibu…”. Tangisku keras dan memanggil ibu dari ruang tamu. Sesaat kemudian ibu dan ayah pun datang “ada apa?, kenapa kau menangis?” tanya kedua orangtuaku “ibu.. Ayah.. maafkan aku aku bersalah besar maafkan aku tolong maafkan aku..” tangisku semakin menjadi. “ada apa?, ceritakan pada ibu dan apa yang sebenarnya terjadi?”. “aku… aku diperk*sa oleh pacarku kemarin malam bersama ketiga temannya bu. Aku menyesal, aku tidak tau karena aku diberi minuman yang sudah diberi obat tidur dan ha…” tangisku meronta ronta dan bersujud kepada ibu dan ayahku. “apa? Kamu?” jawab mereka dipenuhi rasa syok yang tingkat dewa. “maafkan aku bu… yah…”. “PERGI dari rumah ini PERGI jangan pernah kembali lebih baik aku tidak pernah punya anak dibandingkan punya anak seorang kupu kupu malam seperti kamu… PERGI.. menyingkir dari hadapan kami di sini tidak ada tempat untuk seorang pel*cur seperti kamu!!!” kemarahan orangtuaku menjadi jadi, aku pun pergi

Keesokan paginya ayah sedang menonton berita dan di sana ada berita bahwa ditemukan seorang anak berusia sekitar 16 tahunan tewas mengenaskan, diduga anak ini mati dikarenakan bunuh diri ayah yang melihat itu pun syok karena baju yang dikenakan gadis itu adalah milik devy dan ayah pun memanggil ibunya dan ibunya yang melihat itu pun langsung berkata “biarkan dia, aku sudah rela dia pergi, aku akan melepaskanya, biarlah dia berlalu seperti angin lalu”. kata ibu yang dan meneteskan air mata namun ibu tetap berusaha tegar

Itulah akhir hidupku mengenaskan bukan? sementara pacarku tadi hidup enak di luar sana dan aku menderuta di alam kuburku ini. Maafkan aku ayah dan ibu karena tidak mendengarkanmu.

Cerpen Karangan: Nova Putri
Facebook: Nova Putri

Cerpen Butterfly of Night merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sahabat Pelangi

Oleh:
Hari ini aku pergi bareng kedua sahabat yang palng aku sayangi, yaitu JIHAN dan PHELSCHA. Sebenarnya sih, gak hari ini saja aku pergi bareng mereka, tapi hampir tiap hari

L.I.F.E

Oleh:
“Gak harus jadi orang sempurna untuk sukses.” — “lo tetap kerja lembur? lo gak kasihan sama badan lo sendiri?” Daniel menyerbu sederet pertanyaan ketika tahu Ren -kakaknya- akan bekerja

Inilah Aku

Oleh:
Inilah aku yang hidup hanya sendirian, aku andini putri ababil. Orangtuaku sudah pergi dan sekarang aku tinggal dengan nenekku, nenekku yang tak mampu berjalan, nenekku yang tak mampu untuk

Introvert

Oleh:
Dosenku baru membagi tugas kelompok untuk makalah tentang Permasalahan seputar Lingkungan Sosial. Aku cukup terkejut dengan siapa aku harus bekerjasama, yaitu dengan cewek paling pendiam di kelas. Aku sama

Sesal

Oleh:
“Kenapa sih, selalu aja kayak gini? Selalu aja masalah kecil digede-gedein tak bisakah kau sedikit aja mengerti?” Bagai disambar halilintar yang begitu dahsyat, kata-kata itu mampu membuat seluruh ruang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *